Angel dan Candra sedang berada diruang kesenian sekarang. Didepan ada Pak Syarif selaku pembina dari ekstrakulikuler Seni yang sedang memberikan informasi dan himbauan untuk perlombaan yang akan dilaksanakan. Beberapa hari kedepan ada perlombaan disalah satu Universitas ternama di Jakarta. Angel ikut serta dalam perlombaan melukis bersama Candra. Hanya mereka yang terpilih karena memang setiap perlombaan membutuhkan dua perwakilan disetiap seni yang akan ditampilkan. Dengan uang, Candra dapat dengan mudah menyingkirkan saingannya saat seleksi hari kemarin dan yang dipanggil sekarang keruang kesenian merupakan mereka yang terpilih menjadi perwakilan.
"Gue curiga Can kalau lo main belakang saat pemilihan kemarin! Mana mungkin lo langsung terpilih, lo kan anak baru. Kalau gue yang kepilih sih percaya, karena setiap tahunnya emang gue yang selalu jadi perwakilan!" Delik Angel menatap Candra yang sedang sibuk mengutak atik handponenya.
Mereka duduk dijajaran paling terakhir karena mereka telat masuk keruangan, ini gara gara Candra yang sulit diajak, karena dia sibuk menonton video yang berkonten dewasa.
Candra menoleh menampilkan sederet gigi putihnya "Itu kamu tau! Lagian bukan cuman itu alasannya. Aku kemarin ngasih unjuk beberapa karya yang aku buat dan Pak Syarif terkagum ngeliat hasil karya karya aku. Katanya, karya aku gak akan malu maluin banget kalau nanti ditampilin dilayar" ujarnya dengan bangga.
Angel memutar bola matanya malas. Dibilang kaya gitu kok bangga, pikirnya. "Yang dilakuin sama lo emang bagus. Jadi, gue kepilih buat perwakilan lomba.... Tapikan dengan cara menyogok agar kita menang dalam suatu hal itu gak baik, itu sama aja menghancurkan harapan mereka yang ingin mendapatkan kemenangan, penghargaan dan pengalaman. Mereka dengan penuh harapan mendambakan sebuah kemenangan dan lo malah menghancurkannya dengan sejuta uang. Itu cara kotor dan secara tidak langsung kemenangan yang lo dapat bukan dari hasil kerja keras lo tapi dari kerja licik lo!" Ujar Angel menggebu, membuat didaerah sekitar Angel langsung melihat kearahnya.
Candra menyimpan telunjuk didepan bibirnya "Sutt.. Itu bagian dari berusaha. Berusaha berati Berjuangkan dan berjuang berarti bekerja... Kecilin suara kamu, banyak orang yang liatin!" Ujar Candra diakhiri dengan senyuman.
Angel menjadi salah tingkah sendiri saat melihat kearah depan dan sampingnya. Dan benar saja, orang orang yang berada dekat disekitarnya sedang memperhatikannya dengan pandangan aneh dari setiap pemilik wajahnya masing masing. Angel tersenyum malu melihat sekelilingnya lalu terakhir menatap tajam Candra.
"Lain kali kalau mau ngelakuin hal yang kaya gitu konsultasi dulu sama gue, biar ceritanya lebih menarik gak mainstream seperti apa yang lo lakuin!" Tuturnya.
Lahh, Candra di buat cengo oleh ucapan Angel.
_StarCan_
Akhirnya hari yang ditunggu tunggu oleh Angel telah tiba. Hari uangnya, hari kebahagiaanya. Angel sangat yakin hari ini menang dalam perlombaannya, belum lagi ada Candra partner kerjanya. Jangan salah, karya karya Candra patut diancungi jempol.
Dalam perlombaan ini Candra memilih aliran Surealisme, yang mana aliran surealisme merupakan aliran yang erat hubungannya dengan dunia fantasi, seakan-akan kita melukis dalam dunia mimpi. Lukisan surealisme seringkali mempunyai bentuk atau lukisan yang tidak logis atau seperti khayalan. Meskipun Candra tidak semahir Abdul Rahman, Andre Masson dan Salvador Dali selaku pencipta aliran ini, setidaknya Candra mampu melukis sesuai kemampuan dan aliran yang akan dipakainya.
Jangan remehkan kemampuan Candra dalam melukis, dia bahkan memiliki tempat lukis sendiri didalam rumahnya lengkap dengan peralatan lukis yang diperlukannya.
Sedangkan Angel memilih aliran Ekspresionisme, dimana aliran ini merupakan aliran seni lukis yang mengutamakan kebebasan dalam bentuk dan warna untuk mencurahkan emosi atau perasaan. Angel tidak ingin memilih aliran yang terlalu ribet dan sulit, dia ingin melukis suatu hal simple tapi berkesan dan memiliki arti yang dalam.

KAMU SEDANG MEMBACA
EXPLOIT (COMPLETED)
Подростковая литератураJUDUL SEBELUMNYA: "Starlyn & Candra" Pacaran bukan hanya sekedar kode, tembak, lalu jadian. Tapi bagaimana proses dan perjalanan. Starlyn, perempuan yang terjebak dalam dekapan masa lalu yang menyakitkan dipertemukan dengan Candra, sosok menyenangk...