Love (10) - Be Happy

874 71 1
                                    

Love - Be happy.

Terimakasih untuk slalu ada disisi ku

- - - -

3 hari sudah Ify hanya bisa terbaring di kamar kesayangannya, pikirannya benar-benar kacau karna kedatangan Maudy yang mengusik ketenangannya. 3 hari juga dirinya absen untuk mengikuti kegiatan belajar nya di sekolah. Kondisinya benar-benar drop membuat keluarga nya mencemaskan dirinya.

Alvin, Bunda dan juga Ayah semuanya cemas akan keadaan Ify yang tak kunjung membaik. Trauma di masa lalu menyisakan bekas luka yang dalam untuk anak gadisnya. Ify hanya bisa memejamkan matanya saja. Energinya benar-benar habis.

Sedangkan di sekolah, Rio tidak ada hentinya mencemaskan gadis pujaannya. Ujian kenaikan kelas sudah semakin dekat namun kondisi Ify tak kunjung membaik. Rio tidak mengerti dengan gadis yang bernama Maudy yang tiba-tiba datang dan membawa masalah yang rumit. Rio melirik kursi kosong di pojok kanan, tidak ada penghuninya. Shilla yang menyadari gelagat aneh dari Rio langsung menolehkan kepalanya. Hatinya berdenyut sakit, melihat Rio yang seperti ini, Rio yang selalu terlihat lemah hanya karna gadis yang bernama Ify.

Mencintai kamu sama saja seperti aku, mencelupkan luka ku di air garam. Bukannya sembuh malah semakin sakit.

Shilla tersenyum miris, ia tetap tidak mau egois, biarlah Rio mengejar cinta nya. Shilla tahu, semua akan indah pada waktunya. Shilla tahu bahwa Rio memang sangat mencintai Ify.
"Gue kangen dia Shill." Lirih Rio. Shilla tersentak.

"Disini rasanya kosong. Sumpah." Ucap Rio dramatis, Shilla berdecak kemudian memukul pelan bahu Rio.

"Ify akan baik-baik aja. Dirumahnya juga kan ada mama-papa nya. Lo gak usah lebay bisa gak?." Tanya Shilla sewot. Rio mendengus mendengarnya.

"Gue kan berkata yang sesungguhnya. Lo mah gak ngerti sih gimana rasanya jatuh cinta." Elak Rio.

"Yang namanya jatuh itu pasti sakit, dan jatuh cinta itu juga sakit. Jadi gue gak mau jatuh cinta." Ucap Shilla

Jatuh cinta sama lo juga udah membuat gue sakit.

Rio menaikan salah satu alisnya tak menyangka dengan jawaban gadis ini. Sedangkan sang empu hanya terdiam membalas tatapan Rio yang mengintimidasinya. Namun Shilla hanya mengendikan bahunya cuek.
"Kata-kata lo keren, Shill."

- - - -

Terkadang kita tidak menyangka bahwa seseorang yang sudah kita anggap baik justru malah berbuat keburukan di belakang kita. Kadang kita juga tidak tahu bahwa orang yang paling berbahaya adalah orang lain yang berwujud seperti teman sejati. Teman yang selalu ada namun nyata nya di balik semua kata manisnya, ia menyimpan racun yang siap mematikan siapapun.

Seperti yang dirasakan Ify. Ia tidak menyangka, Maudy sahabatnya tega melakukan ini pada dirinya. Ify menganggap Maudy sebagai saudaranya sendiri sedangkan Maudy malah berbuat sebaliknya.

Ify terluka akan perlakuan Maudy terhadapnya. Ia kira selama ini ia telah memiliki teman sejati, namun nyata nya ia salah. Maudy bukanlah teman untuknya, Maudy hanya menyamar sebagai orang yang baik di balik sifat munafiknya.

Kini Ify tidak percaya apa itu artinya teman. Ia tidak ingin tersakiti untuk kedua kalinya dengan orang yang ia anggap baik tapi munafik. Ia sudah cukup merasakan sakitnya penghianatan yang ditujukan Maudy untuknya.

L O V E ❤ (ENDING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang