"HP gue rusak!" bentak Bella.
"Ya ampun. Calm yourself." kata Ezra.
"Ini gara-gara lo tidurin HP gue! Jadinya gini, nih." ketus Bella.
"Yah, kalo ditidurin sih, HP lo gak bakalan rusak." sanggah Ezra. "Tapi hamil.".
"Iiiih! Bukan tidur itu maksud gue! Tadi tuh lu tiduran di sofa, dan ada HP gue dibawahnya!" ujar Bella.
Ezra mengeluarkan napas pendek. "Ya udah, entar gue belikan yang baru.".
Bella terbelalak. "Bohong?".
Ezra mendecakkan lidahnya. "Seriusan.".
"Masa? Gak bohong, nih? Beneran lo belikan HP baru untuk gue?" tanya Bella lagi dengan pasti.
"Iya, tapi yang mainan.".
Bella memekik jengkel. "Kesel, ah!".
Ezra hanya tertawa ngakak melihat ekspresi Bella.
Menyandarkan punggungnya ke sofa, Bella mendecakkan lidahnya berulang kali sembari menatap Ezra yang masih asyik menertawakan dirinya.
"Udah ketawanya?" tanya Bella setelah gelak tawa Ezra mereda.
"Ya udah. Besok, selesai ngumpulin skripsi, kita ke mal. Entar kita cari tempat untuk nge-service ponsel. Dan gue yang bayarin." ucap Ezra sambil tersenyum kearah Bella.
Bella mengerucutkan bibirnya. "Tapi, besok gue ada kelas tambahan di kuliah untuk mengejar materi yang ketinggalan.".
"Tuh, kan. Salah siapa.".
Bella berdecih kesal. "Iiih! Bete, ah!".
Ezra lagi-lagi dibuat ketawa oleh Bella.
---:-:-:---
Eliza, adiknya Ezra, melihat Ezra sedang menuangkan susu cair ke dalam mangkuk serealnya.
"Tumben sarapannya makan sereal? Biasanya minum kopi dan makan roti bakar." cetus Eliza sambil membuka gelungan ikat rambutnya.
"Suka-suka gue." ujar Ezra. Ia mencibir. "Adik bawel.".
Eliza memutar matanya. "Pasti ada sesuatunya dengan Bella? Bella Regalosyia. Namanya belakangnya susah amat.".
"Shhh. Bawel, ah. Berisik.".
Eliza menarik napas. "Gimana? Gimana lo sama Bella?".
"Apanya gimana?" tanggap Ezra datar.
"Perkembangannya?".
"Yah, ada kemajuan, lah." jawab Ezra kali ini sambil menyengir.
"Mending lo fokus kerjain skripsi lo, biar bisa lulus S2. Baru lo kejar si Bella.", usul Eliza.
"My lovely sister, skripsi gue udah selesai. Dan gue berencana untuk melamarnya nanti pas kelulusan. Entar kan gue sama Bella sama-sama lulus. Well, kami harus sama-sama lulus. Jangan sampai gak lulus." ucap Ezra panjang.
"Oh, ya sudah. Good luck.".
Ezra mengecup pipi adiknya sekilas.
---:-:-:---
"Bella." Ezra mulai merajuk. "Udahan dong marahnya. Kemarin gak marah, kok sekarang marah?".
KAMU SEDANG MEMBACA
He's Axel
Teen FictionEliza tidak tahu kenapa cowok berbadan kurus ceking dan jangkung itu selalu mengganggu dan membuatnya kesal. Selalu ada saja ledekan yang membuatnya benci kepada cowok itu. Cowok itu juga selalu berhasil membuatnya menahan seluruh emosi sampai di ti...
