Apakah ini akhir?
****
Senyum licik terpancar di bibir merahnya, ia sudah menyiapkan beberapa rencana untuk membuat hidup seseorang yang sangat dibencinya hancur. Ia ingin menghancurkan segala yang gadis itu punya. Ia tidak rela jika gadis itu bahagia ketika dirinya tidak bisa melupakan masa lalunya.
"Gue gak akan biarin lo dan Rio bahagia. Liat aja gue yang akan hancurin kebahagiaan itu." Gumamnya seraya menatap tajam layar datar yang ia pegang.
"So...gue akan buat rencana yang bakal hancurin semuanya. Tanpa terkecuali."
****
Dengan serius, Rio mengetikkan beberapa huruf ke layar laptop. Matanya menatap lurus dan fokus pada layar laptop tersebut, menjadi mahasiswa membuatnya harus ekstra tenaga. Karna tidak hanya tenaga, namun otakpun juga tetep dibutuhkan. Sudah 2 hari ini ia tidak menghubungi kekasihnya, tugas yang menggunung ini membuatnya berubah menjadi orang yang super sibuk.
Sembari menikmati minuman yang tersedia diatas meja, Rio pun menikmati alunan musik yang menggema di seluruh ruang Kafe ini, duduk sendirian dan hanya dengan ditemani oleh setumpuk kertas tak bernyawa membuat Rio merasa bosan.
"Hay Rio?." Seseorang menyapa dirinya, dan mau tidak mau Rio harus menolehkan wajahnya.
****
Berkali-kali, Ify mengecek handponenya barangkali ada pesan dari kekasihnya itu. Namun sampai saat ini Rio belum juga memberinya kabar. Bukan bermaksud untuk menjadi perempuan posesiv namun Ify hanya ingin mendapatkan kabar dari laki-laki itu. Karna kesal, terpaksa Ify membanting ponselnya dan dirinya berjalan menuju wastafel kamarnya untuk mencuci wajahnya yang kusut.
Beberapa menit kemuadian, ponsel nya bergetar menandakan pesan masuk. Namun Ify mencoba menghiraukannya dan memilih tak membuka pesan tersebut. Mungkin itu hanyalah pesan dari operator, pikirnya. Mencoba meredam emosinya, Ify membuka buku paket kedokterannya untuk mempelajari beberapa bahan yang akan diujikan lusa.
Berusaha konsentrasi, namun suara dering ponsel tidak berhenti. Dan mau tak mau akhirnya Ify membuka pesan yang ada di ponselnya. Masih dengan wajah kusam ia membuka pola kunci di layar ponselnya. Matanya membulat dan seketika binar bahagia terbit di wajahnya. Namun binar bahagia hanya beberapa detik saja di wajahnya berganti dengan perasaan cemas.
Rio love ❤
(Send picture)
HAIII IFYYY😅
Rio love ❤
This is surpraisee untuk kamuuu
Rio love ❤
Selamat menikmati foto itu ya...
Ify mematung melihat foto yang dikirimkan foto Rio sedang berciuman dengan Maudy, sahabat masa lalunya yang menjelma menjadi iblis berupa manusia. Perlahan pertahanannya mulai luntur, air mata mulai mengalir di pipinya membentuk sungai-sungai kecil.
Apakah benar itu Rio? Kekasihnya? Jelas saja, 2 hari tidak ada kabar dari laki-laki itu namun hari ini, dirinya melihat foto yang membuat hatinya retak. Kepercayaannya kini telah hilang. Mungkin kejadian ini terlalu cepat, sehingga membuat Ify hanya bisa diam dan tak bisa berkata-kata melihat foto yang dikirimkan oleh kekasihnya, hanya air mata yang menjadi saksi bisu dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
L O V E ❤ (ENDING)
Teen FictionSebuah kisah yang rumit antara dua sejoli yang saling jatuh cinta dan harus berpisah karna sebuah insiden. Akankah kedunya bisa bersatu? . . . #746 in teenfiction (30 - 09 - 2017)
