BEST HUSBAND 14

43.3K 1.8K 11
                                        

Dina menggenggam jemari pria yang ada dihadapannya, pria teman baiknya kini sedang terbaring lemah di atas ranjang pasien. Dina mengusap puncak kepala pria itu.

"Maafkan Aku yang telah membuatmu seperti ini." Lirih Dina.

"Aku berjanji akan merawatmu demi Sesil. Aku bahagia kau kembali." Dina tersenyum hangat pada sang pria yang tengah menutup matanya.

Sebaiknya, Aku tidak memberitahu Sesil dulu, Aku akan memberitahu Sesil jika keadaanya sudah memungkinkan. Untuk sekarang Aku harus merawatnya sendiri.

***

Sabtu ini, Sesil memilih menghabiskan waktu untuk bersantai di taman belakang rumahnya. Memandang setiap sudut belakang rumahnya yang terlihat sangat hijau. Kebiasaanya memang seperti itu, ia lebih senang menghabiskan weekend- nya dengan berdiam diri di rumah.

Sesil menatap bulat pada pria yang tengah berjalan ke arahnya. Sesil mencebikkan bibirnya. Itu adalah Reyhan.

Mau apa dia kesini? Awas saja kalau merusak goodmood ku!

"Kenapa kau duduk sendiri disini? Kau tidak ingin berjalan-jalan atau kemana gitu?"

"Nggak, lagian untuk apa kau kesini? Bukanya kau ada meeting hari ini, kenapa tidak pergi ke kantor?"

Reyhan mendaratkan bokongnya di bangku dekat Sesil.

"Aku ingin menghabiskan weekend bersama istriku. Jadi Aku membatalkan schedule untuk hari ini." Ucap Reyhan tanpa memandang Sesil. Ia justru memandang sekeliling.

Lagi, lagi, dan lagi jantung Sesil berdebar dua kali lebih cepat dari biasanya. Entah kenapa akhir-akhir ini dia selalu merasa nervous jika berdekatan dengan Reyhan, apalagi jika Reyhan menggodanya, sudah di pastikan Sesil seakan susah untuk bernapas.

"Aku bukan istrimu, Aku hanya istri kontrakmu."

"Terserah kau saja, yang jelas, dimata hukum dan agama, kau adalah istri syahku."

Sesil kembali menelan salivanya dengan susah payah. Jantung nya semakin berdebar tak karuan.

Mereka cukup lama berdiam-diaman dan membuat Reyhan bosan sendiri.

"Dari pada bosan di sini, lebih baik kita pergi keluar sekadar untuk cuci mata." Ajak Reyhan pada Sesil.

"Cuci mata mencari yang mulus-mulus, bukan? Dasar playboy!"

Reyhan mengembuskan napas panjang.

"Terserah."

"Aku benar kan?"

Reyhan diam, malas menjawab pertanyaan Sesil yang bahkan tidak sesuai faktanya.

"Cepatlah bersiap. Aku menunggumu di depan." Ucap Reyhan lantas melenggang pergi.

"Dasar! Playboy cap kampak." Gerutu Sesil dalam batin.

***

Sesil terus menatap pada penjual es krim. Bahkan Sesil tidak memperhatikan jalanannya. Sesil dari kecil memang suka sekali es krim, jadi wajar jika Sesil melihat penjual es krim, seakan matanya berubah menjadi hijau.

Best Husband [Sudah Terbit]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang