BEST HUSBAND 17

41.2K 1.9K 56
                                        

Sinar mentari pagi mengusik tidur pulas Sesil. Sesil menggeliatkan tubuhnya. Kelopak matanya perlahan membuka, alangkah terkejutnya Sesil ketika melihat Reyhan sudah berada di sampingnya dengan nampan berisi semangkuk bubur ayam dan jus jeruk ia pangku ditangannya.

"Kau? Kenapa kau disini?" Ucap Sesil seraya langsung mendorong jauh tubuhnya dari Reyhan.

Sesil lupa jika dirinya berada di kamar Reyhan, bukan kamarnya.
Helaan napas berat lolos dari bibir Reyhan. Reyhan duduk di tepi ranjang, tapi nampan yang ia bawa sudah di letakan di atas meja yang tak jauh dari ranjang.

"Sebaiknya kau sarapan. Ini sudah hampir pukul 7. Kau harus ikut denganku hari ini."

Sesil menautkan kedua alisnya. Dia bingung dengan perkataan Reyhan.

"Ikut kemana?"

"Ikut ke kantor bersamaku."

"Mau apa aku kesana?"

"Mulai hari ini kau harus selalu berada di kantor menemaniku. Mulai hari ini kau menjadi sekretaris ku."

Mata Sesil membulat. Apa-apaan ini? Kenapa dia mengambil keputusan seenak jidat saja!

"Nggak. Aku gak mau, bagaimana dengan restoran ku? Aku gak mau restoran ku terbengkalai." Tolak Sesil mentah-mentah.

"Aku sudah percayakan restoranmu pada pegawaiku. Dia akan mengurus restoran mu selagi kau menjadi sekretaris ku."

"Kau ini sudah gila! Aku adalah chef nya, bagaimana bisa restoran berdiri tanpa ada seorang chef."

Helaan napas kembali berhembus dari bibir Reyhan.

"Untuk itu kau tidak perlu khawatir, aku sudah mencarikan chef ternama, Aku jamin, restoran mu akan semakin maju."

"Cepatlah bersiap, dan jangan lupa makan sarapanmu, kalau aku tau kau tidak memakannya, aku akan mencium mu sampai kau kehabisan napas." Ucap Reyhan seraya berlalu dari kamarnya meninggalkan Sesil yang sedang terpaku.

Sesil membulatkan matanya, dia menelan kasar salivanya. Kau sungguh gila reyhan!

***

Sesil terus mencebikkan bibir melihat penampilannya. Dia tidak biasa memakai pakaian kantor seperti ini. Aku semakin terlihat aneh.

Sesil keluar dari kamarnya, tak lupa dia menenteng tas kecil di tangannya, tas khas wanita kantoran.

"Bagaimana penampilanku?"

Reyhan yang sedari tadi fokus pada ponselnya seraya duduk di sofa langsung menatap kagum pada sosok wanita yang ada di hadapannya.
Sampai-sampai Reyhan tidak menggubris panggilan Sesil padanya karena saking terpesonanya Reyhan pada Sesil.

"Hey, kau ini kenapa?" Ucap Sesil seraya mengibas-ngibaskan telapak tangannya di depan wajah Reyhan. Sontak Reyhan langsung mengerjap-ngerjap kan matanya.

"Kau ini kenapa? Kenapa kau melamun seperti itu? Apa penampilan ku aneh ya?" Tanya Sesil seraya mengecek penampilannya.

Tanpa permisi Reyhan langsung menarik tangan Sesil hingga Sesil terduduk di pahanya. Sesil membulatkan mata karena kaget akan tarikan Reyhan, Kini mereka saling berhadap-hadapan dengan Sesil terduduk di paha Reyhan.

"Di kamusku, tidak ada kata jelek untukmu, kau masih terlihat sama, terlihat sempurna di mataku." Bisik Reyhan di telinga kiri Sesil, Reyhan menyunggingkan senyum hangatnya pada Sesil.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang