"Gue di depan rumah lo."
Ceklek!
Sebuah pintu terbuka memperlihatkan seorang gadis cantik bertubuh tinggi tengah berdiri disana. Ia mengerutkan keningnya bingung menatap teman nya yang sedari tadi hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Lo baik-baik aja kan?"
"Gue..."
"Masuk Vin."
"Thanks Lid."
Viny pun mengikuti ucapan Lidya seraya masuk kedalam. Ia kemudian duduk disalah satu sofa yang ada di ruang tamu. Sambil menunggu Lidya yang tengah mengambil air minum, Viny mulai menyandarkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.
Tas yang Viny bawa, sengaja gadis itu simpan dilantai. Ia tak memberitahu Lidya sebelumnya bahwa ia akan datang kerumah sahabatnya yang satu itu.
"Vin," panggil Lidya membuat Viny harus kembali membuka matanya. Viny tersenyum lalu mulai mengambil minum yang Lidya berikan padanya, "Sekali lagi, makasih Lids."
Lidya hanya mengangguk sambil memperhatikan Viny yang tengah meneguk minuman nya. Ia sadar akan satu hal, raut wajah Viny benar-benar berbeda, tak seperti biasanya.
"Lagi ada masalah?" Lidya menebak. Viny tertawa lalu mengangguk, "Tau aja"
"Mau nginep?" Lagi, Lidya kembali menebak setelah apa yang ia lihat pada barang bawaan Viny, tasnya.
"Iya, Lids. Boleh?" tanya Viny pelan nyaris tak terdengar.
"Kenapa gak ke Beby?" tanya Lidya. Viny menghela napas kasar lalu menatap Lidya, "Beby, kak Kinal, kak Ve dan Shania, mereka tau soal masalah gue. Gue cuma takut, mereka bilang ke Ayah sama posisi gue sekarang ini." jelas Viny membuat Lidya terdiam.
Gadis itu terus menatap Viny jauh lebih dalam dari sebelumnya, "Mereka tau lo pergi?"
"Engga."
"Lo berantem sama Om Keenan?"
"Iya Lids."
Lidya terdiam beberapa saat melihat mata Viny yang nampak berkaca-kaca. Ia kemudian beranjak bangun lalu mengambil tas Viny yang berada dilantai. Tangannya terulur lembut. Viny yang melihat itu hanya tersenyum lalu menerima uluran tangan Lidya.
"Lo tidur sama gue. Kamar tamu lagi gak bisa dibuka." ucap Lidya pelan membuat dirinya terkekeh geli, "Kuncinya dibawa bokap sama nyokap, jadi gak bisa dibuka. Sorry ya hahaha"
"Iya gak papa Lids. Bokap sama nyokap lagi kemana emang?" Lidya menoleh kesamping menatap Viny, "Ada tugas di luar kota selama seminggu."
"Oh, lo sendiri?"
"Tadinya. Sekarang berdua kan sama lo," ucap Lidya sambil menaik-turunkan kedua alisnya.
"Dasar pedo. Lo mau godain gue juga?"
Lidya mendelik sebal menatap Viny, "Ogah. Tar gue dipenggal Shani bahaya."
"HAHAHA"
"Oiya," sesampai nya di kamar, Lidya menaruh tas yang sedari tadi ia bawa diatas meja disebelah kanan kamarnya. Ia lalu duduk di tepi tempat tidur sambil menatap Viny yang tengah duduk ditempat biasa ia belajar,
"Shani tau?" tanya Lidya. Viny menggeleng pelan, "Gue gak ngasih tau dia, lupa. Dia masih marah kayaknya."
"Lah kenapa?!" Kejut Lidya membuat Viny mendelik sebal pada gadis yang ada di depan nya, "Masih dimasalah yang sama Lids hahaha"
"Kabarin lah."
"Gue minjem handphone lo,"
"Buat apaan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
FIX YOU [END]
FanficFIX! Mereka berdua sudah tak lagi bisa untuk menghindari semuanya.
![FIX YOU [END]](https://img.wattpad.com/cover/109788159-64-k609343.jpg)