4

84 12 0
                                    

Valent kembali ke tempat duduknya setelah dia mengangguk dan tersenyum lalu pergi. Aku pun melanjutkan kegiatan ku tadi.

Baru saja aku mendapatkan posisi nyaman. Lengan vivian mengguncang tangan ku bermaksud untuk membangunkan ku.

Astagahhhhh.. Emang ga ada yang senang ya kalo aku lagi tenang. Ada aja yang ganggu. Batinku.

"Apa vian apa?" Tanya ku dengan muka mewek.

"Lo kok jutek gitu jawab pertanyaannya si valent. Kan dia nanya baik-baik sama lo." Tanya nya dengan muka polos.

Astaga ya Tuhan.. apa salah hamba mu ini.. Pertanyaan yang tidak penting itu membuat ku kehilangan posisi nyaman.

Aku hanya mendengus menanggapi pertanyaan vivian tadi. Tak lama kemudian, guru MTK masuk dengan diikuti randhi di belakangnya.

Ketika randhi menuju tempat duduknya, dia sempat mandang gue sambil senyam-senyum ga jelas.

Fix. Si curut itu emang aneh. Batinku.

●●●

Bel pulang pun berbunyi. Ketua kelas mulai menyiapkan dan memberi hormat. Setelah itu kami semua menyalami guru yang masih tergolong muda yang mempunyai dua anak itu. Guru itu pergi meninggalkan kami.

Aku pun kembali ke tempat duduk dan mulai merapikan buku ku. Saat gue keluar kelas, TriskaPida udah ada. Kami pun pulang, menuruni tangga sama-sama dan berpisah di halte karna mama ku sudah menjemput.

"Eh.. itu mak gue tuu. Gue deluan ya triss,pid.." pamit ku melambaikan tangan ke mereka dua.

Mereka membalas lambaian tangan dan tersenyum.

Pas aku sampai di tempat mama ku, aku mencium tangannya lalu naik ke motornya mama.

Selama di perjalanan..

"Gimana tadi belajarnya?" Tanya mama.

"Baik-baik kok maa.. Cuman tadii ituu.." jawab ku ragu mau menceritakan kejadian tadi.

"Kenapa? Kamu dihukum? Karna ngelamun lagi? Aduuhh.. kan mama udah bilang berulang-ulang kali sama kamu. Jangan melamun dikelas. Kamu itu udah kelas 9 nona. Fokus belajarr, biar kamu bisa masuk SMA. Biar masa depan kamu baguss. Jangan bikin orang tua kamu ini kecewa ya non. Kamu anak cewek satu-satunya." Jelas mama sambil tetap fokus ke jalanan.

"Iyaaa mam iyaa, maap.." jawabku dengan suara yang pelan. Kalau mama sudah mengatakan jangan bikin ortu kecewa. Aku tidak bisa apa-apa lagi.

Sesampainya dirumah..

"Kamu ganti baju, cuci muka, habis itu belajar. Ulangin pelajaran apa yang kamu pelajari tadi. Biar ga lupa" titah mama.

Kata-kata itu yang selalu mama ulangi setiap kali aku pulang sekolah. Mama bisa dibilang orang yang over didalam proses pelajaran gue. But, mama ga se over dulu. Mama memberi kelonggaran karna waktu SD aku sampe mimisan gara-gara belajar sampe larut malam.

Mama bilang ini untuk kebaikan ku. Mama bilang ini semua buat aku sukses. Yaa. Itulah pendapat mama.

Setelah aku selesai mengganti baju, aku cuci muka lalu masuk ke kamar untuk belajar.

●●●

"Masih belajar?" Bg andrey masuk ke kamar ku setelah mengetuk pintu.

Fyi. Bg andrey anak pertama. Sebenarnya nama dia Andre Rayner Fadella. Cuman aku saja yang manggil dia andrey, singkatnya sih bg drey.

"Masih bg drey" jawab ku menoleh ke arahnya.

"Udahh, kamu pause dulu belajarnya. Ga capek apa? Di sekolah belajar, di rumah belajar. Ntar malam kamu les lagi. Mumpung ini masih sore, temenin abg cari makan yaa. Laparrr" pintanya sambil memegang perutnya.

"Siapp boss. Bentar ya rapiin ini dulu" jawabku sambil merapikan buku-buku tadi

Setelah bg drey pamitan sama mama, kami pun pergi menaiki motor gede milik bg drey. Jujur. Naik motor gede itu ribet loo. Udah lah tinggi, jog untuk penumpang pun kecil.

Dia memarkirkan motornya di depan Alfarmat.

"Katanya mau cari makan, kok kesini?" Tanya ku sambil turun dari motornya.

"Emg disini ga jual makanan? Udah ah. Masuk." Jawabnya lalu pergi masuk.

Aku mengikutinya dari belakang. Dia mengambil keranjang lalu berjalan ke arah rak khusus cemilan.

Dia mengambil berbagai macam jenis cemilan. Dia asik memilih.

"Nona mau beli apa?" Tanyanya. Yaa, abg ku yang satu ini masih memanggil ku dengan sebutan nona.

"Aku beli nutirboost aja bg drey." Jawab ku sambil berjalan ke arah lemari pendingin minuman.

Bg drey orangnya pekaan. Dia ngerti keadaan gue gimana. Gue bisa curhat apa aja kecuali tentang cowok ato doi ato apalah itu. Dia paling anti gue cerita-cerita tentang cowok. Kecuali itu teman gue, dan dia tau yang mana orangnya.

"Udah beli banyak-banyak, tau-tau dompet tinggal. Kan ga lucu." Katanya bercanda.

Aku hanya ketawa cekikikan.

Kami pun berjalan ke arah kasir. Menunggu antrian hingga tiba giliran kami.

"125.000 mas. Ada kartu membernya?" Tanya petugas yang masih menatap layar monitor.

Bg drey memberi member card nya.

"Totalnya jadi 120.000 mas. Mau isi pulsa sekalian?" Tanya kasir itu lagi.

"Engga mbaa" jawab bg andre sambil mengambil bungkusan belanja.

"Trimakasih sudah berbelanja disini." Kata kasir itu lagi.

Kami pun melangkah ke arah parkir motor bg drey. Dia menyerahkan bungkusan tadi ke gue lalu menaiki motornya. Dia mengambilnya lagi lalu gue pun naik. Dia menyerahkannya lagi ke gue dengan maksud gue yang megang itu bungkusan.
Diperjalanan..

"Non..?" Panggil bg drey.

"Apa bg?" Jawabku sambil meletakkan dagu ku ke pundaknya agar bisa dengar lebih jelas.

"Tadi kasir nya bilang mau isi pulsa sekalian, padahal itu cara modus dia biar dapat no hp abg" ucap bg drey dengan pedenya.

"Dihh, pede bener dahh" jawab ku sambil tertawa.

Bg drey pun ikut tertawa.

Sesampainya dirumah. Aku meletakkan bungkusan tadi di atas meja. Abg-abg gue yang lain pun keluar.

"Dengar aja bunyi plastik langsung keluar lo dari kamar" kata bg drey ke adik kembarnya itu.

"Wiss.. jelas ya geng.." kata bg zo sambil merangkul bg drey. Sedangkan bg yo sudah membuka salah satu cemilan yang sudah dibeli.

"Dihh, tukar baju dulu kalik bg yoo. Baru pulang kerja juga.. Bg zo juga ganti baju dulu gih" titah ku ke mereka. Tapi mereka malah mengacangiku.

"Banyak kali lah mu beli ni an" kata mama ke bg drey. Papa mama, bg zo bg yo,manggil bg drey dengan sebutan "an" cuman gue disini yang manggil dia "drey".

"Gapapa lah mam, sekali-sekali." Jawab bg drey sambil merangkul mama.

Tak lama kemudian, suara mobil papa terdengar. Papa berangkat kerja jam stengah 6 pagi. Pulang jam 5 sore.

"Hai paa" sapa ku ketika papa sudah turun dari mobilnya dan membukakan pagar.

"Eng.. mana mama?" Tanya papa yang berjalan disamping ku. Itu pertanyaan yang selalu ditanya papa ketika papa pulang.

"Ada didalam." Jawabku sambil mengambil alih tas papa.

Kami pun berkumpul di ruang keluarga. Cerita-cerita. Bercanda tawa. Hingga jam 6 sore aku pun memutuskan untuk mandi karna harus pergi les.

~~~

Yooo
Gewe update gaess..
Kali ini menceritakan tentang keluarga author.
Lagi-lagi author mencampurkan antara aku dan gue.
Kadang author ambil nyamannya. Kalo disitu nyamannya pake aku, yaa pake itu. Begitu sebaliknya.
Jan lupa ninggalin jejak yaa😄😄
Vote and comment tentunya😉😉
Keep reading gaesss😆😆
Saranghae♡♡♡

Our LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang