"Kek, kau kenapa? Kenapa kau seperti ini?" Reyhan menggenggam erat jemari Abraham, kakeknya, yang kini tergeletak di atas ranjang pasien. Reyhan masih menitikkan air mata.
Reyhan duduk di samping ranjang sang kakek, Reyhan enggan melepaskan genggamanya. "Tuan, kau jangan bersedih seperti ini," Reyhan menoleh ke arah sumber suara, ternyata itu adalah Jaka.
Jaka menghampiri Reyhan yang tengah terduduk sendu di samping ranjang kakeknya. Telapak tangan Jaka mendarat sempurna di pundak Reyhan.
"Sudah Tuan, jangan bersedih terus seperti ini, kau sebaiknya makan, kau belum makan dari tadi siang Tuan."
Reyhan tidak merespon ucapan Jaka, matanya masih fokus menatap sang kakek yang tergeletak lemah, Jaka mengembuskan napas panjang.
"Reyhan.. cu.. cu ku.." Reyhan tergelonjak ketika namanya dipanggil oleh seseorang yang ternyata kakeknya. "Kek, kakek sudah sadar." Reyhan memeluk tubuh Abraham kuat. Jaka ikut tersenyum bahagia.
"Rey.. cepatlah menikah," Reyhan mengurai pelukannya ketika Abraham menyebutkan kalimat yang begitu membuat Reyhan terkejut. "Apa kek? Menikah?"
"Iya.. cepatlah menikah, carilah menantu seorang chef untukku, Aku menginginkan sekali kau menikah dengan seorang chef..." mata Reyhan semakin membulat.
"Tapi kek.. ini sangat mendadak.." Reyhan mencoba meminta penjelasan pada kakeknya, kenapa mendadak seperti ini?
"Aku rasa... umurku tidak akan lama lagi Rey... sebelum Aku pergi.. Aku ingin melihat cucuku menikah.. tolong.. jangan tolak keinginanku Rey.." Reyhan menelan ludah kasar, ekspresi wajahnya sudah berubah tegang dari tadi.
Mata Abraham kembali terpejam, kepalanya tekulai lemas. Reyhan dan Jaka kembali panik. "Kek! Kakek kenapa!" Reyhan mengguncang-guncangkan tubuh Abraham seraya menitikkan air mata.
"Saya akan memanggil dokter!" Jaka langsung berlari untuk memanggil dokter. Sementara Reyhan masih panik.
***
"Dok, bagaimana keadaan kakek saya, Dok? Dia baik-baik saja kan?" sang Dokter terlihat cemas. "Pak Abraham sekarang sedang mengalami keadaan kritis, tekanan darahnya juga rendah, sekarang ini kita hanya bisa berdoa agar Pak Abraham kembali pulih, saya permisi." Reyhan terduduk lemas di kursi tunggu, Jaka merengkuh bahu Reyhan.
"Tuan, kuatkan dirimu! Kau tidak boleh seperti ini!" Reyhan kembali menitikkan cairan bening dari matanya. "Paman, kenapa keadaan kakek jadi seperti ini? Aku tidak bisa melihat kakek seperti ini."
"Sabar, sekarang kita hanya bisa berdoa, serahkan semuanya pada tuhan." Tiba-tiba pikiran Reyhan kembali ke kejadian beberapa menit yang lalu, dimana kakeknya berpesan dan menginginkan Reyhan cepat menikah sebelum kakeknya tiada.
"Paman, tolong panggil penghulu ke sini." Jaka tegelonjak dengan alis saling tertaut. "Buat apa tuan!"
"Aku akan menikah hari ini juga! Aku akan segera kembali!" Reyhan meninggalkan Jaka dengan perasaan bingung.
***
"Din, Apa semuanya sudah siap?" Dina tersenyum, lantas mengangguk. "Sudah Sil, ngomong-ngomong Gery kok nggak jemput kamu? Ini sudah malam loh." Sesil melirik jam tangan Golden Nya, pukul 11 malam. "Sebaiknya kamu telpon saja Gery Sil, suruh dia jemput kamu di sini". Sesil celingak-celinguk ke arah jalanan yang ada di depan restorannya.
"Tadi Aku sudah menelponnya Din, tapi kok dia belum sampai juga yah?" Dina mengedikkan bahunya. Ceklek suara pintu terbuka kembali membuat Dina dan Sesil tergelonjak. Alis Dina dan Alis Sesil saling tertaut melihat pria yang datang tengah malam begini ke restoran Sesil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Best Husband [Sudah Terbit]
Storie d'amore[SEBAGIAN PART DIHAPUS] SUDAH TERSEDIA DI GRAMEDIA [SEBAGIAN PART DI PRIVAT, FOLLOW SEBELUM BACA] Cover by @devinapyon Cinta tak butuh banyak bicara, hanya ingin memiliki hingga akhir usia. Reyhan Alexander Abraham seorang CEO muda dari perusahaan...
![Best Husband [Sudah Terbit]](https://img.wattpad.com/cover/114754362-64-k121670.jpg)