32. Kedekatan Sesaat

45 4 0
                                    

Angel duduk didepan rumahnya menunggu kedatangan Candra. Sesuai janjinya tiga minggu kemarin Angel memutuskan untuk minggu sekarang kerumah Ibunya Vani untuk menjenguk Sarah. Seharunya minggu kemarin mereka berangkat. Tapi karena Candra harus mengikuti pertemuan bisnis Papahnya diPhilipina sekaligus Papahnya mengajarkan Candra untuk berbisnis jadilah dia tidak bisa mengantar Angel untuk menjenguk Sarah.

Angel berdiri saat mobil Candra tiba didepan rumahnya. Candra membuka kaca mobilnya dengan tersenyum lalu menyuruh Angel masuk menggunakan dagunya. Angel mengangguk lalu membuka pintu samping pengemudi.

"Aku kelamaan gak yang datangnya?" Tanya Candra.

Angel menggeleng "Kecepetan malah!"

"Yaudah aku balik lagi kerumah, terus kamu tungguin aku lagi ya!Nanti aku datang lagi tapi bakalan agak lamaan."

"Daripada gitu mending gue bawa mobil sendiri, gak perlu ribet."

Candra tersenyum lalu mengusap pipi Angel "Kamu marah marah mulu setiap ketemu aku! Saking sayangnya kan? Aku tau itu"

Angel terkekeh kecil lalu menoleh ke arah Candra "Iya saking sayangnya gue pengen banget misahin gigi sama mulut lo yang!"

Candra mengangkat alisnya saat mendengar kata terakhir dari Angel "Yang?" Tanya Candra memastikan telinganya.

"Heem, kenapa lo gak suka? Yaudah gue ganti!"

"Jadi apa? Jadi sayang kan? Atau cinta?" Tanya Candra tersenyum.

Angel menggelengkan kepalanya "Jadi apalah terserah gue, mulut mulut gue. Ye gak?" Tanya Angel menaik turunkan kedua alisnya sambil tersenyum membuat Candra gemas dan mencubit pipinya.

Angel mendengus saat kedua pipinya ditarik oleh Candra "Sakit elah, Jalan cepetan. Entar Ibunya Vani nunggu kita lama!"

Candra melepaskan cubitannya, lalu mulai menjalankan mobilnya "Nunggunya dirumah ini bukan diluar!"

"Ya sama aja lah, nunggukan gak enak. Anak muda aja kalau nunggu lama marah marah, apalagi ini orang tua."

Candra terkekeh mendengar ocehan Angel "Gak bakalan marah marah lah yang, orang Ibu Sarah yang minta kita kesana."

Angel mendengus "Serah lo deh serah, ngobrol sama lo mah bikin nafsu!"

Candra kembali terkekeh saat mendengar kata akhir dari Angel "Nafsu apa ini yang?"

"Aku bisa kok ngelayanin nafsu kamu. Kursi belakang kosong tuh, Ayo!!" Lanjutnya menunjuk kursi belakang dengan dagunya.

Angel mengkerutkan keningnya mencerna ucapan Candra, detik berikutnya dia melempar Candra menggunakan kaleng minuman yang ada di dashboard membuat Candra tergelak melihat wajah kesal Angel.

"Gusti, pikiran lo minta gue cuci pake rinso satu kilo. Gara gara lo Intan ketularan mesum, dia nyuruh gue kawin sehabis keluar sekolah!"

Angel menggelengkan kepalanya "Bener bener otak kalian kudu dicuci di mesin cuci. Biar pada ancur sekalian, terus diganti pake otak yang bener!" Ocehnya membuat Candra semakin tergelak karena ucapannya. Entahlah, apapun yang dibicarakan dan dilakukan Angel menurutnya sangat lucu.

"Jangan ketawa lo batu krikil!"

"Kayanya ide Intan boleh juga kita kawin abis keluar sekolah! Nikahnya nyusul, mau ya yang?" Ujar Candra disela sela tawanya mengabaikan peringatan Angel.

Angel yang kesal melihat Candra terus tertawa lantas mencubit lengan Candra dengan keras, membuat sang empunya mengaduh sakit.

"Iya yang aduh.. iyaa.. iya.. gak bakal ketawa lagi!" Candra tidak bisa melepaskan tangan Angel karena sedang focus menyetir.

EXPLOIT (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang