14. Kenyataan

105 18 5
                                    

Pagi ini Angel dan Astrid dikejutkan oleh Mamahnya dan Calvin yang tiba tiba datang berkunjung kerumahnya. Sangat dadakan sekali, tidak biasanya Mamahnya berkunjung tanpa memberitahu dirinya dahulu.

"Mamah kenapa gak bilang kalau mau kesini?" Tanya Angel. Mereka Angel, Astrid, Calvin dan Lisa, Mamahnya. Mereka semua sedang berkumpul diruang tamu sekarang.

"Mamah nungguin kalian dirumah, tapi kalian gak pernah datang. Yaudah Mamah kesini aja minta antar Calvin!"

Angel menyengir "Angel belum ada waktu mah, Terlalu banyak tugas. Makanya belum bisa main kerumah"

Lisa mengangguk "Tapi, tumben kamu udah bangun jam segini sayang?" Tanya Lisa, mamah tirinya.

Karena tumben sekali dihari minggu ini Angel bangun jam 8 pagi, biasanya jam 10 pagi dia baru bangun atau tidak jam 11 pagi, itu juga jika Astrid membangunkannya. Jika tidak, entah akan jam berapa dia bangun tidur.

"Padahal Mamah mau ngebangunin kamu Ngel. Makanya Mamah datang sepagi ini. Katanya kangen, udah lama Mamah gak ngebangunin kamu tidur!" Ujar Calvin menimpali.

Angel hanya tersenyum mendengar ucapan Calvin, bagaimana bisa dia bersikap biasa saja setelah apa yang Calvin lakukan dulu kepada dirinya, dia bukanlah Intan yang dapat bersikap baik baik saja dengan menutupi apa yang dirasakannya dengan bersikap biasa saja.

"Kak Angel mau lari pagi sama Pacarnya mah, Kak Candra. Makanya Kak Angel bangun pagi.." Ujar Astrid dengan wajah polosnya. Semalam Astrid mendengar percakapan Angel dan Candra bahwa mereka akan jogging bersama.

Adik terlaknat memang. Jika saja adiknya sudah besar, Angel akan menjambak rambutnya dan mencakar wajahnya yang polos itu. Dia sangat membutuhkan selotip sekarang, untuk menutup mulut manisnya Astrid.

"Ohh yaa... Bagus dong Kalau Angel punya pacar. Pacar pertama kamu sayang? Kenalin sama Mamah ya nanti" Ujar Lisa.

"Cuman teman mah. Angel sama Candra mau ngebahas topik permasalahan tugas mah sambil jogging." jelas Angel.

Lisa tersenyum "Memang ya anak muda sekarang. Bilangnya cuman temen, taunya malah demen" kekeh Lisa membuat Angel terkekeh.

Ini yang dia suka dari Mamahnya. Jika bertemu dengan Mamahnya dia seperti bertemu dengan sahabat lama, tidak akan ada rasa canggungnya jika bertemu kembali.

"Mamah udah sarapan belum? Kita masak yuk, udah lama engga masak bareng Mah"

Lisa menggeleng "Mamah mau beli bubur yang ada ditaman depan aja. Udah lama engga nyobain bubur Mang Odang"

"Yaudah ayo mah, Angel juga udah lama engga makan Bubur Mang Odang" ajak Angel.

"Kamu disini aja sama Calvin. Biar Mamah sama Astrid aja yang beli. Ayo sayang" ajak Lisa kepada Astrid.

"Angel ikut Mah!" Sanggah Angel. Mana mungkin dia harus berduaan dengan Calvin. Tidak, dia tidak mau berdiam bodoh karena rasa canggung yang menimpanya. Dia tidak menyukai suasana seperti itu.

"Kamu disini aja. Kalian pasti butuh bicara berdua. Mamah jarang liat kalian berdua berbicara, padahalkan dulu kalian sangat dekat. Mamah keluar dulu ya, ayo Astrid sayang" Ujar Lisa lalu pergi keluar bersama Astrid.

Angel membuang napasnya kasar lalu berdiri "Gue ke kam.."

"Duduk disini aja, ada yang mau aku bicarain" potong Calvin.

"Gue mau ngehubungin Candra dulu"

"Gak usah dibatalin, aku cuman mau bicara sebentar doang sama kamu"

"Gue gak mau ngebatalin, cuman mau ngasih tau kalau dirumah ada Mamah"

"Sama aja, nanti dia yang akan ngebatalin"

EXPLOIT (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang