34. Real feeling (2) 🎭

18 3 0
                                        

Herman melihat layar ponselnya karena mendapat notif pesan dari nomer yang belum diketahuinya setelah mendapat panggilan yang tidak dijawab karena sengaja ia silent , ada meeting perusahaan.

Herman kaget ketika membaca pesan tersebut. Dengan cepat, ia menyuruh perwakilan perusahaannya untuk menggantikan posisinya saat itu.

Herman juga menelpon Arnold, meskipun mereka musuhan tapi Herman harus menyatukan mereka sebagai adik dan kakak.

Setelah itu, Herman bergegas menuju Rumah sakit Delta Surya.

Arnold yang berada dirumahpun tidak ada kagetnya sama sekali, meskipun Alda dan Clara masih berada bersamanya sangat marah, tidak membuat Arnold sedih sedikitpun.

Arnold justru senang dan merasa menang, meskipun ia tidak mendapatkan Devana dalam waktu singkat setidaknya ia bisa memusnahkan Alan terlebih dahulu.

Alda sangat heran dengan laki - laki didepannya saat ini, mengapa ia seperti seorang mafia?

"Arnold !! Katakan sekarang dimana Alan dan bagaimana keadaannya sekarang !!" bentak Alda dengan nada tinggi.

Arnold membalikkan tubuhnya, tatapannya tajam seakan ingin menerkam perempuan dihadapannya sekarang.

"Mau apa kamu?" tanya Arnold sinis.

"Gue cinta sama Alan, gue akan ngelakuin apa aja asalkan tidak kehilangan dia, inget ya Nold keputusan gue buat melaporkan kamu ke polisi itu BUKAN omong kosong !! Karena gue pastikan punya bukti, katakan sekarang DIMANA Alan ?" bentak Alda sekali lagi.

"Rupanya kamu berani melawan aku? Kamu fikir kamu siapa? Kalau aku dipenjara saya pastikan juga kamu dipenjara !" bentak Arnold tidak kalah nyaring disudut ruangan, "Kalau lo mau tau dimana laki-laki brengsek itu sekarang, lo datengin kuburan. Dia sudah MATI !!" lanjut Arnold sambil mendekatkan wajahnya diwajah Alda.

Jelas saja Alda terkejut mendengar ucapan Arnold, tapi Alda tidak begitu percaya dengan ucapannya.

Clara menarik lengan Alda untuk pergi, mereka memutuskan mencari kebenarannya.

*****

Bunyi klakson mobil terdengar diluar pagar rumah Bella, segera satpam membukakan pintu pagarnya agar mobil masuk kedalam halaman.

Reno membukakan pintu untuk Bella keluar, dengan sangat lelah Bella dituntun oleh Reno menuju teras rumah.

.tokk..tok..tok..

"Iya masuk!" teriak ibu Bella yang sedang duduk disofa tamu.

Bella dan Reno masuk dan bertemu dengan Nadine dan Bisma sedang bertamu dirumah.

"Loh Bella, kamu dari mana saja mama nyari'in kamu loh!" ucao ibu Bella khawatir.

"Iya Bell, lo kemana aja sih kayak anak curut aja mulai suka ngilang" ceplos Bisma.

"Maaf Ma, ceritanya panjang dan Bella pengen istirahat !" keluh Bella.

Kemudian Ibunya menyuruh Nadine mengantarnya ke kamar.

"Bro, sebenarnya ada apa sih? Lo kemanain tuh si Bella dari semalem? Lo gak nyelakain dia kan?" tanya Bisma.

Ibunya Bella juga merasa penasaran, sebenarnya ada apa? Apa yang terjadi dengan anaknya?

"Iya nak, kok Bella sangat pucat dan kecapekan, kamu gak ngapa- ngapain dia kan?" tanya ibunya Bella.

"Enggak kok tan, Reno juga minta maaf karena gak izin sama tante karena saya dan Bella benar - benar tidak sempat" ujar Reno.

Look At MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang