FIX 23

1.2K 174 23
                                        

Ada dua hal yang saat ini mengganjal dihati Viny. Yaitu, rasa takut dan juga rasa penasaran. Hal yang tidak akan pernah bisa Viny dapatkan jawaban nya jika Shani belum kembali ke Jakarta.

Viny.

Saat ini, gadis itu tengah duduk dimeja belajarnya, memandang sebuah Laptop yang sudah terbuka. Ia merasa bingung, harus dari mana ia menanyakan hal ini pada Shani?

Ia bahkan memiliki satu harapan yang semoga saja bisa membuat hatinya lebih tentram tak seperti sekarang ini.

"Hhhh. Berdo'a Vin" gumamnya.

Tangan nya kemudian mulai menggerakkan Mouse kearah satu aplikasi berwarna hijau. Ia mencari kontak bernama sang kekasih lalu dikliknya. Sebelum benar-benar melakukan hal ini, Viny lebih dulu men-chat sang kekasih.

Chat Viny x Shani
Viny side

Indira

Hey girl

Iya, Vin?
Kenapa?

Mmm.. sibuk ga?

Kebetulan engga.
Kenapa lagi?

Aku mau video call kamu, hehehe

Ih! Dikirain ada apa
Dasarr yaa😒

Bisa ga?

Bisa bisa kok
Apa sih yang engga buat kamu😝

Kesayangan banget deh wkwk

Aku?

Iya

Jadi duta shampo lain?
HAHAHA

Shan😒😒😒

Hehehe
Maaf deh
Katanya mau video call?

Setelah melakukan aksi izin-izinan, akhirnya Viny menklik tombol yang bergambar kamera. Ia kemudian duduk dengan memasang wajah memelasnya. Berniat, jika saat Shani melihatnya, Shani akan merindukan nya lebih dalam lagi.

Ketika ia melihat Shani sudah mengangkat telepon nya, ia kemudian tersenyum lebar seraya menutup wajahnya dengan kedua tangan nya. Wajahnya benar-benar berbinar melihat sang kekasih sudah menyapanya dengan senyum hangatnya.

"Halooo~ Gue kangen oey!" Seru Viny. Ia menatap ke layar Laptop dengan bibir bawah mengerucut. Shani yang berada disebrang sana hanya terkekeh menatap kekasihnya yang ia rindukan ini.

"Lo kangen ga?" Tanyanya.

"Engga tuh wle~" seru Shani yang sudah memeletkan lidahnya.

Viny melipat kedua tangan di depan dada lalu memasang wajah datarnya, "Oh gitu. Cukup tau."

"Dih ngambek HAHAHA"

"Please deh gak usah lebay. Gue cuma bercanda kok. Gue juga kangen lo. Kangen senyuman manis mu" seru Shani dengan senyum tulusnya yang membuat Viny ikut tersenyum.

"Kapan balik?" Viny sudah mulai mengembalikan senyuman manisnya itu pada Shani. Ia mendekatkan wajahnya pada layar laptop dan memicingkan matanya menatap Shani, "Sendirian?"

"Oh, ga kok. Gue sama Gracia. Tapi emang kebetulan dia lagi keluar hehehe" Viny hanya mengangguk paham masih dengan senyumnya.

Ia sebenarnya sudah tahu, tapi ia hanya pura-pura tidak tahu. Basa-basi yang luar biasa.

"Kenapa sih? Tumben banget."

"Gak boleh?" Viny terdiam menatap Shani.

"Boleh kok. Banget malah"

FIX YOU [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang