18. Devana Arcella Bhaskara🎭

55 5 0
                                        

Ketika orang yang kita Cintai, mencintai orang yang kita Sayangi..
Dan Ketika orang yang kita Sayangi juga mencintai orang yang kita Cintai..
Hal yang dapat dilakukan hanyalah mempercayai takdir..
Takdir yang patut  dihargai..

^^^^^

.Bel masuk sekolah berbunyi.

Bella dan Bisma yang bosan mengkontak Devana yang sudah 1 minggu tidak masuk sekolah, tanpa Alasan.

Berbagai macam cara agar Vana masuk tetap saja tidak membuahkan hasil. Pasalnya, walaupun mereka sudah menghampiri rumah Vana, mencari ke tempat kesukaannya tetap tidak bertemu. Hassh Devana memang seperti curut! Nyusahin orang! Keluhan Bisma yang terus mengutuk Vana.

Kini mereka terkejut dengan kehadiran bapak-bapak yang sebelumnya tak mereka kenal, datang bersama Pak Rizal.

"Behh, sapa lagi tuh orang, tampang serem banget.. Bu Ajeng sifatnya bisa digandakan juga ya?" keluh salah satu siswa dikelas Xipa-2.

"Ghm.. Anak-anak sebelum pelajaran dimulai sedikit ada informasi yang disampaikan dari antar kelas. Bahwa orang yang bersama saya adalah pemilik sekolah ini yang menitipkan sekolah ini ke saya, Namanya Pak Herman.. Pasti kalian sudah pernah mendengarnya.. Saya harap kalian bisa menghormati pak Herman selaku pemilik sekolah ini" ujar Pak Rizal. Orang yang disebut Pak Herman itu tersenyum ramah.

Selamat pagi pak Herman

"Selamat pagi juga murid sekalian" Ucap Herman.

Bella dam Bisma yang memperhatikan Herman merasa kaget ketika mendengar suara Buku jatuh dari depan pintu kelasnya.

Rupanya, Devana yang diam melongo sembari melihat Herman.

Seluruh siswa didalam kelas sekaligus Herman dan Rizal memperhatikan Devana.

"Kamu terlambat? Cepat duduk!" perintah  Rizal.

Bella dan Bisma mengkode Devana agar masuk dan duduk. Tapi Vana tetap diam, memang dasar anak Aneh.

Herman melihat orang yang tidak asing didepan pintu, Ia menghampiri Devana.

"Devana?" Sapa antusias Herman.

"Om Herman?" jawab Vana.

"Kamu sekolah disini? Silahkan masuk!"

Devana merasa bingung dengan Herman yang menyuruhnya masuk. Memang dia siapa nyuruh Devana masuk? dan kenapa bisa disini? Tanya Devana dalam hati.

"Om Herman ngapain ada disini? Minta sumbangan?" tanya Vana sembarangan. Bella dan Bisma memaklumi mulut Vana yang tidak bisa dikondisikan.

Pak Rizal membantah Ucapan Vana tapi Devana tidak merasa bersalah sedikitpun.

"Jadi yang di maksud Herman pemilik sekolah ini itu Om Herman? Iya?" Herman dan Rizal mengangguk.

Look At MeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang