Sesering apapun kau menyakitiku, aku tidak akan bisa membencimu. Karena rasa sayangku lebih besar dibanding rasa benciku padamu.
Sesil kembali menggeliatkan tubuhnya, sang surya sudah benar-benar menampakkan sinarnya yang terang hingga menembus celah-celah kamar Reyhan dan Sesil. Sesil kembali menggeliatkan tubuh karena merasa terusik dengan sinar yang begitu menyilaukan kedua bola matanya yang tengah menutup.
Mata Sesil perlahan membuka, tangannya terus meraba kasur samping kanannya, tapi tidak ada sesuatu disana, biasanya ada dada empuk Reyhan yang selalu stay di sana.
Sesil membulatkan matanya karena tidak mendapati sosok suaminya disampingnya.
Kemana Reyhan?
Sesil celingukan, matanya menyapu seluruh sudut kamarnya, tapi hasilnya nihil, Sesil tidak menemukan Reyhan. Sesil beranjak dari posisi berbaring nya, belum juga turun, pintu tiba-tiba kembali di buka oleh seseorang dan menampilkan sosok Reyhan disana dengan membawa makanan dan minuman di nampan. Reyhan terlihat sangat segar, karena memang Reyhan sudah mandi pas Sesil tertidur tadi.
"Rey?" Sesil menautkan kedua alisnya.
Reyhan tersenyum, lantas duduk di tepi ranjang.
"Makan dulu Sil, ini udah siang." Pinta Reyhan.
"Kau habis dari mana? Aku tadi mencarimu," Sesil mengerucutkan bibirnya kesal.
Reyhan kembali tersenyum, tangannya terulur untuk mengacak rambut panjang Sesil. Sementara Sesil hanya mampu mendengus kesal.
"Aku bangun sudah menghilang, aku kan jadi khawatir," kesal Sesil.
"Maaf, tadi aku habis dari dapur, aku membuatkan bubur ini untukmu," Reyhan menujukan bubur buatannya pada Sesil.
Mata Sesil seketika berbinar, bibirnya tertarik hingga menciptkan seyum yang lebar.
"Kau membuatnya sendiri?"
"Iya,"
"Memangnya kau bisa?"
"Bisa. Kan teknologi sudah maju Sil, aku mencari resepnya di internet."
Sesil mengangguk-angguk kan kepalanya seraya berohria. "Boleh aku memakannya sekarang?"
"Hm, boleh, sekalian nilai juga masakanku enak apa tidak, kau kan seorang chef, pasti kau sudah terbiasa menilai makanan seperti ini." Ucap Reyhan.
Sesil langsung menyambar mangkuk berisi bubur ayam itu di nampan. Lantas ia memakannya dengan rakus.
"Enak apa tidak?"
"Hmm, ini sangat enak," ucap Sesil antusias.
"Kau pasti berbohong," ujar Reyhan tak percaya.
"Aku nggak bohong, kalau tidak percaya makan saja sendiri," Sesil menyiduk bubur itu dengan sendok lantas menyodorkan nya ke mulut Reyhan.
"Buka mulutmu, aaaa.."
Reyhan membuka mulutnya lebar, ia mengunyah bubur buatannya sendiri dengan senyum terkembang di wajahnya.
"Kau bisa saja Sil, ck." Reyhan kembali mengacak rambut Sesil, disisi lain Sesil tengah sibuk memakan bubur buatan Reyhan.
***
Nayla tengah menikmati minuman di teras rumahnya, pikirannya masih kalang kabut memikirkan Gery yang tak kunjung mau berubah, ia takut Gery akan berbuat yang tidak-tidak pada Sesil dan Reyhan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Husband [Sudah Terbit]
Romance[SEBAGIAN PART DIHAPUS] SUDAH TERSEDIA DI GRAMEDIA [SEBAGIAN PART DI PRIVAT, FOLLOW SEBELUM BACA] Cover by @devinapyon Cinta tak butuh banyak bicara, hanya ingin memiliki hingga akhir usia. Reyhan Alexander Abraham seorang CEO muda dari perusahaan...
![Best Husband [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/114754362-64-k121670.jpg)