Apa semenyakitkan ini perasaan yang di timbulkan dari penghianat cinta?
Hari ini Sesil memilih untuk pergi ke restorannya karena ia ingin melupakan kesedihannya sejenak . Karena restoran adalah tempat yang cocok untuk Sesil menghilangkan kesedihannya. Sesil bisa berinteraksi dengan karyawannya, dan Sesil juga bisa menyalurkan hobinya kembali setelah sekian lama ia tak melakukan hobi itu, memasak.
Suara pintu restoran terbuka membuat Sesil yang tengah asyik berbincang dengan karyawannya menoleh. Matanya seketika membulat, bibirnya lantas melengkung.
"Kevin!" Kejut Sesil seraya membulatkan mata, ia langsung menghampiri Kevin dan memeluk Kevin erat.
"Lama sekali kau pulang, aku sudah kangen padamu Vin."
Kevin mengurai pelukan Sesil di tubuhnya, ia mendekap kedua bahu Sesil.
"Kau ini, seperti tidak bertemu denganku selama berabad-abad saja, Sil. Ck."
Sesil memukul-mukul dada Kevin, "ish kau ini, Aku sedang serius, aku benar-benar rindu padamu, dan kau malah menggodaku." Sesil melipat kedua tangan di dada.
Kevin adalah teman terbaik yang pernah Sesil punya setelah Dina. Kedua orang inilah yang dulu memberi motivasi dan dukungan pada Sesil untuk terus mengembangkan kemampuan memasak Sesil hingga Sesil bisa mendirikan restoran semegah ini. Tanpa mereka, mungkin restoran ini tidak akan pernah ada.
"Aku bercanda, Sil. Ck. Maaf Sil, aku baru mampir, aku baru ada waktu. Sebulan yang lalu aku juga ada di Jakarta, tapi saat itu aku sedang sibuk, jadi tidak bisa mampir ke restoranmu."
"Nggak apa-apa Vin, yasudah, sebaiknya kau duduk dulu, aku akan membuatkanmu makanan, dan setelah itu kau wajib berbincang denganku!" Tegas Sesil.
"Iya iya, kau ini tetap sama seperti dulu, cerewet. Ck."
***
Reyhan merasa risih dengan Nayla yang terus menggelayut di tangannya, ia merasa risih karena tangannya selalu di peluk oleh Nayla, seakan tidak ingin melepaskan Reyhan.
"Kenapa kucing itu harus lewat dan mengganggu santai ku saja, dan sekarang jadinya aku tidak bisa santai karena wanita ini terus-menerus bergelayut di tanganku." Rutuk Reyhan dalam batin.
Itulah alasan kenapa Nayla teru bergelayut di lengan Reyhan, karena tadi ada kucing yang melintas di depan Nayla dan Reyhan yang tengah jogging membuat Nayla tergelonjak dan langsung memeluk lengan Reyhan. Katanya, Nayla takut jika ada kucing yang melintas lagi, jadi ia terus bergelayut di tangan Reyhan.
"Nay, sampai kapan kau akan gelayutan gini di lenganku? " tanya Reyhan dengan nada malas.
"Aku masih takut sama kucing itu Rey."
"Ini kan sudah jauh Nay, dan kucing itu juga sudah nggak ngikutin kita."
"Tapi Rey, aku takut kucing itu mengekori kita, sungguh, aku sangat takut pada kucing."
"Aku mohon, izinkan aku untuk ada di samping mu terus ya Rey," ucap Nayla seraya memasang mata kelincinya.
Reyhan berdecih, "kenapa sih harus tanganku yang kau gelayuti, kenapa tidak tangan orang lain saja." Ucap Reyhan dalam hati.
Reyhan tidak bisa berkata tidak pada Nayla, ia tidak ingin menyakiti perasaan Nayla, jadi Reyhan hanya mampu menahan rasa risihnya di dalam hati.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Husband [Sudah Terbit]
Roman d'amour[SEBAGIAN PART DIHAPUS] SUDAH TERSEDIA DI GRAMEDIA [SEBAGIAN PART DI PRIVAT, FOLLOW SEBELUM BACA] Cover by @devinapyon Cinta tak butuh banyak bicara, hanya ingin memiliki hingga akhir usia. Reyhan Alexander Abraham seorang CEO muda dari perusahaan...
![Best Husband [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/114754362-64-k121670.jpg)