Seperti apa yang dikatakan Candra semalam, Candra sudah menunggu Angel tepat didepan rumahnya.
Dan seperti biasa Angel bangun kesiangan kembali, sekarang sudah hampir jam 7, hanya kurang 10 menit saja dan Angel baru selesai bersiap siap.
Angel keluar dengan wajah yang entahlah, diantara masih ngantuk atau masih canggung dengan Candra atau kesal karena acara tidurnya diganggu. Mungkin semua pernyataan itu benar karena nyatanya Angel benar benar merasa seperti itu.
Angel masuk kedalam mobil Candra. Angel lebih milih duduk dibelakang, didalam mobil sudah ada Candra, Astrid dan Nolan yang sedang bercanda mereka duduk didepan.
"Kenapa gak didepan Ngel? Gue gak mau disebut supir Ngel. Duduk didepan, disamping gue, biar gue bisa konsentrasi kalau ada lo didekat gue" ujar Candra.
Angel mendengus "Lo emang supir, kan elo yang bakalan mengemudi. Gak liat didepan udah ada Astrid dan Nolan. Kalau mau bicara liat keadaanya dulu, jangan asal ceplos! lo kira kehidupan semudah ucapan lo"
Candra menyengir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Hehe. Olan, Princess kalian duduk dibelakang yaa, biar ada yang jagain" minta Candra pada Nolan dan Astrid, sedangkan Angel dia hanya mengangkat kedua alisnya.
Nolan mengangguk sedangkan Astrid menggeleng.
"Astrid duduk disini aja, Astrid kan gak bakalan ngapa ngapain" ujar Astrid tersenyum.
"Yaudah, Olan sini sama Kak Angel" pinta Angel.
Nolan mengangguk, lalu berdiri untuk pindah duduk dibelakang yang disambut dengan kedua tangan Angel agar Nolan tidak terjatuh.
"Kita udah kaya orangtua yang lagi nganterin anaknya sekolah ya Ngel" ujar Candra melihat Angel dan Nolan dari kaca depan mobil.
Angel menampakan wajah jijiknya "Ogah banget gue punya suami kaya lo, cepet jalanin mobilnya. Ini udah siang" ujar Angel dan Candrapun menjalankan mobilnya.
Tak lama mereka telah sampai disekolahnya Astrid dan Nolan, karena sekolah mereka bersebelahan. Selama diperjalanan tidak ada hal penting yang Angel dan Candra bicarakan, mereka hanya sibuk bercanda dengan adik adiknya.
Mereka berempat keluar dari mobil dan berkumpul didepan mobil.
"Kak Astrid berangkat sekolah ya" Ujar Astrid, menyalimi Angel dan Candra.
"Hati hati ya disekolahnya" ujar Angel dan Candra bersamaan.
Mereka saling berpandangan, Candra menyengir senang sedangkan Angel mendengus kesal.
"Olan juga berangkat Kak" ujar Nolan dan melakukan apa yang dilakukan Astrid tadi.
Astrid dan Nolan mereka berjalan ke arah yang berbeda.
"Ngel, duduk didepan ya! Sekarangkan udah gak ada Nolan dan Astrid" ujar Candra.
"..." Angel tidak menjawab, dia langsung masuk kekursi disamping pengemudi.
"Kan gue dikacangin lagi, perasaan cabe sama bawang yang naek harganya. Kenapa kacang ikutan mahal gini" gerutu Candra.
Angel menahan tawanya "Cepet masuk, kaya ibu ibu lo, banyak bicara"
Candra jadi salah tingkah sendiri. Candra masuk kedalam mobil, menutup pintu mobil lalu menatap Angel. "Nge.."
"Lo gak usah banyak bicara, jalanin mobil yang bener. Kita udah telat" potong Angel.
"Ta..."
"Jalanin atau gue turun buat nyari taksi" ancam Angel.
"Oke... okee... Tapi lo ambil roti yang ada ditas gue" Tunjuk Candra dengan dagunya pada tas Candra yang ada didashboard.

KAMU SEDANG MEMBACA
EXPLOIT (COMPLETED)
Teen FictionJUDUL SEBELUMNYA: "Starlyn & Candra" Pacaran bukan hanya sekedar kode, tembak, lalu jadian. Tapi bagaimana proses dan perjalanan. Starlyn, perempuan yang terjebak dalam dekapan masa lalu yang menyakitkan dipertemukan dengan Candra, sosok menyenangk...