Rena mengandeng Ren sepanjang lorong rumah sakit,anak itu bersikeras sekarang dia sudah besar dan tidak ingin di gendong ibunya,yang membuat Rena terheran-heran jika dengan Rendy,pria kecilnya ini manjanya minta ampun,kemana-mana minta di gendong.
Tanpa sadar Rena berfikir menegur Rendy untuk tidak terlalu memanjakan Ren.Tapi mereka saat ini tidak ada hubungan apa-apa bukan?
Sekalipun Rendy ayah biologisnya Ren,juga sudah memohon padanya untuk menikah?
Tapi Rendy bukannya masih bertunangan dengan Angel?Aish!
Tanpa sadar Rena sudah memukul-mukul kepalanya sendiri,dan tersadar oleh teriakan Ren yang sudah berdiri jauh di depannya."Mommy cepaaat!"
Mereka memang diminta Rika mengunjungi nya di Rumah sakit tempat Rika bekerja,sekaligus pemeriksaan Ren pasca operasi beberapa waktu lalu.
Rendy nanti yang akan menjemput mereka jika pekerjaan nya sudah selesai."Ren senang mau ketemu onty Rika?"
Ledek Rena karena Ren sedari tadi bersenandung tidak jelas sambil melompat-lompat kecil."Aunty mom bukan onty."
Rena sampai menganga atas ralat yang Ren buat,sejak kapan pria kecilnya selalu mengkritiknya?
padahal dari dulu Ren suka memanggil Rika dengan sebutan 'onty lika' sekalipun Ren ga cadel,tapi anak itu tetap melanjutkan senandungnya tanpa menghiraukan ibunya yang melotot padanya.🍃
"Aunty Rikaaaa."
Pintu ruangan Rika terbuka menyusul pekikan senang Ren yang menghambur masuk membuat Rika yang mengerjakan sesuatu di meja buru-buru berdiri menghampiri bocah itu."Haaaa Ren-Ren da gede ya,da ga cadel lagi."
Rika menertawakan Ren yang memeluknya dengan erat."Ren sekarang da ga sakit lagi Aunty,Ren juga da punya teman sekolah,namanya Yugen,sekarang Ren juga sudah punya papa."
Pamer Ren bangga.Ucapan terakhir Ren membuat Rika mengernyit kemudian menatap Rena yang pura-pura sibuk memperhatikan sekeliling ruangan kerja Rika.
"Kita perlu bicara setelah ini Rena."
🍃
"Rendy baik-baik saja disini Haelmoni,jangan khawatir karena paman Kim selalu menjaga ku dengan begitu baik."
Ucapan Rendy di ujung telfon nya terdengar sopan,tapi jelas Rendy menyindir nenek nya yang bersikeras tidak ingin memulangkan pria berwajah kaku pengawal merangkap supir Rendy ke Korea.Konyol saja hari gini siapa juga yang ingin mencelakainya,dia bukan orang politik yang penuh intrik kotor menjijikan atau pun seorang pangeran.
Oke dia ralat pemikiran nya terakhir,konon kata nenek nya Rendy masih keturunan Raja Korea jaman dahulu,untuk itu lah dia kini menyandang nama Joseon dibelakang nama nya,tapi ayolah ini jaman modern,sudah tidak ada saling bunuh untuk perebutan takhta kerajaan!
Lagipula Korea Selatan sekarang menganut sistem Presidensial,jadi tidak mungkin dia akan di celakai seperti jaman kerajaan."Baiklah jika semua urusan disini selesai,Rendy akan mengajak Rena juga Ren-Ren mengunjungi Abeoji dan Haelmoni di sana."
Setelah lebih dari lima menit menutup telfon,Rendy masih termenung di kursi belakang meja kerjanya,dia tidak menyangka hidupnya akan jadi serumit ini,Neneknya tipe wanita yang masih menjunjung tinggi budaya leluhur,tapi Rendy tau wanita tua itu sangat menyayanginya,dan menuruti apapun permintaannya,termasuk mengurus semua dokumen Ren dan Rena.
Ayahnya?
Entahlah Rendy hanya beberapa kali bertemu pria tua itu,pria itu tidak banyak bicara,dan tatapan matanya selalu sedih setiap menatap Rendy,entah apa yang dia pikirkan,Rendy tidak ingin tau lebih jauh.

KAMU SEDANG MEMBACA
NEVER BE THE SAME ( SLOW )
RomantikAda mitos yang mengatakan 'Tidak ada Cinta pertama yang berakhir bahagia.' Rendy dan Rena,dua anak yang kurang kasih sayang orang tua masing-masing membuat mereka sangat dekat dan saling menyayangi sedari Balita, sampai tanpa mereka sadari mereka...