Rindu sama Lindu itu jelas Berbeda.
Jadi, jangan dipelat - pelatin.
Typo pewarna cerita 😅
"Oh ya Devana mana?" tanya Alan penasaran mampu membuyarkan gurauan para sahabatnya.
"Iya, dari tadi gak kelihatan?" ucap Bella pada Davina yang terlihat bingung.
"Loh bukannya Vana sekolah ? Gue fikir Devana ada sama kalian" ucap Davina sembari berfikir.
"Justru tadi Vana gak masuk sekolah Vin, gue kira dia jemput lo di rumah sakit. Emang dikamarnya gak ada?" sahut Bisma.
Davina langsung memanggil bi Sulis untuk menengok Devana dikamarnya.
Tak lama bi Sulis datang dengan wajah mengkhawatirkan. "Anu non, non Vana tidak ada dikamarnya, bibi cari di balkon, di ruang musik, di kamar mandinya di kolam, ditaman belakang juga tidak ada" ucap bi Sulis.
"Eh tapi tadi gue lihat di Garasi lo ada mobil Vana, mana mungkin kalau dia keluar gak pakai mobil" ucap Reno.
"Coba gue telfon ya" Davina langsung mengambil ponsel dari sakunya, ia mencoba menghubungi Vana yang ternyata tidak aktif. Membuat Vina semakin khawatir.
"Telfonnya gak aktif" lirih Vina. Yang lain juga mencoba mengkontak Devana. Meskipun hasilnya tetap nihil.
"Bi Sulis yakin Vana gak ada? Sapa tau nyelimpet diselokan atau dimana gitu, soalnya dia kan curut bi" canda Willi. Alan menoyornya membuat Willi meringis.
Daniel datang dengan rasa ingin tau, mengapa mereka semua tampak kebingungan.
"Ada apa kok kalian tegang gitu?" ucap Daniel. Geng NekekCrew merasa heran siapa pria Bule ini.
Juna menatap Daniel datar, kenapa dirumah gedongan seperti ini isinya orang bule - bule. Dasar Juna norak ya?
"Kakak tau Vana?" Daniel menggeleng seperti tidak tau apa - apa.
"Kakak juga dari tadi gak lihat. Kalian udah hubungi dia?" tanya Daniel kepada teman - teman Vina.
"Sudah kak, tapi gak aktif" sahut Velio.
"Yaudah kak Daniel cari dia dulu" Daniel meninggalkan mereka tiba - tiba Alan bangkit dan meminta agar ia ikut dengan Daniel.
Daniel membolehkan Alan ikut. Tapi, yang lain justru meminta ikut juga mencari Devana. Daniel sempat menolak. Tapi, Davina yang juga ingin ikut mencari membuat semuanya akhirnya ikut.
Sebagian dari mereka ikut dengan Alan, sebagian lagi ikut dengan Reno. Sedangkan Velio dan Davina ikut dengan Daniel.
Mereka membagi tugas tempat untuk menyebar. Dan akhirnya masing - masing dari mereka menelusuri jalan dan mencari tempat yang sekiranya sering dikunjungi Devana.
*****
Hari mulai malam, mereka yang sedari tadi mencari keberadaan Devana pun tidak kunjung bertemu. Mereka memutuskan untuk berhenti mencari Devana.
Motor mereka yang bocor sudah siap di Bengkel, ternyata Alda dan Clara menepati janjinya. Meskipun mereka tidak tahu bagaimana cara Alda dan Clara membawa motor mereka yang besar dan berat.
Velio meminta izin kepada Davina untuk pulang. Velio merasa lega karena dapat bertemu dengan Davina setelah Vina terbaring lemah di Rumah sakit. Velio membonceng Jose yang tadinya naik taksi menuju rumah Davina.
Sedangkan Juna membonceng Oca, Bisma membonceng Nadine, Bella yang bersama Reno, Willi yang masih sendiri begitupun Alan yang masih mengkhawatirkan Devana.
Davina menangis. Pasalnya, ia tidak dapat menemui Devana. Ia sangat merindukan Devana. Ia belum melihat saudara kembarnya sejak ia sadar dari komanya.
Daniel terus menenangkan Vina yang murung. Daniel mencoba mengabari David dan Ellina yang sibuk dengan pekerjaannya dan sama sekali tidak tahu kalau Devana tidak ada di rumah.
David dan Ellina tentu saja kaget, mereka merasa tidak bersalah atas kejadian kemarin malam.
David dan Ellina juga mencari Devana, tetapi apalah daya, mereka sama sekali tidak tahu dimana keberadaan putrinya.
*****
.tet.tet..tet...
Bel masuk sekolah berbunyi, Bella dan Bisma sedari tadi menunggu kedatangan Devana di Aula bawah merasa sangat khawatir.
"Aduhh udah masuk aja nih sekolah, Devana mana ya? Apa Vana gak masuk? Apa mungkin Vana belum ketemu? Aduhh gawat gawat gawat ini!!" keluh Bella sambil menghentak - hentakkan kakinya berjalan ke kanan dan ke kiri.
"Van lo dimana sih? Gue kangen teriakan lo, gue kangen lo marahin gue, gue kangen lo ngebully gue. Cepet balik !!" ucap Bisma. Bella menoyornya karena percuma Bisma mengatakan itu semua noh Vana juga gak denger.
"Jangan - jangan Vana diculik terus diambil organ tubuhnya terus di buang. Ahhh jangan sampek kejadian" oceh Bella sembarangan berbicara.
Reno yang tiba - tiba dibelakangnya langsung membekap mulut Bella.
"Hussh gak boleh bicara kayak gitu!" bisik Reno tepat ditelinga kiri Bella.
"Ya tapi kan sekarang musim penculikan Kak" bantah Bella. Bisma terlihat sangat sensi melihat mereka berdua.
Bisma memilih meninggalkan tanpa pamit. Meskipun Reno tau kalau Bisma pergi, Reno membiarkannya agar dapat berduaan dengan Bella pacarnya.
"Gue heran deh sama lo dek, kenapa lo sama Bisma itu lengket banget. Gue pacar lo aja kalah" ketus Reno dengan raut muka cemburu.
"Ih kakak mah, ya jelas lengket lah, orang kita aja sekelas apalagi sekelompok. Wajar, ya kan Bisma!" ucap Bella sambil menengok kesampingnya melihat Bisma yang tidak ada. "Dasar Bisma siput! Tega lo sama gue!" kesal Bella setelah mengetahui kalau Bisma meninggalkannya ke kelas.
Reno terkekeh, "lo entar bisa keluar?"
"Ya gimana ya kak, Devana aja belum ada kabar, gue masih belum tenang" ucap Bella.
"Yaudah gak papa, ditunda aja!"
.ghmm!!"...
Suara dari kejauhan. Bella dan Reno melihat ke sumber suara dan mendapati pak Rizal dengan suara peluitnya dan sedang melipat kedua tangannya di depan dada.
Bella dan Reno meringis. Mereka berlari menuju kelas mereka masing- masing.
*****
David memberantakan ruang kerja nya dengan sangat kesal. Pasalnya, ia tidak tahu dimana Devana sekarang, dan kalau sampai Devana tidak mau ditunangkan dengan Arnold, maka perusahaannya akan hancur.
David bahkan sudah melaporkan ke Polisi untuk beberapa hari ini Devana menghilang. Tapi, sampai saat ini belum ada kabar mengenai Devana.
Karyawan kantor pun prihatin dengan David yang semakin hari semakin menakutkan. Sebagaimana kesalahannya sering dilemparkan kepada karyawan yang sama sekali tidak bersalah.
David terjebak diantara bisnis dan kebahagiaan Devana. Ia juga sangat pusing mengurusi masalah reseksi hati untuk Davina.
Semua ini hanya karena UANG.
Kependekan gak?
Vomment guys!
*yang pengen tanya - tanya seputar cerita yuk add ID line: hayuningpuja
Atau bisa DM instagram @hayuning2
KAMU SEDANG MEMBACA
Look At Me
Teen Fiction-Cinta itu bagaikan api. Manfaatkan ia untuk mencapai semua kisah yang akan dituju. Jika kamu tak sanggup, cinta akan membakar dan menghancurkan semua yang kamu miliki- °°°°°°°°°° Gadis kembar yang terlibat dalam Cinta segitiga. Bernama Devana dan D...
