Sharon berjalan dengan santai menuju gerbang sekolah untuk menunggu mamanya, kali ini ia malas untuk naik angkutan umum karena cuacanya yang panas dan sumpek membuatnya malas untuk berdesak-desakan di angkutan umum. Tiba-tiba langkahnya terhenti beberapa meter didepan gerbang, ada enam kaki-kaki jenjang yang mencegatnya. Sharon hapal dengan perpaduan kaus kaki dan sepatu itu, sepatu sneackers warna terang mencolok dengan kaus kaki panjang bermotif garis-garis bagian atas. Dengan malas Sharon mendongakkan kepalanya keatas yang sedari tadi hanya menunduk.
"apaan nih? Awas gue mau lewat" Sharon menerobos gank Sasa dengan paksa namun tasnya terasa seperti ada yang menarik dari belakang, dan memang benar bahwa Sasa menarik tasnya.
"gue belom selesai main pergi aja" ucap Sasa sambil menenteng tas Sharon dari belakang seperti anak kucing membuat badan Sharon dengan otomatis ikut tertarik
"gak sopan banget jadi adek kelas" timpal Wanda provokatif
"mau diapain nih mumpung sepi?" lanjut Wanda sambil melihat keadaan sekitar yang diikuti anggukan setuju oleh Putri.
Sharon hanya bisa menelan ludah, kakinya mulai bergetar karena keadaan memang sepi hanya tersisa anak kelas 12 yang belum pulang karena bimbel.
"ya tuhan, kenapa pas ketemu ini anak keadaan mesti sepi sih? Sial banget dah gue" batin Sharon meratapi nasib. Dari tadi Sharon hanya diam menunduk. Tangan Sasa kini menarik kerah belakangnya dan menyeret Sharon ke parkiran belakang gedung sekolah, Sharon hanya meronta paksa namun ia tak kuat karena Putri dan Wanda memegang tangannya dan terus menyeretnya hingga ke parkiran belakang sekolah. Belum sampai belakang gedung sekolah ada cowok yang menghadangnya. Geri
"lepas nggak?" Ucap Geri dengan santai
"gausah ikut campur lo! Minggir!" Sasa mendorong Geri dengan keras namun itu tidak mempan bagi Geri karena yang mental malah Sasa hingga hampir terjatuh.
"ngeyel banget dibilangin" ucap Geri pada Sasa sambil menarik tangan Sharon dan membawanya masuk kedalam mobilnya.
"kamu tunggu disini ya" Geri menutup pintu mobilnya dan menghampiri Sasa yang masih berdiri melongo jauh disana.
"ngapain Geri bicara sama Sasa" gumam Sharon melihat Geri tengah berbicara dengan Sasa, tampak Geri berbicara dengan serius.
ㅇㅇㅇ
Sasa hanya mengaduk-aduk sup yang ada dihadapannya itu, dengan tatapan mata kosong dan tanpa ada niat untuk memakannya, ia masih memikirkan ucapan Geri tadi siang, dibelakang gedung sekolah. Ia mencerna kembali negosiasi dari Geri tadi, tawaran utnuk bekerja sama. Sasa mengernyitkan dahinya
"gue bantu lo deket sama Alga mau? Lo ngak usah ngelakuin apapun cukup deketin Alga. Gue Cuma mau ngejauhin dia dari Sharon. Gimana?" kalimat Geri itu terus berputar diotaknya, walaupun Sasa sudah menjawab mau namun hatinya masih ragu.
"pa.." Ucap Sasa kepada pria yang tengah makan disampingnya itu.
"kenapa baby?"
"pa, liat aku dong!" Sasa tampaknya ingin berbicara dengan serius.
Dean menyudahi makannya dan kini mulai menatap anaknya dengan penuh kasih sayang"iya iya ada apa Sa?"
Sasa menarik napas panjang untuk melanjutkan kalimatnya, kemudian dihembuskannya perlahan-lahan tapi pasti. "Sasa kangen mama, mama ada dimana?"
Dean agak terkejut mendengar pertanyaan Sasa, namun ia sembunyikan dengan senyuman yang tampak dipaksa"Papa juga gak tau. Sudah jangan nyebut-nyebut mamamu lagi" matanya ia pejamkan sejenak
"Papa gak suka kamu sebut-sebut dia. Dia sudah bahagia dengan laki-laki lain. Papa gak peduli lagi dengan perempuan bajingan itu!" Lanjut Dean dengan nada naik turun, tampaknya emosinya tersulut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Remind
Teen FictionSharon bertemu dengan serpihan kecil masa lalunya yang sama sekali tak ia ingat, kenangan tentang Alga sahabatnya selalu menghantuinya, Sharon mencoba merangkai kembali memori yang sudah hilang, tentang sebuah misteri masa kecilnya Alga bertemu deng...
