chapter 24

624 17 6
                                        

"Status pura-pura sebagai sepasang kekasih ini kadang bikin gue geram. Karena entah kenapa, hati dan pikiran gue menolak akan status itu."


-putra Aldoni sweraga-

-------------------------************----------------------


Ini adalah hari senin. Hari yang selalu di benci oleh banyakan siswa-siswi sekolah dasar, menengah pertama maupun menegah atas. Bagi mereka,hari senin itu adalah hari yang paling menjengkelkan.

Di tambah lagi, dengan upacara bendera yang akan sangat lama dan mengharuskan para siswa-siswi berdiri di tengah lapangan dengan panas nya matahari. Di hari ini juga waktu akan spesial di percepat lebih awal dari biasanya. Karena beberapa minggu lalu,banyak siswi yang mengikuti upacara dan juga sekaligus petugas upacara pingsan akibat terlalu lama berdiri di terik nya matahari. Jadi,para guru sepakat akan melaksanakan upacara pukul 06.30 agar para siswi SMA CENDRAWASIH tidak ada yang pingsan atau pun mengeluh akibat pusing yang melanda.

Di kelas X IPA5,sudah ada rani yang tengah sibuk memporak-porandakan isi tas nya. Wajah nya mendadak cemas. Sesekali gadis itu menghela nafas nya gusar.

Gadis itu tidak sadar akan sosok randy yang tengah berdiri di samping nya. Pria itu menatap rani yang terlihat ketakutan."cari apa lo?"

Pertanyaan randy membuat rani terperanjat. Gadis itu menatap randy kesal dan tajam. Tapi itu tidak bisa menyembunyikan rasa takut yang terpancar dari kedua bola mata nya."bisa nggak sih lo nggak bikin kaget orang?"

Randy hanya menyengir dengan wajah polos nya."habis nya lo serius amat bongkar tas lo. Emang lagi nyari apaan sih?kayaknya penting banget sampe lo cemas gitu."

Rani membuang nafas beratnya dan mendesah pasrah."dasi gue hilang."

Randy mengernyit."gimana bisa?lagian juga ngapain harus di simpan di tas?kenapa nggak lo pake aja pas dari rumah. Lo nggak lupa kan, kalo hari ini ada upacara?"

Rani mengusap wajah natural nya dengan kasar."gue nggak tau kalo dasi nya hilang dy. Biasa nya juga gue simpan dasi nya di tas ini dan baru kali ini dasi nya hilang."

"Yaudah,lo tunggu sini deh. Gue mau ke kelas teman gue dulu,siapa tau salah satu dari mereka ada yang punya dasi cadangan."ujar randy yang mencoba menenangkan rani."lo tenang aja. Gue sebagai ketua kelas nggak bakal biarin anggota kelas gue di hukum. Jadi lo jangan takut oke?"

Rani hanya menganggukan kepala nya pasrah dan menatap tubuh tegap randy yang menghilang di balik pintu kelas.

Semoga aja randy dapat dasi nya.

-----***-----

Nadya mulai merapikan kemeja dan rok nya. Setelah semuanya rapi,gadis berpipi chuby itu pun segera keluar dari kamar nya dan menuruni tangga menuju meja makan. Ia kaget saat melihat odi yang tengah sarapan bersama kedua orang tua nya beserta adik dan kakak laki-laki nya.

Dengan ragu nadya menghampiri meja makan dan berdiri tepat di samping odi."ngapain lo?"

"Eh kakak jangan gitu sama pacar. Nggak baik."celutuk nathan adik nadya yang masih smp.

Nadya terkejut mendengar penuturan adik nya. Sedangkan odi hanya sibuk melahap roti selai kacang nya tanpa memerdulikan nadya yang tengah menatap nya tajam.

"Makan dulu kak."sahut Nia--bunda nadya--."bunda udah masakin nasi goreng tuh buat kamu."

Nadya menggeleng pelan."nggak usah bund. Kakak,udah telat nih. Dikit lagi mau setengah tujuh. Kakak nanti telat ikut upacara nya."

move on [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang