Hank menurunkan senjatanya setelah menatap tubuh Arthur yang sudah tak bergerak lagi selama beberapa menit. Sebenarnya sudah sejak tadi Hank memperhatikan pertarungan Arthur dengan Sun Jian dan Sun Xiang. Dia pikir Sun Jian dan Sun Xiang mampu untuk mengalahkan Arthur. Tapi sepertinya dia salah.
Hank sempat terkejut saat kakak beradik itu mati di tangan Arthur dalam waktu yang hampir bersamaan. Tak bisa Hank bayangkan Sun Jian dan Sun Xiang, salah satu pembunuh profesional Port Mafia kalah melawan anak kecil seperti itu.
Hank melangkah mendekati tubuh Arthur yang telah bersimbah darahnya sendiri. Dia ingin memastikan kematian anak itu sebelum melapor pada Federick dan kembali. Sembari berjalan, matanya menatap jasad Sun Jian dan Sun Xiang. Meskipun anak kecil, Arthur sepertinya tidak bisa dianggap remeh.
Anak itu mampu membunuh dengan sadis seperti apa yang telah dia lakukan pada rekan-rekannya. Lihat saja tubuh Sun Xiang yang tergantung di atas dengan leher yang robek dan mengeluarkan banyak darah. Sangat mengerikan bukan?
Hank melihat sekilas tubuh Arthur yang tekah terbujur kaku di lantai. Kakinya mencoba menggulingkan tubuh itu agar dia dapat melihat wajah Arthur. Tapi tiba-tiba, tubuh itu bangkit dengan cepat. Meninju perut Hank dengan kuat, menyebabkan pria itu terpental dan terguling di lantai yang dingin.
Baru saja Hank ingin mempersiapkan senjatanya, Arthur malah sudah berada di hadapannya. Dia kembali menendang Hank, hingga membuat tubuh itu melayang menuju Murasame yang tengah tertancap di lantai saking kuatnya tendangan yang Arthur lancarkan.
Tubuh Hank sempat beberapa kali terguling sebelum terbelah di pinggang menjadi dua bagian. Hank mati seketika.
"Ngh.... Ngh...ngh........" Arthur mengambil nafas banyak-banyak. Nafasnya tersengal akibat pertarungan yang baru saja dia lakukan. Tubuhnya terasa sakit di beberapa bagian.
"Beruntung berkat permintaanmu aku mampu menyembuhkan luka-lukamu dari pertarunganmu dan memperkecil efek dari tembakkan terakhir yang menembus tubuhmu. Jika tidak, mungkin saja kau sudah mati sekarang."
Arthur masih mengatur nafasnya yang tidak beraturan saat Alter tiba-tiba berujar. "Kau benar...ngh... Beruntung sekali aku, itu semua berkatmu..ngh... Alter," balas Arthur. Untuk sesaat, Arthur memilih mendudukkan dirinya di lantai, beristirahat sejenak sembari mengumpulkan kembali tenaganya yang terkuras sebelum mencari Taehyung di dalam gedung.
Setelah sepuluh menit berlalu, Arthur kembali berdiri. Dia berjalan menyiris lantai dua untuk mencari dimana Taehyung berada.
"Taehyung!!" panggil Arthur. "Keluarlah! Kau aman sekarang!!" selama beberapa menit mencari di lantai ini dan tak menemui hasil, Arthur melangkahkan kaki menuju lantai dasar. Kemungkinan besar Taehyung berada di sana.
"Taehyung!! Dimana kau?!" panggil Arthur lagi. Dari kejauhan, sayup-sayup Arthur mendengar suara deritan. Arthur segera menuju sumber suara itu.
Ternyata benar dugaannya, suara deritan itu berasal dari sebuah brangkas tua berwarna hitam yang terbuka. Sosok Taehyung yang tengah menekuk lutut dan menyembunyikan wajahnya di sana dengan tubuh yang bergetar muncul di sana. Arthur segera menghampiri Taehyung.
"Hei... Taehyung," panggil Arthur dengan pelan. Taehyung yang mendengarnya pun perlahan mengangkat kepala. Wajah Arthur yang tengah tersenyum lebar menatap dirinya. Ternyata dia tidak sedang berhalusinasi, orang yang memanggilnya sedari tadi memang Arthur.
"Arthur...." Taehyung langsung saja berhambur ke pelukan Arthur. Memeluk tubuh Arthur yang bermandikan darah itu dengan erat. Taehyung tidak peduli bajunya ikut kotor terkena darah. Dia hanya ingin mencari tempat yang aman untuk dirinya dan pria di depannya ini adalah orang yang dapat memberikannya rasa aman itu.

YOU ARE READING
ALTER
General Fiction[BOOK 2 OF 8 Fate Grand Order Series] Aksi Arthur belum selesai. Dengan bantuan Alter, Arthur mulai menyasar orang-orang yang tak terikat oleh hukum untuk dibunuh. Warna merah dan bau darah sudah menjadi favoritnya. Arthur sudah seperti serigal...