Bagian 7

6.7K 454 37
                                    


DEG!

Kedua mata Rena terbuka,langsung menatap langit-langit diatasnya.

Kembali dia memejamkan mata,karena matanya terasa panas,perih dan lengket.

Kilasan kejadian yang menimpanya dua hari lalu,dan kejadian beberapa jam lalu langsung menyerbu masuk dalam ingatannya seperti penampakan film yang rolnya rusak.

Dia ingin menangis tapi rasanya air matanya sudah mengering.
Kembali dia membuka mana setelah menarik nafas panjang,kepalanya menoleh kekiri.

Pria jahat itu terlelap dengan tenang,nafas teratur dan sebelah tangan memeluk perutnya yang hanya ditutupi selimut,Rena sadar dibalik selimut mereka sama-sama tidak mengenakan apapun,dan itu kembali menohok hatinya membuat matanya kembali terasa panas.

"Rena anak yang kuat kan da gede ga boleh nangis lagi ya sayang,Rena ga sendiri kak Rendy yang nemenin Rena."
Terngiang kata-kata penghiburan ibu dan ayahnya.

Dulu setiap kedua orang tuanya akan meninggalkannya keluar kota atau keluar negri,Rena pasti menangis dan merengek untuk tidak ditinggal atau ingin ikut.

Tapi 2 tahun belakangan dia mulai terbiasa ditinggal berhari-hari bahkan berbulan-bulan karena selalu ada Rendy yang menemaninya dan membuat dia tidak kesepian.
Ditambah sahabatnya disekolah si kembar yang selalu menempelinya jika Rendy sedang sibuk disekolah.

Perlahan dia mengusap sudut kedua matanya yang mulai basah,matanya berputar mencari sesuatu yang menunjukan waktu,dimeja nakas jarum panjang jam meja itu menunjukan angka 3,berarti masih pukul 3 subuh,pantas saja masih terlihat gelap,batinnya.

Sangat pelan anak itu menyingkirkan tangan William dari atas perutnya,kemudian beranjak turun dari ranjang.
Hampir dia tersungkur jatuh karena rasa lemas pada kedua kakinya dan rasa sakit sekujur tubuhnya terutama kewanitaannya.

*
*

Rena sebisa mungkin berjalan normal sembari menahan perih diselangkangannya,begitu sepasang kakinya melangkah keluar dari lift Loby Apartemen.

Dia hanya tersenyum kikuk saat Dua orang security yang berjaga  mengangguk ramah padanya,karena mengira dia penghuni salah satu Apartemen mewah ini saat dia melintas.

"Non mau kemana subuh-subuh begini?"
Tanya salah satunya Security yang lebih tua melirik ransel yang Rena jinjing.

Selama Shift malam maupun pagi,Dia merasa belum pernah melihat anak ini selama bekerja di Apartemen mewah ini,tapi bisa saja dia anak salah satu penghuni apartemen yang tinggal atau sekolah diluar negri mengingat penghuni Apartment dari kalangan berduit.

Rena berusaha untuk tidak gugup, Ransel miliknya dia jinjing karena pundaknya terasa sakit.
Dia tidak ingin tertangkap William dan mengalami pelecehan kembali.

Sambil melangkah menahan sakit,Matanya melirik melalui pintu kaca Loby,diluar nampak berjejer Taxy biru dari perusahan Taxy yang lumayan terpercaya.
Bangunan Apartment ini memang berada di kawasan pusat Kota yang dikelilingi Mall dan Hotel.

"Mau ke Bandara pak,Taxy yang saya pesan sudah menunggu didepan."
Bohongnya spontan berusaha tersenyum ramah dia ingin cepat-cepat keluar dari Neraka ini.

Kini dia bisa bernafas lega setelah duduk disalah satu Taxy yang sedang berjalan untuk mengantar nya pulang.
Dia tadi berbohong pada Security tua itu,dan membuatnya merasa bersalah.
Belakangan ini dia banyak berbohong.

Setelah perjalanan hampir 1 jam akhirnya mereka tiba didepan pagar rumah Rena.
Security yang berjaga didepan sedikit tergopoh berlari keluar setelah melihat dari CCTV putri boss nya pulang entah dari mana diantar Taxy.

NEVER BE THE SAME ( SLOW )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang