"Kak kapan kita ke rumah Mamah, Astrid kangen masakan Mamah" ujar Astrid dengan wajah cemberut dan mulut yang penuh dengan makanan. Mereka sedang makan malam dengan banyaknya ayam goreng dimeja makan.
Angel tersenyum tipis "Telen dulu makanannya.." ujar Angel dengan cepat Astrid menelannya. Angel sangat gemas melihat kelakuan adiknya lalu dia mencubit pipi gembulnya sehingga membuat sang empu mendengus kesal.
"Kangen masakan Mamah, tapi masakan cepat saji kamu makan juga. Udah abis berapa piring ituu, Nasi aja sampai sedikit lagi gitu" ujar Angel terkekeh.
"Kakak juga sama makannya banyak" ujarnya sebelum memakan paha goreng ayam, makanan kesukaanya.
Angel terkekeh lalu sama mengambil makanan kesukaan Astrid.
"Kakak... itu ayam terakhir Astrid" kesal Astrid merobek daging yang dipegangnya dengan ganas seolah olah itu adalah Angel, kakaknya yang sangat menyebalkan itu. pasalnya ayam yang dimakan Angel merupakan ayam potongan terakhir.
Angel hanya terkekeh, Astrid mengunyah dengan cepat lalu menelannya "Ayam yang paling enak itu ayam yang paling terakhir. Kakak juga kan punya sayap ayam, kenapa harus makan paha ayam Astrid!" ocehnya kembali merobek paha ayam dengan sadis.
Mereka berdua sangat suka dengan daging ayam, tapi yang paling Astrid suka adalah paha ayam 'dagingnya banyak, bikin kenyang' ujarnya jika ada yang menanyakan kenapa dia sangat suka paha ayam. Sedangkan Angel dia sangat suka dengan sayap ayam 'Kali aja gue bisa terbang kalau makanin sayap' ujarnya jika ditanya oleh teman temanya.
Muka Angel merah menahan mulutnya dengan tangan kiri. ini yang tidak dia sukai jika dia makan paha ayam. Astrid menahan tawanya melihat wajah Sang Kakak.
"Muntahin, udah tau paha ayam gak enak" ujar Astrid mengambil alih Paha ayam yang berada ditangan kanan Angel, lalu melahapnya.
Angel mengangguk lalu dengan cepat berlari ke arah wastafel, dia mengeluarkan semua makanan yang tadi ditelanya.
"Yahh, kekuatan terbang gue mengurang deh" gumamnya kesal, pasalnya, sayap goreng yang tadi dimakan olehnya dikeluarkan kembali dari perutnya.
Angel berjalan kearah meja makan lalu melahap kembali sisa sayap goreng dengan nasinya. Sedangkan sang adik terkekeh geli melihat kelakuan Kakaknya.
_StarCan_
Pagi harii...
Seperti biasa Angel datang terlambat 10 menit, sekolah sudah sangat sepi. Dengan gontai dia berjalan menuju ke kelasnya, Angel menoleh ke jendela dan dia tidak menemukan guru didalamnya. Dengan senyum senangnya dia masuk kedalam kelas, semua mata langsung tertuju padanya. Ada yang tersenyum maklum, meremehkan, memandang sebal dan ekspresi muka lain yang memandang Angel tidak suka. Tapi Angel tidak peduli, Angel menuju mejanya lalu mengernyit saat dia tidak melihat teman semejanya itu, dia mengidikan bahunya lalu memainkan handpone melihat rancangan bisnisnya.Selang beberapa menit Bu Sari masuk kedalam kelas, Angel melihat jam ditangannya, udah setengah jam tapi si Candra belum datang, batinya berbicara.
Pelajaran telah selesai karena Bu Sari hanya mengajar Satu jam dikelas Angel. Bu Sari merupakan Ibu yang sangat rajin masuk, meskipun hanya tersisa setengah jam kurang tapi Bu Sari akan tetap masuk kelas.
Bu Sari keluar setelah berpamitan dan berterimakasih atas perhatianya kepada seluruh murid. Dan tak lama setelah itu munculah Candra dengan senyum mengembang dibibirnya dengan tangan yang dimasukan kedalam saku celana. Banyak yang tersenyum senang melihat Candra tapi hanya kaum hawa yang tersenyum, berbanding dengan Angel yang tadi mendapatkan tatapan tidak suka dari para kaum hawa.

KAMU SEDANG MEMBACA
EXPLOIT (COMPLETED)
Teen FictionJUDUL SEBELUMNYA: "Starlyn & Candra" Pacaran bukan hanya sekedar kode, tembak, lalu jadian. Tapi bagaimana proses dan perjalanan. Starlyn, perempuan yang terjebak dalam dekapan masa lalu yang menyakitkan dipertemukan dengan Candra, sosok menyenangk...