BEST HUSBAND 32

29K 1.5K 37
                                        


Kenapa perasaan yang dulu kembali menyelinap dalam relung hatiku?

Nayla terus meneteskan air mata, ia tidak bisa melihat pemandangan seperti itu lagi, pemandangan yang hanya membuat hatinya sakit. Mata Reyhan masih di penuhi dengan cinta, cinta terhadap Sesil yang tak mungkin tergantikan. Nayla tadi datang ke rumah Reyhan, tapi dia di suguhkan oleh pemandangan yang tak mengenakan bahkan menusuk relung hatinya.

Reyhan membopong Sesil, mengobati lukanya, itu membuat Nayla semakin sakit. Apalagi perhatian yang Reyhan berikan pada Sesil, membuatnya semakin hancur.

"Kalian menyadarkanku, kalau akau adalah wanita paling munafik di dunia, wanita yang hanya mementingkan egonya, dengan ingin memisahkan kalian Reyhan, Sesil. Aku benar-benar jahat, benar-benar jahat. Percuma saja aku melakukan semua ini, tapi hatimu masih terpaut pada Sesil, Rey. Percuma!" Air mata Nayla masih mengalir dengan derasnya.

Suara getaran ponsel berhasil membuat Nayla menghentikan tangisnya, ia mengambil ponselnya yang tergeletak di nakas. Di tatapnya layar ponsel yang menampilkan nama Gery disana.

"Halo Ger."

"Halo Nay, gimana kabarmu? Kau baik kan?" Tanya Gery disebrang sana.

"Aku baik Ger," jawab Nayla sedikit lesu.

"Aku menelponmu karena ingin mendiskusikan mengenai rencana kita selanjutnya. Kira-kira rencana kita selanjutnya kita bagaimana?"

Nayla bergeming, mendadak suasana hening, tidak ada jawaban dari Nayla. Air matanya kembali luruh.

"Nay? Kau masih ada disana?"

"Nay?"

"A-aku ada Ger," jawab Nayla terbata.

Gery mengembuskan napas lega,

"Gimana rencana kita selanjutnya? Apa kau sudah memikirkan nya, aku sudah tidak sabar ingin memisahkan mereka berdua, ck." Ucap Gery seraya cekikikan sendiri. Suara gelak tawa Gery menggema di telpon.

Nayla menelan salivanya kasar, sebelum ia menjawab pertanyaan Gery.

"Ger,"

Tawa Gery terhenti.

"Iya, ada apa Nay,"

"Emm, kita jahat tidak sih ingin memisahkan mereka berdua? Sungguh, aku merasa menjadi orang jahat melakukan semua ini, aku bagai wanita yang tak bisa mengerti perasaan sesama wanita yang keluarganya dihacurkan secara sengaja. Itu pasti sangat sakit Ger."

"Nay, kamu....aku benar-benar kecewa padamu Nay!"

"Ger, seperti nya aku tidak bisa melanjutkan rencana ini. Ini terlalu menyakitkan untuk mereka berdua, aku tidak ingin membuat mereka menderita."

"Tapi kita hampir berhasil, kenapa kau malah berubah pikiran disaat seperti ini!" Suara Gery mulai meninggi.

"Aku benar-benar tidak bisa Ger, maafkan aku."

"BAIKLAH! TERSERAH! TAPI AKU AKAN MELANJUTKAN RENCANA INI, SAMPAI REYHAN DAN SESIL TERPISAH. LAGIAN, AKU TIDAK MEMBUTUHKAN PENGECUT SEPERTIMU NAYLA."

"Ger, aku mohon, jangan ganggu mereka lagi, tolong jangan rusak hubungan mereka. Biarkan mereka bahagia." Lirih Nayla.

"TIDAK, AKU TIDAK AKAN MENYERAH BEGITU SAJA. AKU AKAN MENCAPAI TUJUANKU, TIDAK ADA SEORANG PUN YANG BISA MENCEGAH KU MELAKUKAN INI, TERMASUK KAU!"

Sambungan terputus, Nayla mengembuskan napas panjang. Ia masih ingat perkataan Kevin tadi, waktu di rumah Reyhan. Ya, tadi saat Nayla mengintip Sesil dan Reyhan. Kevin tiba-tiba menepuk bahu Nayla dan membuat Nayla tergelonjak.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang