"Are you crazy!?" gue marah kan. Mana kepala gue keleyengan lagi. "Don't be silly. I didn't accept you here to be sick."
"It's my life. I do what I want!"
"It's my company. I do fire who I want. And you better behave if you don't want to be that one."
"Why is it you're so annoying?"
"Because I'm your boss."
"Boss my ass! Just because you let me in, doesn't mean you're my boss." kata gue dengan percaya dirinya. Dia kayak kaget gitu. Dahinya kerut. "Do you know who I am?"
"No, and I have no intention to." kata gue cuek. Siapa juga yang mau tau model belagu macem dia?
"You're so going to regret this."
"The worktime is over so does the seniority. I'm still on the internship phase, yeah. But that doesn't mean you, as my senior here can be a jerk for that."
"You have the guts." Dia smirk gitu. Sok seksi emang.
"I always do! What you gonna do, huh?!" kata gue makin kesel. Dia speechles. Emang enak!
"Nevermind. You'll find out later."
"Oh, playing Mr. Mystery, hm? Like I care."
"You will."
"Hftt.. I'm wasting my time here. I'm going!"
"Stop there. No work no salary if you sick."
Fak. Kenapa harus bahas masalah gaji sih? Itu tuh topik sensitif banget buat gue sampe sekarang. "I can't just stay here. I have things to do."
"You think I don't? My things are way more important that yours."
"Don't even think to start it again. I'm tired." Kata gue nutup telinga. Kita hening sebentar.
"You still live in the A's Plaza?" Dia buka topik. Sok kenal banget elah. "I'm moving out today." Balas gue gak minat. "Why?"
Wait, ini dia yang bego apa gue sih? Kok bisa-bisanya dia tanya hal begituan? Udah tau kalau hotel tuh mahal, masih aja nanya.
"I could be poor before the next month if I spend all of my money there."
"I see."
"You should be."
"Come with me." Dia tiba-tiba ngajak. "Where?"
"I'll drive you to the hotel. I'm staying there too."
"What? No. You don't need to. I can go there by myself."
"Don't be so stubborn. I'm trying to be nice here."
Gue masang senyum manis lalu berubah jadi wajah datar. "No still means no, sir. See ya!"
Gue buru-buru angkat kaki dari sana. Dan untungnya kali ini dia gak sempet narik gue lagi. Gue lari-larian tuh sampe halte bus.
Baju gue agak kebasahan gitu. Gue akuin udaranya cukup dingin. Untung aja gue pakai blazer buat luaran kemeja gue.
Gue usap-usap tangan cari kehangatan. Eaa. Sesekali juga gue ngebenerin rambut gue yang kebasahan gitu. Sekitar 10 menit belum juga ada bus yang lewat.
Mana sih ini bus. Elaah! Kok pas butuh gaada, sih?
Mana dingin lagi!
Tiba-tiba yang berhenti di depan gue bukan bus. Tapi mobil ranger rover. Hftt.. Sejak kapan bus jadi mobil mewah?
Kacanya turun begitu setengah. "Get in!" Teriak dia.
Waww itu si belagu rupanya. Kenapa dia tiba-tiba perhatian gitu sih sama gue? Parah banget sampe segininya. Jadi terharu guee.
Adaw! Gak boleh baper. Inget. Gak boleh baper!
"No, I want to wait for the bus here." Kata gue keras kepala. "The bus won't come any time soon! The closest one is going to be here in an hour."
Wah, dia itu sepertinya kondektur bus juga sampe tau jadwa-- wait, what?
Bus selanjutnya baru ada sejam lagi? Gue bisa mati kedinginan di sini. Kampret!
"Do you still want to wait there? It's my last offer, lady. Get in or stay there!?"
Gue ngedumel tuh ya. "Alright! I'm in!" Kata gue lari ke pintu mobil satunya.
"Here." Kata dia sambil nyodorin sapu tangan gitu pas gue baru aja tutup pintunya. Gue agak canggung. Dia kayaknya sadar akan hal itu. "It's for.. You know. You're kinda wet." Kata dia lebih canggung dari sebelumnya.
Gue ambil itu dan bilang terima kasih. Sumpah! Awkward banget. "I just.. don't want any of my employee get sick. There's a target we need to achieve everymonth. Sick people won't make anything good about that, you know."
"I see." Kata gue masih canggung. Gue diem aja selama perjalanan sambil coba keringin dikit-dikit rambut dan baju gue yang kebasahan pakai sapu tangan tadi.
"So, where are you going to stay?" dia buka pembicaraan and I'm like..
Edann. Astaga ini orang kesepian atau apaan dah sampe sok kenal sok deket begini. "None of your bussiness." gue bilang tanpa nada sedikit pun.
"Why?"
"Why? Hello? Are you out of your mind? We barely even know each other!"
"Fair enough."
Gak lama, mobil berhenti di depan hotel. Gue bilang makasih dan buru-buru ngacir ke kamar gue. Bodo amat sama yang dia lakuin.
Hal pertama yang gue lakuin adalah mandi dulu biar air hujan gak bikin gue sakit. At least, kata mama gitu.
Gue beres dan udah pake baju. Gue pun mulai packing lagi. Semua baju, sepatu, dan barang-barang gue dirapihin dan masuk ke dalam 1 koper besar pake banget. Dan satu tas yang lumayan besar juga. Terus sisanya sling bag deh buat nyimpen dompet, hp, charger, sama headset.
Gue ngabisin sekitar 3 jam gitu buat packing sama beres-beres. Setelah selesai, sekitar jam 9 an gue keluar dari kamar menuju lobby buat check out.
Tenang aja, gue dibantuin sama petugas di sana kok. Gue akuin pelayanan di sini memang termasuk sangat baik.
Gue bayar-bayar gitu kan ya. Awalnya gue agak kaget pas liat bill. Angkanya kebanyakan kayaknya atau.. Emang gue yang ngerasa lagi miskin gitu? :')
Tapi tenang, duit gue di tabungan masih banyak. Eaaa.
Gue pun dianterin sampai depan hotel dan dipanggilin taksi. Gue bilang makasih dan ngasih uang tip ke pegawai itu.
Setelah di dalam taksi, gue kasih tau alamat yang gue tuju ke supirnya yang udah lumayan tua itu. Sebenernya gue agak takut karena ini udah malem, tapi.. Bodolah.
Sekitar seperempat jam gitu gue akhirnya sampai di depan gedung apartemennya Milly. Katanya dia tinggal di lantai 3 kamar nomor 123.
Gue ketuk tuh pintu apartemen. Gak lama, Milly buka dan langsung peluk gue. "Hey there, room mate!" Seru dia seneng. Gue ikut senyum aja. Dia pun ngajak gue masuk dan langsung anter gue ke kamar kosong di sebelah kamarnya dia.
Akhir kata, kita saling cipika-cipiki dan ucapin goodnight karena udah malem dan harus tidur buat besok kerja.
****
Hope you get the point tho wkwkw
Laf,
Imi x
KAMU SEDANG MEMBACA
DA BOSS
Teen Fiction"Because life is unexpected."- VLMD Ps. Gak berpedoman pada EYD :")
