-Cinta.. Masihkah kau lebih berharga dari yang paling berharga??-
Velio pov
Kali ini berbeda.
Aku merasakan ada getaran ketika bertemu dengan Gadis itu, ada sepercah harapan untuk dapat memilikinya. Aku sempat mengacuhkan perasaan ini dari awal bertemu dengannya. Tapi, entah kenapa perasaan ini tumbuh lagi dan lagi..
Aku merapikan seluruh buku yang berserakan dibangku. Begitupun dengan Jose teman sebangku.
"Vel, anterin gue cek-up ya. Nyokap gue gak ada dirumah!" Velio mengangguk.
"Velio.. Mau kemana? Langsung pulang aja nih? Jalan yuk, udah lama loh gak jalan bareng?" ucap Clara yang membuat bising telingaku.
"Gue gak bisa!"
Clara terus membantah, ini sudah menjadi kebiasaan untuk selalu bertingkah layaknya aku ini pacarnya.
Aku mengabaikannya dan bergegas menuju parkiran untuk mengantar Jose tapi, aku melihat Davina.
Ia bersama Devana yang tersenyum manis padaku, aku membalas senyumannya.
"Lo suka sama Davina apa Devana sih?" tanya Jose.
"Davina"
"Wolahh lo jatuh cinta beneran nih? Tembak aja!! Keburu dingin haha"
"Besok kali, bantuin gue bro!"
"Lo serius? Wehh gak bercanda lu? Temen gue jatuh cinta ciyeee uhuyyy piuwitt"
Aku mengatakan pada Jose serius.. Tidak bohong, jujur dari hati yang paling dalam *eaaa
*****
Alan pov
Yahh kali ini Alan dan kawan-kawan pulang lebih dahulu.. Seperti biasa, mereka sedang berada di hiburan malam. Minum minuman keras, merokok, menggoda Wanita, itulah pekerjaannya sampai mereka benar-benar mabuk.
"Devana..." ucap Alan dari luar sadarnya.
"Ngapain Vana Lan?" ucap Reno yang lebih waras dibandingkan ketiga sahabatnya.
"Gue cinta sama dia"
Reno memaklumi itu. "Lo tebas aja dia.. Tembak jedorr.. Tapi, jangan ngasal kayak dulu" sambungnya.
"Ahh itu mah gampang"
Tiba-tiba Alda menghampiri Alan yang sedang mabuk.
"Alan ikut gue!" ucapnya sembari menarik tangan Alan. Tapi, tangannya dicekal oleh Reno.
"Lo apa'an sih Ren! Gak usah ikut campur urusan gue" bentak Alda.
Tangan Reno ditepis Alda, Alan yang masih dalam kondisi mabuk dibawa oleh Alda ke arah mobilnya.
Lalu bagaimana dengan yang lain?
Mabuk kepayang.
"Mau apa sih Al.. Gue tuh capek" ucap Alan.
"Gue mau lo ngasih penjelasan ke gue. Kenapa lo menjauh dan benci sama gue? Salahnya tuh apa?"
Alan menatap Alda dengan tajam membuat Alda sedikit cemas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Look At Me
Teen Fiction-Cinta itu bagaikan api. Manfaatkan ia untuk mencapai semua kisah yang akan dituju. Jika kamu tak sanggup, cinta akan membakar dan menghancurkan semua yang kamu miliki- °°°°°°°°°° Gadis kembar yang terlibat dalam Cinta segitiga. Bernama Devana dan D...
