"Lo minggat sono Den, Angel cuman ngajakin gue doang buat ketemuan. Gak guna juga lo ada disini" usir Randi.
"Lo berisik banget kaya cewek njing. Gue disuruh Candra buat ngawasin lo, entar lo main belakang lagi. Angel cuman ngehubungi lo karena cuman kontak lo yang dia punya, bego" kesal Dena.
Daritadi Randi selalu saja mengusirnya. Mereka berdua sekarang berada disuatu Restoran sedang menunggu kedatangan Angel. Angel menghubungi Randi tadi sore untuk mengajaknya ketemuan dan tentu dengan semangat Randi menyetujuinya.
Ah ya Candra sudah mengetahuinya bahwa Angel tadi siang menemui Dena dan Randi. Randi yang menceritakanya.
"Lo sirik aja sihh tong engga dihubungin cewek Cantik kaya Angel. Gue gak perlu diawasin, karena gue bukan penjahat kelamin. Nohh ada CCTV pengawas, gak perlu lo ngawasin gue, Candra juga bisa liat CCTV itu. Coba lo see haii sama CCTV yang itu, nanti lo bakalan masuk tv coyy. Kali aja lo terkenal, tapi sorry Den bukan terkenal karena keren tapi karena malu maluin" kekekan Randi.
"Si anjeng. Muka ganteng gini mana mungkin mal.."
"Haii, maaf ya nunggu lama" ujar seseorang memotong ucapan Dena. Orang itu lalu duduk diantara Randi dan Dena.
"Heyy Ngel. Nungguin cewek cantik kaya lo mah mau sampai Nenek gue bisa kopral juga gak akan masalah" ujar Randi dengan sikap playboynya itu.
"Bukanya nenek lo udah bisa split Ran, jauh lebih keren daripada kopral" timpal Dena.
Angel terkekeh mendengar celotehan mereka berdua.
"Emm.. Kalian tau kenapa Candra mabuk mabukan saat malam jum'at?" Tanya Angel to the point dengan wajah seriusnya.
Randi dan Dena sempat tersentak, Angel benar benar tipikal orang yang tidak suka berbasa basi ternyata. Pikir mereka berdua.
"Gak minum dulu Ngel?" Tanya Dena.
Angel mengangguk "Boleh dehh.."
"Biar gue panggilin... Mbakkk" panggil Randi pada salah satu pelayan.
Pelayan itu menghampiri meja mereka "Ada yang mau dipesan?"
"Sayap ayam bumbu balado, sama paha ayam bumbu kecap satu porsi, juice jeruknya satu" ujar Angel.
"Itu aja mbak?" Tanya pelayan itu.
"Kalau minta nomber telepon mbak, boleh emang?" Tanya Randi tersenyum.
Si pelayan itu jadi salah tingkah sendiri ditanya nomber telepon oleh lelaki tampan seperti Randi.
"Emm, saya permisi dulu mbak, mas" ujar pelayan itu berlalu.
"Jadi, kalian tau?"
Dena mengangguk "Candra disuruh pindah sekolah sama bokapnya" ujar Dena.
"Bukan sekolah aja, tapi rumah dan negaranya juga" jelas Randi.
Angel mengkerutkan keningnya "Kenapa harus pindah? Dan kenapa hanya masalah seperti itu Candra harus sampai mabuk mabukan. Itukan bukan masalah yang besar"
Dena menaikan kedua alisnya "Sebelum kita ngejawab pertanyaan lo. Kita mau nanya" ujar Dena.
"Apa peduli lo tentang kehidupan Candra? Apa lo punya rasa sama dia" ujar Randi serius.
Angel kikuk, kenapa dia sekarang merasa terintimidasi. Dena dan Randi benar benar seperti poranger, dapat berubah. Bedanya poranger berubah penampilan sedangkan mereka berubah sifat. Tadi mereka saling bercanda bagaimana bisa sekarang mereka sangat serius seperti ini.
"Emm... bukan seperti itu. Karena Candra melibatkan gue dalam kehidupannya untuk itu gue mau mencari tau tentang kehidupanya dia sendiri. Hanya itu, gue sama sekali engga peduli gue hanya ingin tau" jelas Angel, tapi bukan itu alasan yang sebenarnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
EXPLOIT (COMPLETED)
Fiksi RemajaJUDUL SEBELUMNYA: "Starlyn & Candra" Pacaran bukan hanya sekedar kode, tembak, lalu jadian. Tapi bagaimana proses dan perjalanan. Starlyn, perempuan yang terjebak dalam dekapan masa lalu yang menyakitkan dipertemukan dengan Candra, sosok menyenangk...