FIX 12

1.6K 201 12
                                        

Setelah hampir satu minggu dirawat, akhirnya Viny bisa kembali dan memulai aktivitas seperti biasanya.

Banyak yang menyambut dirinya di sekolah dengan penuh kebahagiaan. Pasalnya, seorang artis sekolah seperti Viny masuk rumah sakit dan membuat para lelaki disana hanya diam.

Seperti sekarang ini, team Viny kembali berkumpul dikantin sekolah. Membuat para pengunjung kantin menatap kearah mereka.

"Gimana, Vin? Lo udah mendingan?" Tanya Kinal. Viny hanya mengangguk sambil mengaduk-ngaduk jus dihadapan nya,

"Bagus kalau gitu. Oiya.." Beby menggantungkan kalimatnya. Ia menatap Viny dengan mata nya memicing, "Kenapa?" Tanya Viny. Ia merasa Beby memperhatikan nya dengan tatapan menyelidik,

"Lo sama Shani gimana?" Sambung Shania.

Viny menghembuskan napas berat, "Ga gimana-gimana."

"Tetep sama?" Sela Veranda

"Iya kak."

Hembusan napas kasar lolos dari mulut mereka semua. Viny yang mendengar hembusan itu langsung menoleh dan menatap mereka semua secara bergantian,

"Ada apa?"

Mereka semua menggeleng disertai dengan senyuman hangat.

"Shani kemana ya.."

"Tuh Shani," Seru Beby serata menunjuk kearah depan. Viny langsung menoleh kebelakang. Ia tersenyum senang lalu beranjak bangun dan menemui Shani.

Ada hal yang ingin disampaikan nya pada Shani. Dan ia benar-benar tak bisa menutupi ini lagi.

"Indira.."

Shani menoleh kebelakang, ia tersentak kaget ketika tahu siapa orang yang berada di belakangnya. Sudut matanya hanya melirik sekilas lalu pergi meninggalkan Viny yang tengah menatapnya dengan tatapan bingung,

"Indira.."

"Shan."

Tak kunjung mendapatkan jawaban dari Shani, Viny menarik tangan Shani hingga sekarang gadis itu berada dalam pelukkan nya. Semua mata tertuju pada Viny dan Shani yang tengah diam dalam pelukkan.

Diam merasakan sebuah gemuruh hebat di hati mereka kala berpelukkan. Sadar akan posisi nya dimana, Viny melepaskan pelukkan terlebih dulu lalu menatap dalam netra pekat milik Shani,

"Ikut gue."

"Gak."

"Shani please."

"Vin.."

Viny menatap sendu mata Shani, ia lalu melepaskan genggaman nya, "It's ok." Ucapnya seraya pergi dari hadapan Shani.

Viny merasa ada banyak yang berubah dari Shani ketika dirinya di rawat selama satu minggu. Apa ini karna Anin?

Ya, walaupun Viny menyadari akan perhatian-perhatian kecil yang Anin berikan untuk nya. Hal itu seolah memberinya kenyamanan yang cukup.

Tapi bagaimana dengan Shani?

Viny menendang-nendang botol yang berserakkan dibawah. Ia sengaja menulikan telinganya agar tak mendengar panggilan dari teman-teman nya.

Satu tangan menahan nya. Viny mendongakkan kepalanya menatap pada orang itu, "Shan--- eh mau kemana?" Seru Viny saat tangan nya ditarik agar mengikuti langkah Shani.

Setelah berkali-kali menanyakan kemana merekan akan pergi, akhirnya Viny datang ke tempat yang dituju oleh Shani. Ia duduk memandangi wajah samping Shani yang tengah memandang langit cerah diiringi dengan hembusan angin yang dengan lembutnya menerpa wajah mereka berdua.

FIX YOU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang