Jalan takdir itu nggak bisa bohong,
apa yang memang bukan milikmu akan terlepas.
Dan takdir sudah menentukan jalan lain untuk kau lewati
Now playing "Geisha-pergi saja"
Hari demi hari, minggu demi minggu sejak malam itu terlewati tanpa saling sapa tanpa obrolan diantara mereka tapi untuk sesekali fian masih berani menegur dan menanyakan keadaan angel tapi tanggapan angel selalu dingin sampai pada suatu hari di sekolah.
"Mau sampek kapan sih loe mau kayak gini ngel, loe nggak bisa terus-terusan marah sama keadaan mau sampek lebaran monyet loe marah sama gue nggak akan ngerubah keadaan"fian tiba-tiba mengagetkan dengan kata sok bijak nya
Angel mendongak"Mungkin sampek hati kecil gue mau maafin kalian yang udah bohongin gue??maybe"jawab angel ringan
Alfian duduk di samping Angel"Ya ampun childish banget sih loe, kayak anak kecil banget tau nggak sih??"
Angel menaikkan sebelah alisnya"Anak kecil loe bilang??kalo gue anak kecil mungkin gue nggak akan ngerasain sesakit ini, tinggal loe kasih permen atau balon kelar masalahnya"
Alfian menggaruk kepala belakangnya"Oke sorry ngel, maksud gue seharusnya loe masih bersyukur loe nggak sakit terlalu dalam mungkin Allah masih sayang sama loe makanya dia kasih jalan kayak gini sekarang"
"Maybe??eh gue kan masih marah sama loe, ngapain gue ngomong sama loe??"angel memicingkan mata kearah alfian
"udah lah stop marahan sama gue ngel, loe punya siapa lagi disini selain gue??"
Angel menundukkan wajahnya"Loe bener juga fian ??sorry ya kalo kemarin-kemarin gue kasar sama loe, loe ngerti kan fian gimana perasaan gue waktu itu?"
Angel menurunkan suaranya "kenyataan kalau nevin mutusin gue tanpa alasan itu udah bikin gue sedih dan sekarang gue harus tau kalau dia harus bersanding sama sahabat gue, gue syok sama nggak percaya fian"
"Dunia ini lucu, saking lucunya sampek gue nggak bisa ketawa lagi"Angel sedikit tersenyum
Alfian memandang angel "Iya gue tau, jujur waktu itu gue nggak tau soal ini tapi om aryo kasih tau gue langsung"
Angel sedikit bingung"Lalu???"
"Ya gue agak marah sama nevin karna dia belum jujur sama loe dan malahan masih jalan sama loe, mangkanya waktu itu gue agak sewot sama dia"penjelasan fian mulai menemukan titik terang permasalahanya
"loe inget kan waktu loe di pinggir lapangan??"tanya Fian
Angel memcoba mengingat"Iya gue inget"
Fian menepuk pundak angel dengan lembut"Sebagai temen gue sayang sama loe ngel, mangkanya gue nggak mau bilang ke loe takutnya nyakitin hati loe??"
"Iya ujung-ujungnya hati gue sakit juga kan kayak gini??"angel mengernyitkan dahi"terus soal sepupu an sama nevin, kenapa loe gak bilang dari dulu"tanya Angel
"Kalo itu..."Fian mulai gelagapan menjawab pertanyaan angel"..gue yang salah, gue lagi nunggu moment yang pas aja"
"Moment yang pas kayak gimana??moment saat kebohongan ini mulai kebongkar semua atau saat hati gue bener-bener sakit"
"Iya sih, ya sabar aja semoga loe bisa dapet yg lebih baik dari nevin kayak gue misalnya"Fian menunjukkan senyum lebar
"Ih pede banget loe, tapi thank's ya pidato singkatnya"
"Okelah sama-sama"
Kamipun segera menuju kelas, karena jam istirahat sudah habis.
"Sampai ketemu nanti ya ngel, jangan sedih-sedih lagi"
"Oke tenang aja"sambil mengacungkan jempol"
Suasana kelas saat itu sangat ramai karena guru matematika belum juga masuk, aku sedang membolak balik buku mencoba belajar tiba-tiba Dara duduk di sebelahku
"Ngel, maafin gue??please jangan diemin gue gini??"
"Udah lah ra, loe apa-apaan sih balik ke bangku loe sana"
"Tapi maafin gue ngel, gue beneran nggak tau soal nevin"
"iya udah gak papa, emang mau di apain lagi??udah terlanjur juga kan? Gue bisa apa!!"
"Tapi ngel???"
Dengan santai sebuah kata-kata mengejutkan terlontar dari mulut angel "Loe suka kan sama nevin ra??"
Degg,
Dara memutar bola mata, bingung dan kaget"kata siapa kamu ngel??
"Udah lah nggak usah bohong, gue tau dari tatapan loe ke dia selama ini jadi sekarang loe bisa bahagia sama dia"
"Tapi ngel, gue....??
"udah sana,gue mau belajar"
Dara meninggalkan bangku angel dengan kecewa, persahabatan yang di bangunya sejak dulu tiba-tiba hancur tak tersisa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Angel tak bersayap
Novela Juvenildi dunia ini tak pernah ada yang sempurna tapi Angel terlalu naif untuk mengetahui bahwa di luar sana masih banyak hal menyakitkan yang bisa terjadi. kapanpun, dimana pun hal tak terduga bisa terjadi. ingin sekali dia kembali ke masa dimana hidupnya...
