BEST HUSBAND 24

32.3K 1.4K 52
                                        

Kekecewaan akan terasa sangat menyakitkan ketika sudah ada rasa memiliki.

Reyhan membelalakan mata, tidak percaya dengan apa yang Sesil katakan. Bagai mimpi buruk yang melanda Reyhan saat ini, tiba-tiba di gugat cerai oleh Sesil tanpa alasan yang jelas.

"Tapi kenapa? Kenapa kau ingin bercerai denganku? Jelaskan padaku Sil! Tolong jelaskan!" Bentak Reyhan. Reyhan benar-benar syok mendengar keputusan Sesil.

"Kau ingat perjanjian kita waktu di cafe Ralore beberapa jam yang lalu, kau akan menerima hukuman bukan? Nah, ini lah hukumannya. Karena kau sudah menghancurkan hidupku, sebenarnya selama ini aku tidak mencintaimu."

Bagai di sambar petir, pertahan Reyhan runtuh, kenapa di saat Reyhan sudah sangat mencintai Sesil, Sesil malah melakukan hal seperti ini.

"Aku tau aku salah Sil, aku tau kau tidak mencintai ku dan aku memaksamu menikah, tapi kenapa? Kenapa kau membalasnya dengan semenyakitkan ini? Kenapa!" Reyhan menaikkan oktaf suaranya. Ia begitu kecewa dan tidak percaya pada Sesil.

Reyhan semakin mengeratkan cengkeramannya di bahu Sesil, mata Reyhan menyala karena api amarah.

"Katakan dan buktikan padaku kalau perkataan mu itu benar! Katakan kalau kau tidak mencintaiku!"

Sesil bergeming, air mata perlahan menetes dari pelupuk matanya.

"Kenapa kau diam? Aku tahu, kau mencintaiku Sil, iya kan? Katakan kalau ini hanya kebohongan belaka!"

Sesil menyeka air mataya. Sesil melepas kasar tangan Reyhan yang bersarang di kedua bahunya.

"Nggak!! Aku gak mencintaimu! Aku justru membencimu! Ini adalah sebuah kenyataan!!" Tegas Sesil.

Reyhan bergeming, menatap kosong pada Sesil. Tubuh Reyhan sudah tidak setegang tadi. Tubuhnya kini melemas.

Sesil lantas berlari menuju kamarnya, menguncinya dari dalam agar Reyhan tidak bisa mengusiknya lagi.

Aku benar-benar tidak percaya kau melakukan ini padaku Sil. Kau adalah wanita baik, kau tidak mungkin melakukan ini. Aku tidak akan menyerah begitu saja, aku akan meyelidikinya.

***

Gery cekikikan sendiri di kamar tamu rumah Dina, ia sedang membayangkan kehancuran Reyhan saat ini. Akting nya selama ini akhirnya membuahkan hasil.

Gery mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas. Mencari nomor seseorang dan menelponya.

"Rencana pertama kita sudah berhasil, sekarang saatnya menjalankan rencana kedua. Dan ini adalah tugasmu."

"........"

"Baiklah, semoga rencana kedua kita berhasil."

Gery memutuskan sambungannya, wajahnya masih mengukir senyum bahagia. Tangannya terus memutar mutar ponsel di antara jari-jarinya.

Reyhan. Ini adalah awal kehancuranmu. Dan bersiaplah untuk kehancuran yang sesungguhnya. Ck. Sepertinya aku akan tidur nyenyak malam ini.

***

Botol alkohol beserakan di kamar Reyhan. Penampilan Reyhan sudah sangat acak-acakan, baju yang lusuh, rambut yang beratakan, mata merah, dan wajah yang menggambarkan bahwa dirinya begitu frustasi tercetak jelas di wajah Reyhan.

Sudah hampir 5 botol Reyhan meneguk minuman terlarang itu, kebiasaan yang selama hampir 2 bulan ini tidak ia lakukan, akhirnya di lakukan kembali. Dulu dia pernah berhenti mengkonsumsi alkohol karena menikah dengan Sesil, ia takut Sesil tidak nyaman dengan bau minuman itu. Tapi sekarang? Apa yang bisa menjadi alasan agar Reyhan tidak minum-minum lagi? Wanita  satu-satunya yang berhasil mendapatkan hatinya, kini menyakiti dan mengkhianatinya .

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang