"Sil, tolong bawakan berkasku di kamar." Pinta Reyhan pada Sesil sesaat setelah Sesil membereskan meja makan.
"Berkas mu yang ada dimana?" Tanya Sesil karena kurang mendengar dengan jelas perintah dari Reyhan.
"Berkas yang ada di kamarku, aku menaruhnya di laci dekat tempat tidurku."
"Baiklah, akan aku ambilkan." Ucap Sesil seraya melenggang pergi hendak menuju ke kamar Reyhan. Sesil berjalan di depan Reyhan yang tengah duduk di sofa tetapi Reyhan mencekal tangan Sesil dan menghentikan langkah Sesil. Sesil lantas menoleh ke arah Reyhan seraya menautkan kedua alis.
"Terima kasih." Reyhan mengembangkan senyuman manisnya pada Sesil. Sesil membalas senyuman tak kalah manis. Entah kenapa bibir Sesil tiba-tiba saja melengkung, memperlihatkan senyum merekahnya. Sesil juga tidak tahu kenapa dirinya sebahagia ini ketika Reyhan melontarkan senyum padanya.
***
Sesil terus mencari keberadaan berkas yang dimaksud Reyhan. Reyhan sebelumnya sudah bilang jika warna map berkas tersebut adalah biru. Tapi kenapa berkas itu tidak di temukan juga? Membuat Sesil lelah sendiri.
Setelah hampir 10 menit mencari. Akhirnya Sesil menemukan berkas yang dimaksud Reyhan. Sesil lantas menariknya dan mengambil nya dari laci. Berbarengan dengan berkas yang Sesil tarik, sebuah foto ikut jatuh dari dalam laci karena terbawa tarikan Sesil yang hendak mengambil berkas. Foto itu terjatuh dengan keadaan terbalik.
Sesil menautkan kedua alisnya. Foto siapa ini? Kenapa ada disini?
Sesil lantas membalikkan foto tersebut. Mata Sesil perlahan kabur. Rasa sakit kembali menyerang ulu hatinya.
Jadi, Ternyata kau masih mencintainya Rey? Jadi selama ini kau bohong padaku? Aku tahu aku bukan siapa-siapa mu, jadi aku tidak berhak untuk bersedih seperti ini.
Sesil teramat sedih ketika membalikkan foto tersebut dan mendapati sosok Reyhan yang tengah di cium oleh seorang wanita. Sakit, sangat sakit menerima semua ini. Tapi Sesil juga sadar, untuk apa dia menangis? Hal apa yang membuatnya menjadi lemah seperti ini? Apa karena melihat foto Reyhan yang tengah dicium oleh seorang wanita membuat dirinya lemah seketika?
Sesil menyeka air matanya kasar, lantas mengembalikan foto itu ke tempat semula.
***
"Sil, kenapa kau lama.... seka.. li.." ucapan Reyhan semakin pelan ketika melihat mata Sesil yang sembab setelah keluar dari kamarnya.
Ada apa ini? Kenapa dia terlihat habis menangis?
Dengan cepat Reyhan menghampiri Sesil.
"Kau habis menangis?" Tanya Reyhan to The point seraya membingkai wajah Sesil.
"Nggak." Jawab Sesil seraya memanglingkan kedua bola matanya dari wajah Reyhan.
Reyhan membingkai wajah Sesil, di bawanya Sesil agar menatap manik mata milik Reyhan.
"Kau kenapa? Tolong jujur padaku."
"Aku nggak apa-apa Rey, kau jangan khawatir seperti ini."
"Tapi.."
"Sudah Rey, kita sebaiknya bergegas pergi ke kantor, hari ini kau akan ada rapat dengan klien penting."
Sesil menyerahkan berkas itu pada Reyhan, lantas melenggang menuju garasi, meninggalkan Reyhan yang tengah kebingungan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Husband [Sudah Terbit]
Romance[SEBAGIAN PART DIHAPUS] SUDAH TERSEDIA DI GRAMEDIA [SEBAGIAN PART DI PRIVAT, FOLLOW SEBELUM BACA] Cover by @devinapyon Cinta tak butuh banyak bicara, hanya ingin memiliki hingga akhir usia. Reyhan Alexander Abraham seorang CEO muda dari perusahaan...
![Best Husband [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/114754362-64-k121670.jpg)