There is nothing more sad than "the last day to meet the person you care about."
-Kylie Lee.
#########
Selesai sarapan, Bio dan Kylie bersiap-siap membersihkan diri karena keduanya akan datang di suatu tempat. Mereka pergi ke Dufan hari ini, sesuai rengekan Kylie sejak dalam perjalanan. Wahana yang ingin ia naiki pertama kali ketika sudah sampai di tempat itu adalah wahana Hysteria.
"Apa?! Gue nggak mau! Lo naik aja sendiri!" Ia sudah melewati pintu utama dimana ia di pasangi gelang untuk menikmati semua wahana di sana.
Kylie manggut-manggut kepala beberapa kali. "Oke gue naik sendiri, bhay!" Cewek itu sudah ngacir seorang diri menuju wahana naik turun tersebut, mau tak mau Bio mengikutinya.
Sejak awal memang Bio sudah firasat buruk tentang Dufan jika ia menyetujui uringan Kylie. Tapi toh, dirinya hari ini hari terakhir bertemu dengan perempuan pembuat onar itu. Jadi tidak masalah untuk melewati sehari menuju perpisahan dengan hal yang sedikit gila atau mungkin sedikit terkesan bagi Kylie. Wahana Hysteria sudah mulai sejak tiga menit yang lalu. Pandangan Bio melihat Kylie yang duduk di antara laki-laki, sedang berteriak histeris karena takut dan terkadang tertawa ceria karena mungkin seru. Apa serunya sih? Bikin jantung mau copot.
Permainan berlangsung selama semenit lebih mungkin. Entahlah. Bio tak bisa memperkirakannya. Karena menunggu semenit baginya, seperti menunggu selama setengah jam. Kylie turun segera menghampiri Bio di dekat pagar pembatas dengan wajah memerah namun masih tetap tertawa. Sebelum ia beranjak dari wahana itu, laki-laki yang duduk di sebelah kiri Kylie mengajaknya berbicara. Bio memincingkan matanya saat mereka berdua berbincang dengan intens dan akrab. Tak lama, cowok itu mengeluarkan ponselnya dan sepertinya Kylie memberikan nomor hapenya kepada orang tak di kenal. Tanpa sadar, laki-laki itu mendengus pelan dengan manglihkan pandangan ke arah lainnya.
"Seru ya ampun, Bio! Lo sih nggak ikutan nyesel kan lo!" Kylie dengan seenak jidatnya memeluk lengan Bio erat menariknya menuju wahana selanjutnya. Wahana Tornado. "Gue naik dulu ya! Lo jagain tas gue ya, Bio!"
Pria itu benar-benar tak habis pikir dengan Kylie yang bisa-bisanya setelah naik wahana yang memabukkan begitu datang, kemudian langsung menaiki wahana yang membuat orang bisa kencing di celana juga?! Bio pergi dari tempatnya berniat untuk membeli dua botol mineral untuknya dan Kylie di sekitar sana juga.
"Makasih, Pak." Katanya kepada penjual. Belum sempat ia berbalik arah, suara tak asing terdengar dari sampingnya pas.
"Bio! Kamu sama siapa kesini???"
Ekspresi Bio berubah menjadi sedikit mengeras, tapi masih sama datarnya seperti biasa. Berusaha untuk tidak merubah apapun disana, sekalipun itu keterkejutannya. "Temen." Jawab Bio ala kadarnya.
"Mana?" Perempuan berambut panjang dengan paras cantik tersebut menengok ke kanan kiri mencari sosok teman Bio.
"Lagi naik wahana."
Ia manggut-manggut mengerti. "Aku kesini sama temen juga, Bio buat informasi kamu aja." Pevita Anjani. Cewek yang ada di masa lalunya beberapa tahun silam. Hingga saat ini mungkin.
Bio tertawa mengejek, memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana. "Gue nggak peduli." Ia hendak beranjak pergi dari sana karena benar-benar muak dengan Pevita tapi di cegah karena lengan kirinya di tarik.
"Temen kamu... cewek?"
"Bio! Aku udah sele...sai" Kylie muncul tiba-tiba awalnya dengan wajah ceria tapi setelah melihat di balik punggung Bio ada seorang cewek yang tengah menarik lengan Bio, wajahnya berubah menjadi datar. Mereka bersentuhan fisik satu sama lain. Meskipun laki-laki itu tak memberi respon sama sekali, tetapi terlihat sangat memuakkan bagi Kylie. Ia meraih tasnya di tangan laki-laki itu cepat. "Gue pergi dulu ke wahana lain. Ati-ati sama orang asing." Pesan Kylie sedikit menekankan nada di akhir kalimat tanpa melirik Pevita sama sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine.
Romance[COMPLETE] "Kenapa sih harus cewek duluan yang ngejar cowok?" -Kylie Lee, cewek hyperactive yang lagi jatuh cinta. "Gue nggak minta lo ngejar gue." -Bio Niagarawan. Kylie yang sedang jatuh cinta dengan Bio, teman seangkatannya di SMA, dengan begitu...
