NB 15

4.4K 500 33
                                    

Bukan sengaja update lama, tapi penulis nyambi nguli dari pagi ampe magrib,kadang lembur pulang malam.
Belom lagi kalo ada film bagus baru keluar ato disc barang favorite,penulis bisa kelayapan pulang tengah malam.
Jadi kalo update kelamaan harap maklum.
😂😂😂😂😂

Yang suka enjoy.
Ga suka lewatin aja.

😊

***********

Pagi-pagi sekali Rena sudah bangun dan mandi,perasaannya sedikit lebih enak,dia tidak tau kenapa tiba-tiba dia ingin bangun dan mandi sepagi ini.
Dia duduk dikursi meja rias menyisir rambut panjangnya sambil memikirkan Rendy.

Pintu kamarnya terbuka dan masuklah Rendy.
Segera Rena berdiri,mereka bertatapan beberapa saat.

Jantung Rena berdetak bahagia,rasanya sudah lama sekali dia tidak melihat Rendy pria yang begitu dicintai dan membuatnya tergantung,tidak sia-sia dia bangun dan berbenah pagi-pagi buta.

Sekalipun wajah Rendy terlihat pucat mata merah dan berkantung,tapi pria itu sudah berpakaian begitu rapi mengenakan hodie diluar kaos nya.
Rena teringat jika Rendy akan pergi meninggalkannya.

"Kak Rendy."
Lirihnya sendu.

Mata Rendy memicing menatap perut Rena yang masih rata,
Dia ingat pertengkaran pertama kali dalam hidupnya dengan kedua orang tuanya dan tamparan Zavone gara-gara anak ini semalam.

Sudut bibir Rendy membentuk senyum sinis,kemudian melangkah melewati Rena menuju lemari pakaian nya,membiarkan pintu kamar Rena terbuka lebar.

Rena membeku,
"Bahkan untuk membalas sapaanku saja kak Rendy tidak sudi."
Batinnya semakin sedih.

Hati Rena berdenyut sakit dan sesak,tanpa bisa ditahan air mata mengalir turun dipipinya.

Tiba-tiba perutnya bergejolak,Rena berlari kekamar mandi,sudut matanya sempat melirik Rendy yang nampak sibuk memasukan beberapa pakaian dan dokumen dari dalam lemari kedalam koper.
Ingin dia bertanya tapi cairan muntah sudah diujung tenggorokan.

Tangan Rendy berhenti memasukan pakaian dalam koper,
melirik ke pintu kamar mandi yang tidak tertutup,suara muntahan Rena terdengar berkali-kali,hatinya bimbang antara khawatir dan benci, Rena terlihat pucat dan semakin kurus terlihat sangat menderita.

Rendy memukul kepalanya sendiri saat ingatan akan tubuh telanjang Rena menunggangi William sambil mengeluarkan ucapan bagai seorang pelacur memuaskan pelanggan.

Ga!
Dia ga boleh iba,Rena jalang kecil penghianat yang binal,dia tidak akan tertipu oleh Wajah polos nya lagi.
Umpat Rendy pada dirinya sendiri.

Rendy menutup kopernya dan berjalan keluar kamar sambil menarik koper.

"Kak Rendy mau kemana?"
Disana depan kamar mandi Rena berdiri mematung,sebelah tangan menopak tubuhnya yang lemas pada kusen pintu.

Rendy melirik sekilas lewat pundaknya tanpa berniat menoleh,dia tidak ingin hatinya berubah jika menatap Rena lebih lama.

Pria itu kembali melanjutkan langkahnya sambil menyeret koper.
Tidak ingin kehilangan Rendy,Rena nekad berlari terseok-seok dan memeluk tubuh Rendy erat dari belakang,mau tak mau Rendy menghentikan langkahnya.

"Jangan pergi...
Rena mohon kak..."
Isaknya.

"Lepas!"

Mata Rena terbelalak,jantung nya terasa ditancap pedang sedingin es mendengar ucapan singkat Rendy yang terdengar sarat kebencian.
Tapi Rena tidak menyerah dan semakin mengeratkan pelukan diperut Rendy dengan tubuh gemetar.

NEVER BE THE SAME ( SLOW )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang