Bahagia. Satu kata itu yang selalu aku rasakan saat bersamamu.
"Din, kenapa Sesil tidak pulang-puang dari luar kota? Apa pekerjaannya belum selesai?" Gery bertanya dengan nada menyelidik pada Dina. Disisi lain, Dina hanya mampu kelabakan.
"Aku juga kurang tau Ger, nanti dia juga balik kok, kau tenang saja." Jawab Dina cepat. Dina langsung menghentikan aktifitas mencuci piringnya.
"Aku mau ke depan dulu," Dina melenggang pergi meninggalkan Gery di dapur. Ia tidak mau jika sampai dirinya keceplosan jika Sesil ke luar kota bukan untuk bekerja, melainkan berjalan-jalan bersama Reyhan.
Brak!!
Gery menggebrak meja yang ada di dapur, ia begitu kesal dan marah pada Dina dan Sesil karena telah membohongi nya.
"Arggggg!! Kalian pikir aku bodoh! Kalian pikir aku tidak secerdik kalian! Terutama Reyhan! Kau harus mendapat hukuman karena telah membawa Sesil ku diam-diam tanpa sepengetahuan ku!"
***
Dina berjalan menyusuri jalanan yang sepi, ia ingin menuju taman dengan berjalan kaki, untungnya letak taman tidak jauh dari komplek rumahnya, jadi, Dina tidak perlu menggunakan mobil. Dina ingin menetralkan dan menenangkan pikirannya yang berasa sangat ruwet akhir-akhir ini. Terutama Gery, ia harus benar-benar mencari alasan yang tepat agar Gery percaya jika Sesil sedang ada urusan kantor di luar kota, bukan karena liburan. Ya, Gery memang di beritahu jika Sesil sekarang kerja di kantor, bukan di restoran lagi. Karena Sesil bilang, ia ingin merasakan pengalam kerja yang baru selain di restoran.
Langkah Dina terhenti ketika ada sebuah mobil yang perlahan mendekatinya, mobil itu pun berhenti di pinggir Dina.
Kaca mobil perlahan membuka dan menampilkan sosok pria disana. Dina membulatkan mata sekaligus menarik senyum mengetahui jika yang ada didalam mobil adalah Kevin.
"Kevin?" Kejut Dina.
"Hai Din," sapa Kevin dari dalam mobil.
"Kau dari mana saja hah? Baru nongol," Dina pura-pura mengerucutkan bibirnya.
"Maaf, aku sibuk Din, maaf ya Din," Kevin memohon pada Dina. Kevin keluar dari mobil dan menyatukan kedua telapak tangannya dihadapan Dina.
Dina tiba-tiba tertawa dan menepuk bahu Kevin gemas, "Ck, kau ini serius sekali, Ck. Aku hanya bercanda Vin,"
Kevin menghembuskan napas lega. "Kau ini..."
"Ck, maaf maaf Vin, ck."
"Senang berhasil membuatku panik?" Kevin kini ikut-ikutan mengerucutkan bibir.
"Jangan marah dong Vin, aku hanya becanda kok, serius,"
Kevin tidak bisa lagi membendung tawanya, akhirnya pembalasan dendam pada Dina berhasil.
"Aku hanya bercanda, ck."
Dina membulatkan mata lantas memukul-mukul bahu Kevin secara membabi buta.
"Kau iniiiii.."
"Ampun, ampun, ck."
Dina menghentikan mukul memukulnya, lantas melipat kedua tangannya didada pura-pura merajuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Husband [Sudah Terbit]
Romance[SEBAGIAN PART DIHAPUS] SUDAH TERSEDIA DI GRAMEDIA [SEBAGIAN PART DI PRIVAT, FOLLOW SEBELUM BACA] Cover by @devinapyon Cinta tak butuh banyak bicara, hanya ingin memiliki hingga akhir usia. Reyhan Alexander Abraham seorang CEO muda dari perusahaan...
![Best Husband [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/114754362-64-k121670.jpg)