Diem bukan berarti lemah
Meminta maaf bukan berarti kalah
Now playing "Utopia-Hujan"
Akhirnya pelajaran pak bandi aman, aku takut kejadian yang lalu terulang. (Ah memalukan jadi ingat nevin, pffttt)
Bell istirahat pun berbunyi
"Pesen apa ta?"tanya angel yang sudah duduk di kursi panjang kantin
"Bakso aja"jawab tata yang berada di depan angel"loe minum apa ntar gue pesenin"
"Oke jus jeruk aja, kalau gitu gue pesen dulu ya?"angel berdiri dan berada di antrian bakso kantin
Setelah beberapa menit antri akhirnya 2 mangkok bakso sudah berada di tangan tapi sebelum duduk angel tak sengaja bertatap mata dengan kakak kelas tadi di meja sebelah Angel kaget ketika dia tersenyum sinis.
"Dia kenapa sih ngel, liatin loe mulu"
"Dia itu yang gue critain tadi ta?"bisik angel
Tata ber-oh ria
"Eh btw tadi loe dianterin sama kak julian ya?"
Uhukk..angel tersedak kuah bakso"kok loe tau sih?"
"Tau lah, dari anak-anak lah pagi ini loe udah jadi headline news tau nggak sih?"
"Hahh...apa? Tapi kok..." belum selesai perkataan angel sudah di potong oleh seseorang
"Heh...berdiri loe, loe tuh udah cupu sok cantik pula"
Angel masih diam menatap mangkok baksonya, tata hampir berdiri tapi angel melarangnya
"Diem aja sih loe, nggak punya mulut"
Aku kenal sekali suara ini, suara kak tiara.
"Ada apa kak?"tanya angel yang menoleh sedikit
"Gue denger loe tadi boncengan sama julian"tanya kak tiara mengintimidasi"bener??"lanjutnya
"Iya kak, julian sendiri yang..."belum selesai perkataan angel sudah di potong lagi olehnya
"Hah...julian?? Bisa sopan nggak sih pakai kak atau apa gitu, gue suka sama julian dari dulu tapi loe anak baru disini udah berani boncengan sama dia"
"Maaf kak, aku nggak tahu"
Suara kantin yang ramai tiba- tiba hening dan sekarang hanya suara kak tiara yang mendominasi
Tata yang sudah tidak tahan akhirnya beranjak dari sana dan entah kemana dia berada.
Sial, dia ninggalin gue disaat seperti ini(batinku)
Tiba-tiba kak tiara meraih gelas jusku dan menumpahkannya dengan sengaja ke bajuku"ini pelajaran buat cewek kayak loe"
Akhirnya angel berdiri"kak tiara apa-apaan, kakak boleh ngomong apapun aku nggak akan bales tapi ini udah keterlaluan"
Tiara tersenyum sinis"loe berani sama gue?"
"Kak tiara boleh sakitin aku secara lisan tapi ini udah main fisik aku nggak bisa diem kak walaupun aku nggak akan bales kak tiara sama kayak apa yang kak tiara lakuin ke aku, bukan berarti aku diem kak tiara bisa seenaknya sama aku"ini kalimat terpanjang yang angel ucapkan setelah terdiam cukup lama
Angel akan melangkahkan kakinya tapi kak tiara mencekal tanganya dengan erat"loe nggak boleh pergi urusan kita belum selesai"
"Lepasin kak"angel menghepaskan tanganya dengan keras sampai tiara terjatuh bersamaan dengan itu teriakan seorang cowok terdengar di ambang pintu kantin
"Angel"serempak semua menoleh ke sumber suara
"Julian..."
"Kamu apa-apaan ngel?"tanya julian yang sudah membantu tiara berdiri
"Aku...itu jul"angel gugup dan bingung bagaimana menjelaskanya
"Jul, tadi gue nggak sengaja numpahin jus ke baju dia"tunjuk tiara pada angel"trus gue udah minta maaf tapi angel malah dorong gue"bohong tiara sambil menunjukan wajah sedihnya
"Apa..tapi jul,itu nggak kayak yang kamu liat"angel berusaha membela diri tapi sepertinya bagaimanapun angel menyangkal nggak akan berpengaruh
Julian menatap angel tajam dari pandangan nya seolah meminta penjelasan
"Udah lah, percuma gue jelasin"potong angel sambil berlalu pergi
Tiara tersenyum menyeringai "makasih ya jul"lanjut tiara
"Iya sama-sama"
"Untung ada loe, dia tuh kasar banget sih adek kelas udah kayak gitu"
Julian memandang tiara lalu melepaskan tanganya yang di pegang tiara daritadi"gini ya, walaupun gue nggak tau gimana kejadianya tapi setahu gue angel nggak kayak gitu"
Degg
Tiara tersenyum miris"tapi jul, dia...."
"Udah gue pergi ya, loe udah gapapa kan?"
Julian berlalu pergi di iringi beberapa teman di kantin yang mulai berpencar, tiara yang kesal mengepalkan tanganya dengan erat.
Di tempat lain angel sudah beberapa kali mengusap air matanya, angel duduk di bangkunya sambil mengatur nafasnya. Lalu ada yang menepuk pundaknya dan angel menoleh kearahnya.
"Eh ta...."
"Sorry ya ngel"
"Buat apa" tanya angel tak mengerti dengan maksud tata
"Tadi gue pikir dengan manggil kak julian masalahnya akan beres tapi ternyata dia malah jadi salah paham"
Sudah jelas ternyata kenapa tiba-tiba julian muncul di kantin tadi. Angel menghela nafas "iya gapapa ta, gue pikir tadi loe kabur waktu kak tiara ngelabrak gue"
"Nggak mungkin lah gue diem aja loe di gituin"jawab tata menenangkan
"Gue nggak nyangka tau nggak sih kak tiara muncul marah-marah kayak tadi"angel menunduk lagi
Tata mengelus pundak angel"iya gue juga kaget tapi sabar ya, tenang aja gue nggak akan ninggalin loe kok"
"Thank's ya"jawab angel singkat
Akhirnya pelajaran selanjutnya dimulai dengan ke kagetan angel yang masih terasa, seumur-umur baru kali ini dia di labrak seseorang.
Pelajaran hari ini berlalu begitu saja, dan bell pulang berbunyi. Angel mulai bersiap pulang.
"Ngel, bareng gue nggak?"tanya tata yang sedang merapikan bukunya
"Nggak deh ta, gue naik angkot aja"tolak angel dengan halus
"Oke, tapi kamu gapapa kan?"
"Iya gapapa kok"
"Ya udah duluan ya?"
"Iya, hati-hati lho"
Angel melihat punggung sahabatnya itu yang sudah mulai hilang lalu angel berdiri bersiap pulang. Angel melangkah gontai di lorong sekolah. Hari ini rasa lelahnya tiba-tiba sangat terasa. Angel sudah berdiri di halte di dekat sekolah, sembari menunggu angkot dia banyak berpikir.
What should i do?angel berpikir keras, menghindari julian pun tak akan ada gunanya tapi dengan bersikap seperti biasa malah dia akan canggung.
Duarr, tiba-tiba petir menyambar dan langit pun mendung.
"Ah sial kuadrat ini mah namanya"pikirku
Dan akhirnya rintik hujan mulai turun, halte sudah mulai sepi tapi angel masih berdiam disana. Tiba-tiba sebuah motor mendekat dan angel sangat mengenalinya. Si pengendara motor turun dan menghampiri angel.
"Gue ikut neduh ya"pintanya
"Iya duduk aja fian"angel mengangguk
"Loe kok nggak pulang?"tanya fian yang sudah duduk di samping angel
"Iya gue lagi nunggu angkot nih"
"Mau bareng gue??"tanya fian menawarkan
"Nggak usah fian, gue naik angkot aja"
"Kenapa?"tanya fian to the point
"Gue..."angel menunduk"gue slalu benci sama yang namanya hujan"kata angel lirih
Alfian mengernyitkan dahi dengan raut muka bertanya-tanya"kenapa?? Bukanya kalau di film-film hujan itu bikin suasana jadi romantis ya?"
Angel menghela nafas"I know"
"Lalu?"
"Karna hujan selalu menghalangi pandangan gue, dulu gue jadi nggak bisa liat nevin dengan jelas hujan juga yang bikin gue slalu tertinggal jauh dari apapun"angel memberi jeda sebentar"tapi sekarang hal yang paling gue benci dari hujan adalah hujan slalu ngingetin gue sama dia(nevin)"
Alfian memandang angel dengan serius"loe boleh benci hujan tapi loe harus inget kalau nggak semua soal hujan harus loe benci, masih ada hal indah yang terjadi setelah hujan contohnya pelangi"
"Gue tahu, tapi ada hal lain yang bikin gue nggak suka hujan??"angel memandang fian
"Apa?"
"Gue belum bisa cerita"
"Oke gue ngerti, gue akan dengerin kapanpun loe siap cerita"Fian tersenyum tulus
"Makasih ya"
"Sama- sama, pulang yuk nggak berasa kita keasyikan ngobrol sampek nggak sadar hujan udah reda"ajak alfian
"Ayo deh"
KAMU SEDANG MEMBACA
Angel tak bersayap
Teen Fictiondi dunia ini tak pernah ada yang sempurna tapi Angel terlalu naif untuk mengetahui bahwa di luar sana masih banyak hal menyakitkan yang bisa terjadi. kapanpun, dimana pun hal tak terduga bisa terjadi. ingin sekali dia kembali ke masa dimana hidupnya...
