BEST HUSBAND 33

29.9K 1.5K 41
                                        

Aku rindu moment bersama kita dulu.

Gery mengobrak-abrik kamarnya, semua barang yang ada di kamarnya kini sudah berserakan di lantai. Amarah yang bergemuruh didadanya tidak bisa ia bendung lagi. Kenapa Nayla harus berubah pikiran? Padahal rencana mereka akan berhasil sebentar lagi. Hal itulah yang membuat Gery tidak bisa menahan emosinya, ia begitu kecewa pada Nayla.

"Nay, aku akan buktikan padamu, jika tanpa bantuanmu, aku pun bisa mencapai tujuanku, aku akan buktikan itu."

Mata Gery menyala, amarahnya bekobar. Gigi-gigi nya saling beradu.

***

Sesil terus memegangi perutnya. Ia terasa sangat lapar. Mau masak juga bahan-bahan di dapur sudah pada habis, membuat Sesil tidak bisa berbuat apa-apa. ini sudah pukul 10 malam dan Reyhan pun belum pulang dari kantor. Akhirnya Sesil hanya mampu menyandarkan tubuhnya di sofa seraya menonton tayangan televisi kesukaanya.

Selama menonton tayangan televisi, Sesil tidak bisa menikmatinya, ia terus memegangi perutnya yang terasa sangat sakit karena belum diisi apapun.

Suara pintu terbuka berhasil membuat Sesil terlonjak, ternyata itu adalah Reyhan yang baru pulang dari kantor. Sesil mengembangkan senyum merekahnya, rasa bahagian tiba-tiba menyelimuti dirinya.

"Kenapa kau belum tidur? Ini sudah malam," ucap Reyhan to the point karena melihat Sesil yang tengah menyadarkan tubuhnya lemas di sofa.

"Aku tidak bisa tidur, aku lapar, semua bahan untuk masak habis, Rey. Jadi aku nggak masak malam ini." Ucap Sesil lirih.

Reyhan mengembuskan napas panjang, ia meletakan tas dan berkas kantornya di sofa.

"Ayo ikut denganku, kita makan diluar saja. Aku tidak mau kalau sampai kau sakit karena tidak makan." Ajak Reyhan pada Sesil, mata Sesil seketika berbinar.

"Yang benar Rey?" Tanya Sesil memastikan.

"Iya aku beneran. Cepat kau besiap. Aku menunggumu di garasi."

"Ah, kau ini baik sekali, okey, aku akan bersiap."

Sesil menuju kamarnya untuk bersiap. Semangatnya sudah menggebu , ia begitu senang.

Reyhan menyandarkan punggungnya pada mobil Ferrari nya. Tangannya besedekap, ia sedang menunggu Sesil saat ini. Ia terus-menerus melirik jam tangan yang melingkar di tangannya.

"Sesil kemana? Nanti keburu malam." Gumam Reyhan.

"Aku sudah siap." Sahut Sesil dari arah pintu, Reyhan terlonjak.

"Kau ini mengagetkanku saja." Ucap Reyhan karena merasa terkejut dengan kedatangan Sesil.

"Ayo kita berangkat, aku sudah lapar,"

"Iya, iya." Reyhan dan Sesil menaiki mobil, Reyhan menyalakan mesin dan mulai melajukan mobilnya membelah jalanan ibu kota yang sangat ramai di malam hari.

***

Sesil terus-menerus memonyongkan bibirnya, ia saat ini sedang kesal pada Reyhan. Kenapa Reyhan membawanya makan di warung sederhana pinggir jalan? Sesil kurang suka tempat seperti ini.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang