BEST HUSBAND 31

28.4K 1.5K 64
                                        

Kau tetap sama, tetap menjadi BEST HUSBAND yang aku miliki di dunia ini. Walaupun aku sering berulang kali menyakiti mu.

Reyhan sedang asyik membaca koran di taman belakang rumahnya ditemani segelas kopi dan biskuit kelapa kesukaanya, ia membaca koran hanya sekadar agar pikirannya terhadap Sesil teralihkan. Bosan, sangat bosan malah, Reyhan aslinya tidak terlalu suka membaca koran, tapi tidak ada kegiatan lagi yang bisa ia lakukan. Mau nge gym juga hari ini dia merasa sangat malas. Moodnya sedang tidak baik saat ini.

Suara ketukan sepatu dari kejauhan terdengar sangat nyaring, Reyhan mengalihkan pandanganya pada pemilik suara ketukan itu, wajahnya mendadak suram, ternyata itu adalah Sesil.

Kenapa harus dia? Aku sedang tidak ingin melihat wajahnya.

Reyhan kembali memfokuskan dirinya pada koran yang ia baca. Mengenyahkan Sesil yang berjalan mendekatinya.

"Rey, kau sedang apa disini?" Tanya Sesil to the point.

"Bukan urusanmu," ucap Reyhan singkat, padat, dan jelas.

Sesil menautkan kedua alisnya, Matanya menyipit.

Kenapa dia seperti ini?

"Rey, kau kenapa?"

"Tidak. Aku tidak apa-apa. Omong-omong kau habis dari mana? Ketemuan sama pacar barumu lagi?"

Sesil semakin menautkan kedua alis, perkataan Reyhan barusan berhasil menusuk relung hati Sesil. Kenapa dia bicara seperti ini?

"Maksudmu apa Rey?"

Reyhan meletakan korannya di meja.

"Aku tidak perlu memberi tau mu, lagi pula aku bukam siapa-siapa mu lagi, bukan?"

Sakit, hanya itu yang Sesil rasakan, kenapa Reyha berubah seperti ini? Apa salahnya?

"Rey, kau ini bicara ngawur."

"Aku tidak ngawur, ini fakta."

"Fakta bagaimana? Jelas-jelas kau bicara ngawur."

"Terserah kau saja." Reyhan akhirnya malas meladeni Sesil.

Sesil mengembuskan napas berat. Ia lantas membalikan badan, hendak menuju dapur untuk mengambil minum. Tiba-tiba tanpa sengaja kaki Sesil terjerembab, kakinya terkilir hingga membuat Sesil mengaduh kesakitan.

"Argggg." Rintih Sesil seraya mengelus-elus kakinya yang terkilir.

Disisi lain Reyhan sudah sangat ingin membantu Sesil, ia tidak bisa melihat Sesil seperti ini. Di saat ia ingin membantu Sesil, ia kembali berpikir dua kali, untuk apa dia menolong Sesil, untuk apa menolong orang yang bahkan orang itu tidak membutuhkan pertolongannya, terutama dari Reyhan. Akhirnya Reyhan kembali fokus pada korannya.

Sesil masih merintih, matanya melirik pada Reyhan yang masih santai bahkan tidak mau menolong Sesil. Sesil semakin bingung, biasanya Reyhan akan cepat dan sigap membantu Sesil ketika dalam kesulitan. Tapi sekarang? Dia malah acuh.

Dengan susah payah, Sesil kembali bangkit, kakinya teramat sakit. Ia berpegangan pada pohon agar bisa membatunya berdiri. Sedangkan Reyhan hanya dapat melihat dengan cemas.

Jalan Sesil sempoyongan, tangan kanannya masih setia memegangi lututnya, ia ingin ke kamarnya untuk mencari obat merah dan mengobati lutut dan ujung jari kakinya yang berdarah.

Sialnya, Sesil kembali menginjak batu, ia hampir terjatuh kembali. Dengan sigap, sesosok tangan kekar menopang tubuh Sesil yang hampir tersungkur ke tanah. Mata Sesil membulat, antara kaget karena hampir terpelincir kembali sekaligus kaget karena ternyata pemilik tangan kekar yang telah membantunya adalah Reyhan.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang