BEST HUSBAND 2

72.7K 3.3K 43
                                        

Ceklek suara pintu terbuka membuat Sesil dan Dina menoleh, Sesil tiba-tiba membulatkan matanya, what?, Sesil terkejut melihat rombongan Abraham's Company yang sudah datang ke restorannya, matanya terus membulat menerawang sosok pria tinggi besar yang berada dia antara rombongan Abraham's Company. "Oh, shit! Kenapa dia di sini?" Sesil terkejut melihat sosok pria yang menyebabkan blousnya kotor berada di tengah-tengah rombongan Abraham's Company.

"Oh, dia ada di sini Din," Dina melirik pada Sesil yang tengah mengepal tangannya sempurna. "Dia siapa?" Alis Dina saling tertaut. "Pria bedebah itu!" Jawab Sesil dengan nada kesal.

Dina membulatkan matanya, telunjuk Sesil terulur untuk menunjuk pria 'bedebah' yang Sesil maksud. "Dia adalah orang yang telah membuat blouse ku menjadi kotor!" Gerutu Sesil.

"Ah, sudah lah, kita lupakan itu, sekarang dia adalah tamu terpenting kita, kamu bisa kan melupakan sejenak kejadian tadi pagi?" Sesil mencebikkan bibir merekahnya. "Huh, baiklah, ini Aku lakukan hanya untuk membuat restoran ku dikenal di dunia internasional," Dina tersenyum simpul. "Nah, gitu dong, ya sudah, ayo kita samperin mereka,"

Dina dan Sesil berjalan beriringan mendekat ke meja yang di tempati rombongan Abraham's Company. Pria yang semula duduk manis di meja nya kini berdiri, pria itu menautkan kedua alisnya heran. "Kau? Kenapa kau ada di sini?" Pria itu bertanya langsung ke intinya, Sesil mencebikkan bibir dan melipat kedua tangannya di dada. "Ini adalah restoranku, jadi wajar kalau Aku ada di sini." Jawab Sesil dengan nada datar.

"Sial, kau ini senang sekali membuat mood yang Aku bangun hancur berkeping-keping, apakah tidak cukup membuat mood ku hancur tadi pagi, hah?" Nada bicara pria itu meninggi, rekan-rekan sesama Abraham's Company melirik heran pada sang pria. Dina gelagapan. Kenapa jadi ribut begini? Oh, sial!.

"Tolong jaga bicaramu! Apa kau tidak sadar bahwa sebenarnya kau yang salah? Atau kau mau lari dari tanggung jawab?" Pria itu menatap tajam ke arah Sesil, mata elangnya menyiratkan emosi yang berapi-api.

"Ya sudah, kalau begitu, Aku tidak jadi makan malam di restoran ini!" Pria itu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja, ia melenggang menuju pintu keluar restoran. Sesil berlari dan menyusul pria itu, tangan Pria itu dicekal oleh Sesil.
"Tunggu, seenaknya saja kau pergi begini? Apa kau tidak tahu karyawan kami bekerja keras demi membuat hidangan spesial untuk kalian? Sungguh, kau ini tidak berperasaan ! Setidaknya kau mencicipi hidangan yang sudah susah payah kami buat," pria itu memutar bola matanya, jengah.

"Ayo kembali duduk, dan lupakan sejenak masalah di antara kita, lihat, rekan-rekan mu sudah kelaparan." Sesil menunjuk rekan-rekan sang pria dengan dagunya.

Sesil menarik tangan sang pria untuk kembali duduk di tempat duduknya, tanpa penolakan sedikitpun pria itu merelakan tangannya di tarik Sesil.
"Sekarang kau duduk, nikmati pelayanan dan makanan yang telah kami buat." Sesil mengisyaratkan Dina dan pelayan-pelayannya untuk menghidangkan makanan. Tak lama setelah itu, makanan sudah tersaji sempurna.

"Silahkan dinikmati," Sesil mempersilakan tamunya untuk mencicip makanan buatan restorannya, semua nya langsung bersiap dengan piring masing-masing, kecuali satu, pria 'bedebah' itu. Sepertinya ia enggan mencicip makanan yang dibuat oleh tangan Sesil.

"Pak, kenapa Anda tidak makan?" Tanya seorang wanita yang duduk di samping sang pria, pria itu hanya tersenyum judes. "Saya sudah kenyang, kalian saja yang makan, sehabis makan, kita akan rapat,"

"Tapi pak, kami tidak enak dengan bapak, bapak yang mengajak kami kesini, tapi bapak tidak ikut makan dengan kami." Pria yang duduk di pojok kanan juga angkat bicara.

"Oh, jadi dia adalah atasan," gumam Sesil dalam batinnya. Dina menyikut tangan Sesil, Sesil menoleh. "Sil, dia tampan sekali, Aku jadi naksir sama dia," Sesil mencebikkan bibirnya. "Cih. Tampan dari Hongkong, kamu sepertinya kena pelet pria itu Din," ketus Sesil.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang