Rasa sakit ku berbanding lurus dengan rasa sakit mu.
Sesil susah sekali untuk tidur, ia mengusikan tubuhnya ke kanan dan ke kiri mencoba mencari posisi yang nyaman agar bisa terlelap. Tapi semua itu percuma, Sesil tidak bisa tidur juga. Pikirannya masih di penuhi oleh Reyhan.
Sesil mengacak rambutnya frusfasi. Ia merutuki dirinya yang tak bisa melupakan Reyhan. Biasanya di tengah malam begini Reyhan selalu menjaganya, Reyhan tidak pernah lupa menengok Sesil ke kamar kalau sedang tidur, memastikan Sesil baik-baik saja.
Sesil menatap langit-langit kamar tamu rumah Dina. Ya, Sesil malam ini menginap di rumah Dina. Di sana, di langit-langit kamar itu bagai menampilkan wajah Reyhan yang terus membuat Sesil tidak bisa terlelap.
"Kenapa kau selalu menghantui ku terus Rey, apa tidak cukup kau membuatku tersiksa karena telah meminta cerai darimu? Aku benar-benar menyesal Rey, benar-benar menyesal."
Perlahan cairan bening luruh dari pelupuk mata Sesil.
***
"Bagaimana dengan Reyhan, apa kau sudah berhasil mendapatkan hatinya?"
"Perlahan aku mulai mendapatkan hatinya, walaupun hanya rasa sebagai teman. Tapi aku berjanji akan mendapatkan hatinya."
"Bagus kalau begitu, kau tidak boleh menggagalkan rencana ini."
"Baiklah aku berjanji."
Sambungan terputus, Gery mengembuskan napas lega.
"Kau habis bicara dengan siapa?" Tanya seseorang menjurus dari ambang pintu. Itu adalah Sesil. Sesi menyipitkan matanya.
Gery membulatkan mata, ia benar-benar tergelonjak.
"Sesil?" Ucap Gery dengan terbata. Ia takut jika Sesil mendengar pembicaraan nya dengan Nayla di telpon.
Sesil mendekat ke arah tempat tidur Gery, berdiri di sampingnya seraya melipat kedua tangan di dada. Gery menelan salivanya kasar.
Mati aku!
"Kenapa kau belum tidur? Ini sudah malam."
Gery mengembuskan napas lega, ternyata Sesil tidak mendengar pembicaraan nya dengan Nayla di telpon, kalau Sesil mendengar nya, sudah di pastikan rencananya akan hancur berantakan.
"Aku.. habis bicara dengan temanku di telpon. Teman yang baru aku kenal 2 minggu lalu."
"Kau kenal dimana?"
"Di bandara pas aku ingin ke Sydney, dia begitu baik. Dan aku langsung akrab dengannya."
Sesil hanya berohria.
"Ya sudah, kau sebaiknya tidur, ini sudah malam. Aku tidak ingin kau sakit." Sesil menutup tubuh Gery dengan selimut. Gery hanya tersenyum.
"Terima kasih ya Sil." Ucap Gery seraya menggenggam jemari Sesil.
"Iya sama-sama Ger. Aku pergi ke kamar ku dulu." Pamit Sesil.
Gery mengangguk, Sesil lantas melenggang meninggalkan kamar Gery.
Teman yang baru ia kenal 2 minggu yang lalu? Bukannya dia hanya ingat kejadian sebulan yang lalu, kenapa dia bisa ingat kejadian 2 minggu yang lalu? Itu artinya.. ingatan nya sudah kembali, tapi kenapa dia menyembunyikan hal ini? Aku harus menyelidiki nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Husband [Sudah Terbit]
Romance[SEBAGIAN PART DIHAPUS] SUDAH TERSEDIA DI GRAMEDIA [SEBAGIAN PART DI PRIVAT, FOLLOW SEBELUM BACA] Cover by @devinapyon Cinta tak butuh banyak bicara, hanya ingin memiliki hingga akhir usia. Reyhan Alexander Abraham seorang CEO muda dari perusahaan...
![Best Husband [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/114754362-64-k121670.jpg)