Seperti biasanya, Kylie and the gang duduk di meja kantin dekat lapangan basket untuk memperhatikan Bio juga yang lainnya bermain basket di bawah terik matahari. Pertengkaran mereka tadi malam dengan mudahnya dilupakan oleh Kylie karena bagaimanapun juga, ia sudah memaafkan Bio juga kemarin adalah kesalahannya karena dengan lancangnya Kylie melihat isi dompet orang lain yang mana benda tersebut privasi.
"Kay, Kay, itu si Bio kalo keringetan seksi ya? Tapi perasaan semua cowok kalo pas keringetan kaya jadi hot gitu ya, Stef?" Komentar Sarah.
Stefy dan Kylie mengangguk setuju tanpa berkomentar. Matanya terus tertuju pada Bio yang sekarang memegang kendali bolanya. Sekelebat senyum pun terbit di wajah Kylie ketika cowok itu tersadar sejak tadi dirinya memperhatikannya, terbukti dari Bio yang tiba-tiba menoleh ke arah meja Kylie.
"Kay, Bio ngeliat lo ya?" Kan! Stefy aja sadar.
"Iya kayanya..." Jawabnya dengan senyum penuh arti.
"Yah kumat deh." Kylie beranjak berdiri cepat hendak pergi ke tukang bakso untuk membeli minuman mineral. Tapi kemudian tangannya di cekal oleh Sarah. "Mau kemana lo?"
"Beli minum." Ia langsung ngacir pergi setengah berlari.
Kylie menghampiri laki-laki itu, kegerahan sedang duduk sendiri. Tangannya terulur panjang memberikan botol tersebut tepat di depan jidat Bio yang menumpu bagian atas tubuhnya di atas lutut menggunakan dua siku.
Bio mengangkat sebelah alisnya bingung. "Apa?"
"Lo nggak minum? Nih gue beliin barusan." Bio tersenyum miring sembari menerima pemberian Kylie. Cewek itu pun duduk sebentar di sampingnya hendak ingin membicarakan sesuatu. "Lesnya pindah tempat bisa?"
"Dimana?"
"Di taman kek atau dimana."
"Rempong ah. Di rumah lo aja lah." Cowok itu berdiri, sepertinya berniat untuk kembali ke kelasnya.
"Kalo nggak mau sih ya nggak pa-pa. Kalo gitu gue cerita aja deh ke yang lainnya." Kata Kylie santai mendahului jalan Bio tapi lengannya di cekal ke belakang membuatnya tak bisa berjalan.
"Jangan sampe lo bilang gue guru lo ya!" Kylie mengangkat kedua bahunya lalu tersenyum penuh arti padanya. Bio mendesis menyerah. "Iya, iya! Di taman mana?!"
"Nanti gue sms ya Bio!" Jawabnya menoel dagu Bio menggoda.
"Gak usah pegang-pegang gue!"
"Kay!" Aldo berlari mendekati mereka berdua setengah berlari dari tengah lapangan. Kylie melihat bajunya yang sama basahnya seperti Bio. Tunggu, dia tadi bermain basket? Kenapa ia tidak sadar?
Kylie tersenyum kecil pada Aldo. "Hai, Do." Sapanya seperti biasa. "Kenapa?"
"Makan yuk, aku bawa bekal buat kamu. Kamu belum makan kan?" Kylie sekilas melirik Bio yang tengah memandangnya dengan alis berkerut yang mungkin saja heran dengan dua mahluk aneh di hadapannya sekarang ini. Tangan Kylie tiba-tiba di tarik hingga dirinya berdiri disamping Aldo. "Yuk, makan." Ia seolah-olah mengabaikan keberadaan Bio di antara mereka entah apa maksudnya.
"Tapi Do," sorot mata Kylie masih sesekali memandang Bio yang sekarang sedang meneguk minuman pemberiannya. Bersikap sok acuh dengannya seperti biasa.
Aldo semakin menarik tangannya menjauh dari tempat itu dan Bio masih tetap sama saja. Malah sekarang ia sudah kembali ke lapangan, bersiap mengoper bola basket ke teman lain. Mau tak mau dirinya mengikuti tarikan Aldo ke kelas mereka di ikuti kedua sahabatnya yang bingung.
Ia melirik jam tangan yang senantiasa bertengger di pergelangannya setiap hari. Ada waktu sepuluh menit lagi bel masuk berbunyi. Aldo menyendokkan makanan tepat di depan mulut Kylie, berniat untuk menyuapi. Tangannya menahan tangan laki-laki itu, merebut sendok tersebut untuk menyuapkan sendiri ke dalam mulutnya. Namun gerakan tangannya terhenti saat melihat gerombolan Bio lewat di depan kelasnya. Tertawa keras bersama teman-temannya tanpa sedikitpun melihat ke dalam kelasnya-bahkan barang sedetik melirik kelas Kylie pun tidak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine.
Romansa[COMPLETE] "Kenapa sih harus cewek duluan yang ngejar cowok?" -Kylie Lee, cewek hyperactive yang lagi jatuh cinta. "Gue nggak minta lo ngejar gue." -Bio Niagarawan. Kylie yang sedang jatuh cinta dengan Bio, teman seangkatannya di SMA, dengan begitu...
