PERGI
Drtt
Drtt--
Viny menggeliat malas masih tertidur dengan pulasnya. Ia memeluk guling kesayangannya dan terus menghiraukan ponselnya yang bergetar sejak tadi.
Ia bahkan melupakan satu hal.
Yap, ia memiliki janji dengan Shani yang 'Katanya' akan mengantar kepergian sang kekasihnya itu ke Jogja.
Tapi mana?
Gadis berambut sebahu itu malah asik tidur dengan dunianya di alam mimpi yang sepertinya sangat asik dan enggan untuk ditinggali olehnya.
BRAK!
Lidya mendobrak pintu kamar Viny dengan napas terengah. Ia menatap Viny yang tengah tertidur dengan tatapan tak percaya. Bahwa sebenernya..
Gadis itu masih tertidur.
"OEY VIN!" Teriak Lidya tepat disamping telinga Viny.
Viny terperanjat kaget hingga posisinya sekarang duduk. Ia mengusap kasar wajahnya lalu menoleh kearah Lidya.
"Ngapain pagi-pagi gini dirumah gue?" tanyanya dengan sesekali matanya terpejam.
"Pagi?"
Viny hanya mengangguk.
Plak!
Lidya menampar pipi Viny masih dengan menggunakan perasaan. Ia merasa ingin mengacak-acak poni Viny dengan tangan nya yang bebas. Namun ia tahan.
"Apaansih Lids?!" Kesalnya
"Vin gue.."
"Apaan?"
.
.
.
.
"GUE MAU NGASIH TAU KALO SHANI BENTAR LAGI OTW JOGJA!!!!" Teriak Lidya.
Satu. Dua. Ti--
BRAK!
Viny membanting pintu kamar mandi nya lalu meninggalkan Lidya seorang diri dikamarnya.
.
"Vin.."
Viny hanya menoleh menatap Lidya sekilas. Ia kembali memutar bola matanya mencari kacamata nya berserta dengan earphonenya. Jaket yang tergantung di balik pintu perlahan berpindah tempat menjadi di pundak Viny. Kakinya melangkah keluar tanpa peduli dengan Lidya yang merasa sangat kesal karena tingkah Viny.
Setelah langkah Viny terhenti tepat di pintu samping mobil, ia membukanya dengan perlahan. Wajahnya benar-benar terlihat khawatir, takut dan sebagainya. Ia takut Shani akan merasa kecewa karena ketidakhadirannya di Bandara guna mengantarkan kepergian nya itu.
Bug!
"Lo ngapain?" Tanya Viny sebelum benar-benar menyalakan mesin mobilnya. Ia menoleh kesamping, mendapati Lidya sudah duduk di jok samping pengemudi.
"Ikut lo lah."
"Hah?!"
"Come on, Vin. Setelah ikut antar Shani, gue mau ngajak lo ke Cafe, ada yang mau gue ceritain." Jelasnya panjang tidak dengan lebar. Viny mendengus sebal. Ia memutar bola matanya malas lalu mulai menyalakan mesin mobil.
Yap, mencoba menghiraukan Lidya yang berada dismpingnya.
Entah mengapa hatinya benar-benar merasa gelisah, amat sangat gelisah. Padahal, semalam baru saja ia menghabiskan waktunya dengan Shani. Dan membuat Status mereka berdua berganti menjadi sepasang kekasih yang tanpa adanya sebuah ancaman akan 'PUTUS JIKA SUDAH 1 BULAN'.
KAMU SEDANG MEMBACA
FIX YOU [END]
FanfictionFIX! Mereka berdua sudah tak lagi bisa untuk menghindari semuanya.
![FIX YOU [END]](https://img.wattpad.com/cover/109788159-64-k609343.jpg)