BEST HUSBAND 34

32.9K 1.5K 40
                                        


Mulmed
"Reyhan Alexander Abraham"
°

°°

Kau memang manja, tapi aku sangat merindukan manjamu itu ketika kau tak ada di sampingku.

Sesil menggeliatkan tubuhnya, tubuhnya mengusik, matanya perlahan membuka. Sesil membulatkan matanya karena melihat Reyhan yang sedang tertidur dengan memeluknya, Sesil tiba-tiba menarik senyum, entah kenapa Sesil bahagia menyaksikan pemandangan langka ini, sekarang, Reyhan tengah tertidur, dan Sesil berada di dalam dekapan Reyhan.

Tangan Sesil terulur untuk meraba wajah Reyhan, dari mata turun kehidung Reyhan yang mancung, turun lagi ke bibirnya yang tipis, Sesil teramat takjub dengan wajah dari salah satu makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna di mata Sesil ini. Reyhan seketika mengusik karena merasa terganggu dengan sentuhan di wajahnya.

"Sil," ucap Reyhan dengan suara serak khas orang bangun tidur.

Sesil langsung menjauhkan tangannya dari wajah Reyhan, Sesil hendak bangkit tapi tangannya kembali di tarik oleh Reyhan hingga Sesil membentur dada bidang Reyhan.

"Kau mau kemana?" Tanya Reyhan pada Sesil yang kini wajahnya berada tepat di depan wajah Reyhan.

"Aku-aku...aku ingin ke kamar mandi," Sesil terbata.

"Boleh aku mengatakan sesuatu?" Reyhan menaikkan sebelah alisnya.

"Boleh," jawab Sesil singkat.

"Orang yang dasarnya cantik akan selalu terlihat cantik walaupun tidak ber make-up," puji Reyhan pada Sesil.

Seketika Sesil blushing mendengar perkataan Reyhan, jantungannya berpacu dua kali lebih cepat.

"Dan satu lagi, aku minta maaf karena telah lancang tidur di tempat tidurmu,"

"Nggak, gak papa,"

Dengan cepat Sesil membungkam mulutnya, kenapa ia bisa sebodoh itu mengatakan kata-kata itu.

"Apa Sil?" Goda Reyhan dengan sedikit tersenyum.

"Eng-enggak, aku mau ke kamar mandi dulu." Sesil langsung berlari menuju kamar mandi, ia begitu malu, jadi, ia menutupi rasa malu itu dengan melesat ke kamar mandi. Disisi lain, Reyhan hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah aneh Sesil. Ia cekikikan sendiri.

***

Hari ini Reyhan dan Sesil kembali ke kantor, aslinya Sesil tidak mau ke kantor, tapi karena paksaan Reyhan akhirnya Sesil mau. Entah kenapa juga Sesil menuruti semua perkataan Reyhan, intinya, Sesil selalu merasa bahagia di dekat Reyhan, hal itulah yang menjadi alasan Sesil menuruti semua perkataan Reyhan.

Jam sudah menunjukan pukul 12.00, waktu istirahat kerja sudah tiba. Langkah besar seseorang yang berjalan ke arah Sesil membuat Sesil melirik sekilas pada pemilik lagkah besar itu. Sesil menyipitkan mata, memastikan penglihatannya itu benar. Itu adalah Reyhan.

"Sil, ayo kita makan," ajak Reyhan.

"Aku masih kenyang Rey," jawab Sesil sedikit ketus. Sesil malah fokus pada laptopnya.

Tanpa permisi Reyhan mengambil laptop milik Sesil dan menutupnya.

"Kau ini apa-apaan Rey, aku sedang bekerja." Kesal Sesil.

"Ini waktunya istirahat, semua karyawan disini harus mematuhi semua peraturan kantor, waktunya istirahat ya harus istirahat." Jawab Reyhan tegas, Sesil mencebikkan bibirnya kesal.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang