BEST HUSBAND 13

43.2K 1.9K 26
                                        

Sesil merebahkan sejenak tubuhnya di sofa, tubuhnya serasa sangat lelah dengan kejadian hari ini. Rasanya, seluruh sendi-sendi nya seakan ngilu.

Dhani sudah pulang sejak tadi, Dhani pulang dengan senyum terkembang di wajah. Katanya, Ia sangat menyukai makanan buatan Sesil, Sesil hanya senyum-senyum sendiri mengingatnya.

Dhani itu sangat menghargai apa yang Aku buat, nggak kaya Reyhan yang bisanya menyela makanan buatanku saja.

Sesil menatap Jendela, diluar sana sedang turun hujan deras. Hawa dingin mulai menusuk kulit. Sesil masih memikirkan Dina, kenapa dia tidak kesini, padahal Sesil sudah menunggunya.

Mungkin Dina nggak jadi kesini, mungkin dia lagi sibuk, Ah, ya sudahlah tidak apa.

Tanpa permisi sebuah tangan melingkar di pinggang Sesil. Ada yang memeluk Sesil dari belakang, dari aromanya dia adalah seorang pria. Sesil tergelonjak, pasalnya di rumah tidak ada siapa-siapa, Reyhan juga sedang mengantar Dhani pulang sekalian mampir ke minimarket untuk membeli sesuatu.

Siapa dia? Jangan-jangan penculik?

Refleks Sesil langsung menyikut perut pria yang sedang memeluknya dari belakang lantas mendorong nya hingga membentur sudut meja.

"Arrgg!" Pekik pria itu. Sesil menatap bulat pada sosok pria yang ternyata adalah Reyhan, Sesil langsung menolong Reyhan yang sikutnya sedikit berdarah karena benturan tadi.

"Kau tidak apa-apa?" Ucap Sesil, nada bicara Sesil sudah khawatir.

"Kenapa kau mendorong ku? Oh, shit!"

"Maaf Aku tidak sengaja, lagian kau datang tiba-tiba dan memeluk ku, aku kira kau penculik." Sesil menelisik sikut Reyhan yang berdarah.

"Kau ini, lagian, mana ada sih penculik setampan Aku, hm?"

Sesil berdecih, pede sekali dia. Disaat seperti ini dia masih bercanda.

"Terserah kau saja, Aku akan mengambil kotak P3K dulu."

Reyhan mencekal tangan Sesil yang hendak mengambil kotak P3K. Sesil mengembuskan napas panjang.

"Ada apa lagi? Aku akan mengambil kotak P3K untuk mengobati lukamu."

"Kau tega meninggalkanku sendiri dengan sikut berdarah dan baju basah kuyup seperti ini? Ah, kau sungguh tidak berperasaan." Rajuk Reyhan. Ya, tadi Reyhan sempat kehujanan dan membuat kemejanya basah, tapi tetap saja membuat tubuhnya menggigil.

"Kau ini manja," Sesil memonyong kan bibirnya.

Sesil membantu Reyhan untuk berdiri. Lantas membawanya ke kamar. Reyhan tersenyum melihat sikap penurut Sesil hari ini.

***

Sesil dengan telaten mengobati sikut Reyhan yang berdarah. Sesekali Sesil meniup-niup luka Reyhan dengan lembut.

"Gimana? Sudah tidak sakit?" Tanya Sesil seraya melirik Reyhan.

"Lumayan."

"Makanya jangan meluk-meluk sembarangan, nanti kau disangka penjahat."

"Aku memelukmu karena Aku kedinginan," jawab Reyhan datar.

"Kenapa harus peluk Aku? Kenapa gak peluk bantal saja yang hangat?" Sesil memasukan obat-obatan nya kembali ke kotak P3K.

"Karena pelukamu lebih hangat dari pada bantal."

Sesil terdiam, entah kenapa jantungnya berpacu dua kali lebih cepat ketika Reyhan bicara seperti itu. Sebelumnya biasa-biasa saja.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang