FIX 27

1.2K 153 7
                                        

Sebuah botol masih terus berputar diatas meja belajar seorang gadis manis itu. Tangannya bergerak guna memutar botol itu kembali entah untuk apa. Hari ini, bukanlah hari pertama ia memikirkan masalah seperti ini, bertengkar dengan Shani, dan juga masalah lainnya. Memang tak banyak masalah yang saat ini tengah memenuhi pikirannya, namun masalah seperti inilah yang bisa membuat gadis ini down seketika.

Terlebih lagi, sudah terhitung satu minggu lebih Shani dan Viny menjalankan proses bertengkarnya, yang dimana salah satu dari mereka tak ada yang mau mengalah,

Padahal, jauh dari lubuk hati mereka berdua, bahwa mereka sudah tak tahan dengan kondisi seperti ini, apalagi harus menahan rasa RINDU.

Shani pun masih sering mencuri-curi perhatian dari Viny, melirik-lirik Viny, bahkan memperhatikan Viny dalam diam, begitu pula dengan Viny sebaliknya.

Sebuah pertengkaran yang entah kapan akan berakhir, akhirnya memunculkan sebuah masalah baru yang jika ditahan akan semakin membesar dan selanjutnya meledak.

Viny akhirnya bangkit dari posisi awalnya, kemudian mulai mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang. Setelah dirasa cukup, ia dengan sesegera mungkin langsung mengistirahatkan tubuhnya yang amat sangat lelah.

"Goodnight, Indira." gumamnya seraya memejamkan matanya.

.

.

.

.

.

.

"Shit!" pekik Viny saat ia merasakan tubuhnya tak ingin diistirahatkan dengan begitu cepat,

Kenapa?

Bayangan Perempuan yang dikenalkan oleh Ayahnya kembali muncul saat ia memejamkan matanya. Belakangan ini, ia selalu dikejutkan oleh sosok Perempuan yang -katanya- akan menjadi Ibunya setelah menikah dengan sang Ayah.

Sudah sangat jelas bahwa Viny tak bisa mengelak lagi. Ia harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi,

Memang Ayahnya sengaja?

Atau, Ayahnya sendiri tidak tahu menahu?

"Shanii!" ucap Viny nyaris berbisik,

"Gue kangen, kenapa gue bisa mertahanin gengsi gue ini cuma karena masalah Gracia? Gue harus apa?" lirih Viny.

~~

Handphone, laptop, earphone, dan Kuota pastinya, sekarang sudah menjadi teman terbaik, teman yang paling setia bagi Shani.

Malam minggu ini..

Ah oke ralat, Sabtu malam ini adalah sabtu malam yang sangat-sangat membosankan untuk Shani. Pasalnya, setiap sabtu malam Viny selalu datang kerumahnya, menjemputnya untuk pergi bersama dan menghabiskan waktu bersama.

Ada satu hal yang tengah Shani pikirkan di Sabtu malam ini. Sebuah pertengkaran kecil, yang kemarin tak sengaja dan memang tak berniat untuk dilakukan nya pada Viny.

Ia tak bisa. Ia bahkan jauh lebih lama mengenal Gracia dibandingkan Viny. Viny memang kekasihnya saat ini, tapi bukan berarti Shani harus melakukan satu hal yang bisa menjauhkannya dengan Gracia.

Pikiran gadis itu sudah melayang entah kemana. Sekarang, ia tengah duduk sambil menyandarkan tubuhnya dikepala ranjang, dengan sebuah Laptop yang berada dipangkuan nya.

Ia tengah memainkan sebuah sosial media yang memiliki logo burung berwarna biru, lalu tak sengaja melihat sebuah post-an milik Viny,

Ia tengah memainkan sebuah sosial media yang memiliki logo burung berwarna biru, lalu tak sengaja melihat sebuah post-an milik Viny,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
FIX YOU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang