BEST HUSBAND 5

51.4K 2.4K 24
                                        

"Din, dimana Sesil?" Dina tergelonjak ketika Gery tiba-tiba sudah ada di sampingnya. Dina kelabakan. "Emm Se-sesil." Dina terbata-bata. "Sesil apa?" Gery menyipitkan matanya.

"Sesil sedang ada urusan, sepertinya dia akan langsung pulang sehabis dari urusannya itu." Alis Gery saling tertaut. "Loh, bukannya tadi dia minta Aku jemput?". Dina menggigit bibir bawahnya, nggak mungkin juga kan Dina memberitahu Gery bahwa Sesil di bawa oleh seorang pria yang bernama Reyhan? Kalau Gery tahu maka akan terjadi perang dunia ke 3 diantara mereka.

"Urusannya sangat mendadak, mungkin dia lupa memberitahumu Ger, sudahlah, positif thinking saja." Gery manggut-manggut. "Kamu, kenapa belum pulang Din? Ini. Sudah malam loh." Dina menoleh ke arah Gery. "Aku sedang menunggu taksi."

"Biar Aku saja yang antar, Aku agak khawatir kamu pulang sendiri malam-malam begini." Gery menarik tangan Dina untuk ikut bersamanya ke dalam mobil. "Tapi---"

"Sudahlah, kamu jangan merasa canggung, kamu adalah teman Sesil, Aku juga harus menjagamu." Dina tersenyum simpul. "Baiklah," Gery pun ikut tersenyum simpul.

***

"Sil," Reyhan memanggil Sesil yang tengah duduk di depan cermin, memandang penampilannya pada pantulan cermin yang ada di depan Sesil. Sesil menoleh, wajah nya masih menyiratkan ekspresi bingung.

"Rey, kenapa aku di dandani seperti ini?", Reyhan menelan ludah kasar. Reyhan mendekati Sesil lantas duduk di samping Sesil.

"Sil, kau-kau.." Reyhan masih belum sanggup mengatakannya pada Sesil, Reyhan takut Sesil tidak setuju.

"Kau apa Rey? Tolong, katakan, aku ingin segera pulang, ini sudah larut malam, dan kekasihku seperti nya sudah datang menjemput ku di restoran." Reyhan sedikit ragu untuk mengatakannya.

"Kau akan menikah denganku Sil, malam ini juga." Sesil bagaikan tersambar petir mendengar penuturan Reyhan yang sangat membuatnya terkejut luar biasa, pria ini sudah gila!

"Apa? Nikah?" Sesil beranjak dari duduknya. Sesil sedikit menjaga jarak dari Reyhan. "Apa kau sudah gila Rey?"

Reyhan ikut berdiri, "Aku melakukan ini hanya demi kakekku Sil, dia menginginkan sekali aku menikah dengan seorang Chef, dan hanya kau lah wanita dengan profesi Chef yang Aku kenal, Aku melakukan ini semua karena terpaksa, ini bukan kemauanku, Aku tidak ingin membuat kakekku kecewa."

Perlahan cairan bening membasahi pipi mulus Sesil, "Rey, kau sangat egois! Aku juga memiliki hak untuk menikah dengan pria pilihanku! Lagi pula, Aku sudah memiliki kekasih, Kau tidak berhak memaksaku untuk menikah dengamu! Ini sungguh gila Rey, ini benar-benar gila!!"

Benar yang dikatakan Sesil, Reyhan tidak berhak  memaksa Sesil untuk menikah dengannya, tapi, bagaimana dengan kakeknya? Reyhan tidak ingin mengecewakan kakeknya.

"Tuan!! Kakek Anda Tuan!!" Sesil dan Reyhan tergelonjak dan menoleh secara bersamaan ke arah sumber teriakan yang ternyata berasal dari Jaka.

"Kakek kenapa paman? Kakek kenapa?" Reyhan berlari mendekat ke arah Jaka yang berdiri di ambang pintu, diikuti Sesil yang mengekor di belakang nya.

"Kakek Anda nge drop lagi Tuan!!" Reyhan membulatkan matanya, begitu juga dengan Sesil.

Tanpa basa-basi lagi, Reyhan langsung berlari menemui kakeknya dengan perasaan panik.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang