"Ada apa kamu menemuiku Ger?" Sesil mengalihkan perhatiannya yang sebelumnya fokus pada layar ponsel.
"Nggak, Aku cuma kangen sama kamu Sil." Gery (pacar Sesil) memeluk Sesil dari belakang.
"Ck. Kita selalu telponan tiap hari Ger, masa kamu kangen?" Sesil cekikikan sendiri, jemarinya Sesil eratkan di tangan Gery yang melingkar di pinggang Sesil.
"Tapi rasanya beda Sil, Aku ingin kita berkomunikasi langsung seperti ini, nggak mau lewat telpon. Kamu itu terlalu sibuk hingga kamu nggak inget sama Aku," Gery menopangkan dagunya di bahu kanan Sesil.
"Ya sudah, Kamu mau apa sekarang? Aku akan mengikuti kemauanmu." Gery tersenyum sumringah, tangannya semakin kuat melingkar di pinggang Sesil.
"Kamu yakin mau ikutin kemauanku?" Sesil mengganguk, bibirnya Sesil lengkungan sehingga tercipta sebuah senyuman yang begitu manis.
"Kamu mau apa?" Sesil memutar tubuhnya 180 derajat sehingga kini berhadapan dengan Gery. "Aku mau... kita nonton, kamu mau kan?" Sesil mengangguk, ia masih mengguratkan senyum manisnya.
***
Gery sedang mengantre untuk membeli tiket, entah kenapa hari ini bioskop sangat ramai, mungkin karena libur sekolah tiba, jadi banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya untuk menonton film bersama. Sesil menunggu di kursi yang tak jauh dengan tempat pembelian tiket. Sesil merogoh tas kecilnya, lantas mengambil ponselnya. Kini Sesil fokus pada layar ponselnya.
Sesil meluruskan kakinya karena pegal, sementara matanya masih menatap lekat pada layar ponselnya, Sesil merasa goncangan hebat pada kakinya, Sesil sontak melirik ke arah depan.
"Tolong, ini jalanan, kau tidak boleh mejulurkan kakimu seperti itu, kau membuat ku hampir terjatuh tadi, kau...." Sesil menatap kaget pada seorang pria yang telah memarahinya, sementara pria itu juga tidak melanjutkan perkataannya karena sama terkejutnya.
"Sesil?" Pria itu menautkan kedua alisnya, menatap heran Sesil. "Reyhan?" Kejut Sesil.
"Astaga kau ini, kenapa kau selalu mengekor ku terus? apa saking tergila-gila nya kau pada ku sampai kau terus mengekor ku kemana-mana?" Sesil membulatkan mulutnya, amarahnya sudah bergemuruh di dada.
Sesil bangkit dari duduknya, lantas menatap tajam pada Reyhan. "Apa? Aku tergila-gila padamu? Hey, ini sudah siang! Tolong sadar dari mimpimu itu!" Sesil menjentikan jarinya di depan wajah Reyhan.
"Aku bicara sesuai fakta, Aku tidak bermimpi." Sesil melipat kedua tangan di dada. "Cih. Kau yakin sekali kalau Aku tergila-gila padamu," Reyhan juga melipat kedua tangannya di dada. "Aku sangat yakin."
Dengan kekesalan yang mendalam, Sesil memilih pergi dari hadapan Reyhan dan menghampiri Gery yang tengah mengantri untuk membeli tiket. Sebelumnya Sesil sudah mengetahui bahwa Reyhan akan nonton juga di bioskop ini, membuat Sesil semakin kesal.
Sesil menepuk bahu kanan Gery. Gery memutar tubuhnya 180 derajat. "Sil," Sesil langsung menarik tangan Gery untuk keluar dari antrean. Sementara Gery hanya keheranan.
"Sil, kenapa kamu bawa Aku kesini? Aku sedang mengantri untuk membeli tiket nonton kita Sil, sebaiknya Aku kembali mengantri." Gery hendak kembali masuk ke dalam antrean, dengan sigap Sesil mencekal tangan Gery, mencoba menghentikannya agar tidak kembali ke dalam antrean.
"Nggak usah Ger, Aku lagi gak mood nonton, mending kita balik lagi aja ke restoran, Aku akan membuatkanmu makanan yang lezat." Alis Gery saling tertaut. "Loh, kenapa? Bukanya tadi kamu mau Aku ajak nonton? Tapi kok kamu malah berubah fikiran kaya gini?."
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Husband [Sudah Terbit]
Romance[SEBAGIAN PART DIHAPUS] SUDAH TERSEDIA DI GRAMEDIA [SEBAGIAN PART DI PRIVAT, FOLLOW SEBELUM BACA] Cover by @devinapyon Cinta tak butuh banyak bicara, hanya ingin memiliki hingga akhir usia. Reyhan Alexander Abraham seorang CEO muda dari perusahaan...
![Best Husband [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/114754362-64-k121670.jpg)