6-There's Butterfly in My Stomach!

4.9K 213 7
                                        

Still don't know why you make me feel so complicated when everyone knows that you didn't had feels anything on me.
-Kylie Lee.

#########

Bio dan Kylie sama-sama berdiri di depan podium karena sama-sama mendapatkan predikat penghargaan belajar. Bio sudah terlihat jelas mendapat penghargaan menjadi murid dengan predikat paling pintar dengan nilai stabil, tak pernah turun atau naik. Kylie, dari kelas IPA 3, mendapat predikat sebagai murid dengan nilai yang paling menonjol dari kelasnya, sedangkan kelas IPA 2, sama sekali tak ada satupun yang menonjol, stabilitas.

"Selamat pagi, semuanya." Kylie mengawali pidatonya dengan ucapan hangat. Jantungnya berdegub tiga kali lebih kencang karena dirinya demam panggung. "Ya, sebenarnya saya sama sekali tidak berpikir akan mendapat predikat ini..." Ia melirik piala yang ia dapatkan sekilas. "apalagi saya dari kelas paling akhir yang tekenal nakal dan urakan." Seluruh ruangan tertawa kecil dan berbisik. Sungguh Kylie yang polos. "Tapi setidaknya saya sudah membuktikan kepada kalian semua," matanya menatap Bio di samping seberang. "kalau kelas akhir bukan berarti bodoh, tidak bisa. Tapi karena sebagian yang malas, saya akui itu.

Yang terpenting saya akan ucapkan terima kasih saya kepada guru les privat saya dimana pun dia..." Kylie memberi sekilas jeda dengan menarik nafasnya pelan tanpa menoleh ke arah Bio sama sekali. Dapat ia rasakan jika pria itu tengah memperhatikannya dengan wajah sedikit berkerut alis. "terima kasih sudah mengajari saya dengan sabar dan tabah hati. Kedua untuk doa orang tua saya dimana pun itu. Dan untuk Tuhan karena sudah membantu saya mengerjakan soal Ujian Nasional. Sekian pidato dari saya, Kylie Lee, terima kasih." Wanita itu membungkukkan badannya sedikit kemudian berbalik dan turun dari podium kebesaran kembali ke tempatnya berdiri di samping Bio.

"Pidato bagus." Bisik Bio sangat pelan. Kylie hanya tersenyum tipis menanggapi pujian Bio. Saat itu juga, Kylie sudah memutuskan harus bagaimana hatinya setelah ini. Ia akan melupakan Bio dan hidup bahagia dengan cowok lain yang akan menerimanya dengan senang hati tanpa harus menarik ulurnya lagi seperti yang di lakukan Bio.

Kepala sekolah menyudahi acara kelulusan tersebut dan mengumumkan acara prom night yang akan di adakan besok lusanya di main hall sekolah. Acara bubaran tersebut di selingi dengan sesi foto-foto murid-murid sambil membawa buket lima bunga mawar yang di berikan pihak sekolah atas kelulusan mereka.

Kylie menghampiri Bio yang berdiri di antara cewek-cewek angkatannya yang berebut minta foto juga tanda tangan kenangan dari cowok itu.

"Bio," panggil pelan Kylie. Cowok itu memisahkan diri dari gerombolan mendatangi perempuan itu seperti biasanya dengan wajah datar. "Makasih atas bantuan lo." Ia berusaha tersenyum menahan air mata sedih karena akan berpisah universitas dengan Bio. "Gue harap lo dapat hidup yang bahagia setelah ini."

Bio tersenyum untuk pertama kalinya. Bukan senyum tulus. Tapi senyum menyebalkan. "Tentu. Hidup gue udah bebas dari jangkauan lo."

Kylie menggembungkan pipinya dengan tertunduk. Nyebelin banget sih? "Oke, buktiin lo bisa. Gue pergi dan gak akan ganggu hidup lo. Lagi." Kylie berlalu dari hadapan Bio tapi tubuhnya bertabrakan dengan sosok di belakangnya yang menjulang tinggi. Tubuh kecilnya tersungkur dengan bokong yang langsung menyentuh tanah.

"Kylie lo nggak apa-apa? Sori ya!" Aldo lagi.

Ia bangkit berdiri sendiri tak menghiraukan uluran tangan Aldo. "Lo tuh punya mata nggak sih!" Bentak Kylie siap memaki-maki Aldo namun sedetik kemudian ia mendengar suara dehaman Bio di balik punggung. "Aldo, lo ntar malem kemana? Temenin gue makan mau kan?" Kylie sengaja bertanya dengan keras di depan Bio yang sedang memperhatikan keduanya.

Aldo mengangguk-angguk dengan senangnya. "Kapanpun lo minta gue pasti bisa dan mau, Kay!" Jawabnya semangat. "Denger lo? Kylie ngajakin gue makan malem!" Ejeknya kepada Bio.

Kylie tersenyum penuh kemenangan saat mendengar Bio berdeham sedikit lebih keras sekali lagi. Niat busuk Kylie sukses kali ini sampai-sampai pria itu menarik tangannya kasar menuju sisi gedung yang sepi saat itu.

"Lepas!" Bio melepaskan cengkeramannya pada pergelangan tangan Kylie setelah menarik cewek itu berdiri di hadapannya yang sedikit berhimpitan dengan tembok.

"Mau apa lo pergi makan sama Aldo?"

"Terserah gue lah! Yang makan gue sama Aldo. Ngapain lo ngatur-ngatur? Bukannya lo bilang hidup lo bahagia tanpa gangguan gue?"

"Lo yakin mau hidup gue bahagia tanpa ada lo?"

"Maksudnya?" Kylie mengerutkan keningnya dalam-dalam tak mengerti maksud ucapan Bio. Kakinya mundur selangkah demi selangkah saat Bio mulai mendekatinya. "Mau apa lo?" Kylie masih berusaha bertatapan langsung dengan mata cokelat terang milik Bio menantangnya.

"Gue nggak yakin lo bisa pergi setelah ini." Bio mendekatkan wajah ke Kylie. Tangannya meraih leher belakang cewek itu mendekat. Mata Bio sudah lebih dulu tertutup saat bibir mereka hampir menyatu.

Bio membuka mulutnya untuk mulai melumat bibir Kylie lembut, di susul dengan mata Kylie yang tertutup secara perlahan. Keduanya berciuman di sisi bangunan sekolah selama beberapa menit tanpa ada seorang pun yang tahu.

Pria itu melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Kylie terlebih dahulu. Menempelkan hidung mancung miliknya dengan milik Kylie. Mereka bertatapan satu sama lain beberapa detik sebelum Bio mencium sekilas pipi Kylie dan berjalan menjauh dari cewek itu yang masih berdiri mematung bersandar di dinding karena merasa kakinya tak cukup kuat menyangga tubuh.

Tangan Kylie terangkat menyentuh pelan bibirnya yang di cium Bio. Itu adalah ciuman pertamanya dan Bio sudah mengambilnya! Wajah Kylie memanas kali ini terlebih pipinya. Kedua tangan Kylie menyentuh pipinya yang menghangat tak kurang dengan senyum senang. Perutnya juga terasa menggelitik seperti ada ratusan kupu-kupu di dalam saat mereka ulang kejadian beberapa menit yang lalu.

Gue kayanya beneran nggak bisa mudah lupain lo Bio kalo cara lo kaya gini.

×××

Mine.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang