BEST HUSBAND 20

35.6K 1.8K 39
                                        

Aku sakit ketika kau memberiku perhatian yang tulus.

Ada apa dengannya? Kenapa sikapnya aneh seharian ini?

Pertanyaan itu selalu terngiang dalam benak Reyhan, bahkan di saat Reyhan tengah merebahkan tubuhnya di kasur. Sikap Sesil jadi aneh sejak tadi siang. Entah apa yang terjadi padanya. Reyhan pun tak tau. Perubahan sikap Sesil yang drastis membuat Reyhan bingung sendiri. Reyhan terus memijit pelipisnya untuk menghilangkan pusing di kepala nya.

"Seperti nya aku harus menemui Sesil, Aku harus tau kenapa dia mendiami ku seperti ini."

Reyhan lantas bergegas menuju kamar Sesil.

***

Sesil menyisir rambutnya di depan cermin, Sesil habis mandi. Perasaan marah masih bergemuruh di dadanya. Perkataan Nayla seakan menyadarkan Sesil bahwa dirinya hanyalah bonekanya Reyhan saja.

Aku bukan wanita yang bisa kau manfaatkan!

Sesil menyatukan giginya, geram, itulah yang dirasakan Sesil saat ini. Sesil membulatkan mata ketika melihat Reyhan yang sudah berdiri di ambang pintu sembari bersedekap dari pantulan cermin. Sesil lantas membalikkan badannya menghadap Reyhan.

"Untuk apa kau kemari? Aku sedang tidak ingin di ganggu." Jawab Sesil ketus seraya menaruh kembali sisir ke tempatnya.

"Kenapa kau mendiami ku seharian ini? Apa aku punya salah?"

Sesil melipat kedua tangan di dada lantas berjalan mendekat ke arah Reyhan yang berdiri di ambang pintu. Matanya menggambarkan amarah yang bergemuruh.

"Salah mu banyak Rey." Ucap Sesil seraya menekan dada Reyhan dengan telunjuknya.

"Aku salah apa?" Tanya Reyhan karena bingung dengan apa yang di katakan Sesil.

Sesil mengembuskan napas panjang. Ia tidak ingin berdebat dengan Reyhan. Itu hanya akan membuatnya sakit.

Sesil menyatukan kedua telapak tangannya.

"Aku mohon, sebaiknya kau keluar dari kamarku, aku ingin istirahat." Pinta Sesil dengan nada sedikit mengusir.

"Tidak! Aku tidak akan pergi sebelum kau mau bicara padaku!" Kekeuh Reyhan.

"AKU MOHON KELUAR!!"

Reyhan tersentak kaget ketika melihat Sesil yang tiba-tiba saja marah padanya.

Kenapa? Kenapa dia marah?

Reyhan lantas mencekal kedua bahu Sesil,

"Kenapa kau seperti ini? Aku salah apa? Kalau memang aku bersalah katakan saja salahku apa, aku benar-benar tidak mengerti."

Cairan bening mulai menggenang di pelupuk mata Sesil.

Reyhan hanya memanfaatkanmu saja Sil, harusnya kau tau itu. Dan dia juga tidak mencintaimu Sil. Kau harus sadar.

Manik  mata Sesil dan Reyhan saling bertemu. Tatapan yang membuat Sesil sakit sendiri. Sesil tidak menyangka jika pemilik mata coklat bening ini telah memanfaatkannya saja. Sesil Menyesal telah menaruh hati padanya.

Best Husband [Sudah Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang