Kenyataan itu ibarat menelan pil pahit
Awalnya memang pahit
Tapi setelah itu kamu bisa sembuh
Dari sakit
Hari yang sangat buruk buat ku.
Aku masuk rumah dengan tanpa semangat"Assalamualaikum bund"
"Walaikumsalam, lho kok pulang lagi ngel??"
"Iya bund, angel gak enak badan"(maafin angel bund, angel gak maksud bohong)
"Lho kenapa?sini bunda liat, ke dokter ya??"
"Gak usah bund, angel cuma butuh istirahat aja"
Aku merasa saat itu aku sangat berlebihan, bukan karna apa-apa tapi karna nevin adalah cinta pertama sekaligus pacar pertamaku.
"Ya udah kamu ke kamar nanti bunda buatin teh panas"
"Iya bund, makasih ya"
Akhirnya dara kerumahku untuk memastikan keadaan ku dan mencari tahu alasanku tidak masuk.
"Bunda, angel ada??"tanya dara pada bunda"
"Ada di kamarnya ra lagi istirahat"
"Oh iya bund, dara langsung ke kamar aja ya??"Dara memang sudah biasa disini atau mungkin terlalu biasa karena saking seringnya dia kerumahku.
Tok..tok.."ngel, ni gue dara boleh masuk ya??"
"Iya masuk aja ra gak di kunci"
Dara terlihat khawatir"Kamu kenapa ngel??"
"Gak kenapa kenapa ra, tumben kamu sopan banget tadi pake ketok pintu segala.. "
"Yee, gak sopan loe marahin sekarang gue sopan malah loe bilang tumben"
Angel menyunggingkan sedikit senyuman"Hehehehe...iya2, habis gak nyangka aja biasanya loe asal aja masuk gak perduli gue lagi ngapain"
"Ya gue kan menghormati loe yang lagi sakit ngel..eh ngomong2 sakit apa sih??" Air mata yang tertahan sedari tadi di ujung mata angel akhirnya tumpah perlahan "Nevin ra, nevin putusin gue??"dengan air mata yang mulai meleleh"
"Kok bisa?"dara mulai emosi
"kurang ajar tu cowok, kurang apa coba kamu ngel ??"
"Gak tau ra, alasan nya klise banget udah kayak cowok2 yg emang pengen putusin ceweknya"
"Emang apa??"
"Dia bilang aku terlalu baik buat dia ra...hik..hikss.."aku terus menangis sambil di peluk dara
"Udah2 jangan nangis lagi emang dia bener kamu terlalu baik buat dia, awas aja besok"
"Kamu mau apain dia ra??"
"Gak, tenang aja ngel"
Pagi itu di sekolah dara terlihat sangat emosi dan dia mendatangi nevin.
"Sorry ton, loe liat bayu??"kata dara pada anton yaitu salah satu teman sekelas nevin.
"Tuh ada di bangkunya"
"oke makasih"
Akhirnya dara menuju bangku nevin.
"Vin, gue mau ngomong??"
"Mau ngomong apa? Ngomong aja"
"Gak disini, di taman aja"
"Oke"
Sesampai di taman, dara berbalik kearah nevin yang sedari tadi berada di belakangnya dan langsung mendorongnya pelan
"Loe apa2 an sih pake putusin angel segala, kurang baik apa angel ke loe??" "Iya gue salah, tapi kalian gak ngerti apa2 gue gak punya pilihan ra"
"Halah, ya jelas loe salah alasan loe basi tau"
"Bener ra, satu hal lagi kalo loe tau alasanya loe pasti juga marah dan mungkin loe bakal marah sama diri loe sendiri"
"Eh gue gak ngerti"tanya dara keheranan Nevin berlalu meninggalkan dara dengan beberapa tanda tanya besar.
Seminggu kemudian, sepertinya semua terlihat jauh lebih normal. Angel mulai sedikit2 bisa mengumbar senyum.
"Ngel, sabtu malem kerumah gue ya??" Pinta dara
"Emang ada acara apa??"
"Emangnya harus nunggu ada acara baru kamu maen kerumahku?gak kan??
"Iya sih tapi gak biasanya kamu ngundang aku resmi gini??"
"Hehehe..iya juga tapi loe tau gak ngel papaku mulai nyebelin, masak gue mau di kenalin sama anak temenya katanya mau di jodohin sama dia"
"Ah yang bener kamu ra,Selamat ya??" "Selamat-selamat enak aja, aku gak mau lah sebelum aku tau orangnya" "Terus"angel masih bertanya tanya.
"Ya kamu ikut aku di acara makan malem sama mereka, soalnya dia sama keluarganya mau kerumah??"
"Yang bener aja ra, ntar aku jadi apa disana??"
"Halah santai aja ngel, kayak kamu gak kenal papaku aja? Kamu tau kan gimana papaku ke kamu??kamu kan udah kayak anak kedua papaku"
"Mmmmbb gimana ya?? Ayolah ngel, please kamu mau apa aku kayak kambing congek disana trus di kacangin sama orang2"
"Iya deh oke, apa sih yang gak buat kamu"sambil mencubit hidung dara
"Ih kamu baik deh, makasih ya"
Hari yang di tunggu2 akhirnya tiba, aku sudah berada di rumah dara sejak sore bantu-bantu sedikit walaupun pada kebyataanya semuanya sudah siap. Aku mulai menyiapkan meja makan dan menata bunga2.
Tiba2 om tio datang.
"Kamu kenapa bantu-babtu ngel, harusnya siap2 di kamar sama dara"
Dengan mengumpulkan sedikit keberanian angel mencoba bertanya"Gak papa om angel disini aja, oh ya om angel boleh tanya sesuatu??"
"iya, apa angel??"
"Kenapa om bisa punya ide lucu kayak gini?? Jodohin dara??"
"Oh masalah itu kamu tau kan ngel, dara kayak gimana??sekarang dia semakin gak bisa di kontrol banget om udah gak tau lagi gimana caranya ngadepin dia"
"Oh gitu, biar jinak ya om? Iya kamu bener, om itu semakin khawatir sama dia..??"
"Tapi om, dara kan masih sekolah??sahut angel"
"Iya ngel, ya sekarang kenalan aja dulu nanti segala sesuatunya setelah dara lulus kuliah"
"Ohhh"jawab angel singkat
"Eh ada apa ini??pada ngomongin aku ya??"kata dara yang tiba2 ikut nimbrung" "Geer kamu ra"sahut om tio
"Iya kali serius amat berdua, ini lagi angel belum siap2 malah disini??"
"Udah ra, aku gini aja yang mau ketemu calon suami kan kamu bukan aku"goda angel
"Ih dasar angel, sini kamu"
Angel dan dara saling berlarian di ruang tamu seperti anak kecil yang gak pernah ada beban. Tapi kebahagian itu akan segera sirna.
Tok..tokk..tokk..
"Udah kalian jangan berantem, itu ada tamu mungkin mereka udah datang"suara om tio menghentikan perkelahian kami "Biar angel aja om yang buka, dara biar siap2 dulu.
"Iya angel makasih ya "kata om tio. klik"terdengar gagang pintu yang di buka. Angel dengan sangat ramah menyambut mereka. Selamat datang di kediaman bapak tio, silahkan masuk. Di deretan depan ada seorang laki2 flamboyan dan seorang ibu dengan wajah sayu dan mengumbar senyum sepertinya dia orang yang baik.
"Silahkan masuk om, tante"
"Tio nya ada??"kata laki2 itu pada angel, mereka sepertinya tak mengenali siapa gadis yang di depan mereka entah karena tidak suka, lupa pada angel atau om aryo terlalu antusias pada acara itu. Seingat angel dia memang pernah diajak kerumah nevin tapi hanya 1 atau 2 kali itupun tak pernah sekalipun bertemu papanya karena kesibukan papanya.
"Iya om, di dalam"jawab angel Lalu di belakang mereka sepertinya 2 wajah yang tak asing untukku.
"Nevin"kataku agak pelan.
"Angel, kamu ngapain disini??"
"Aku yang tanya kamu ngapain disini, sama fian lagi??
"Ini ngel"suara fian agak terbata bata "Ntar aku jelasin"sahut nevin
"Bayu, alfian cepat masuk kalian ngapain disitu??"perintah om aryo
Akhirnya mereka masuk dengan raut muka agak tegang.
"Aryo, selamat datang"
Papa aryo dan papa tio saling berpelukan. "Silahkan duduk, sebentar lagi dara keluar kok"
om aryo mulai membuka obrolan"Iya, kamu apa kabar??"
"Baik, ini bayu anak kamu ya??Ganteng juga"
"Iya ini bayu dan itu sepupu nya alfian, dia aku suruh ikut buat nemenin bayu.
Duarrr" SEPUPU" apa2an ini ya allah, takdir apa yang ingin kau kasih buatku"kataku dalam hati. Aku dan keluarga nevin akhirnya duduk di meja makan,aku kebetulan duduk bersebelahan dengan alfian. Setelah beberapa menit akhirnya dara menampakkan diri.
"Selamat malam semua"sapa dara yang terlihat anggun dengan dress warna merah dan rambut terurai"
"Yo, ini anak ku dara, cantik kan??"
"Wah cantik"om aryo dengan sangat antusias memuji kecantikan dara
Dara yang sedari tadi tak memperhatikan nevin akhirnya melihat ke arahnya.
"Lho bayu, ngapain disini??"tanya dara keheranan
"Jadi kalian udah saling kenal bagus kalo gitu"
"Tapi pa, dia...itu" tak sempat melanjutkan, kata2 dara sudah di potong oleh papa nya.
"Udah ra, duduk dulu gak sopan tau??"
Pandangan dara tak henti mengawasi wajah nevin dan angel yang semakin lama semakin menunduk seolah tau maksud dari semua ini.
"Gimana bay?pilihan papa cantik kan??dia ini yang papa mau jodohin sama kamu"om aryo buka suara
"Tapi pa"nevin dan dara serempak bicara mata angel semakin sayu seolah tak tahan untuk tak menangis, tapi alfian yang menyadarinya reflek memegang tangan angel di bawah meja.
"Maaf om, tante, ra aku harus pergi, aku lupa ada urusan malam ini sama bunda"tiba2 suara angel membuyarkan suasana malam itu.
"Tapi ngel, mau kemana acaranya kan belum selesai"kata om tio berusaha menghalangi kepergian angel.
"Maaf om, saya benar2 harus pergi..!!"
"Iya udah kamu hati2, dianter supir om ya?"
"Makasih om gak usah naik taksi aja"
"Biar aku anter ngel"sahut alfian.
"Gak usah fian, kamu disini aja.
Aku langsung pergi meninggalkan makan malam menyakitkan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angel tak bersayap
Teen Fictiondi dunia ini tak pernah ada yang sempurna tapi Angel terlalu naif untuk mengetahui bahwa di luar sana masih banyak hal menyakitkan yang bisa terjadi. kapanpun, dimana pun hal tak terduga bisa terjadi. ingin sekali dia kembali ke masa dimana hidupnya...
